Thursday, November 17, 2011

Warna– Warni Duniaku

Tuesday, November 04, 2008
 
Aku kadang suka sok menganalisis. Kurang kerjaan ya?
Kali ini aku pengin coba menganalisis tentang warna yang mewarnai hari2ku sampai saat ini.

Waktu kecil, TK-SD, aku baru belajar mengenal warna. Mempelajari warna2 yg ada di sekelilingku. Merah, kuning, hijau, hitam, putih, ungu, biru, oranye. Warna2 pastel, salem, nila, maroon, belum mengenal, mungkin dengar namanya juga belum, cuma nila aja yg suka dengar dari bapak Guru…… ‘Anak2 tau warna pelangi? Warna pelangi itu merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu…… Disingkat mejikuhibiniu!’ Tapi warna nila itu seperti apa, sama sekali tidak tahu. Sekarang pun klo ditanya, warna nila tu kaya apa? Aku juga kagak tau. Sepertinya hampir mendekati ungu.

Waktu TK, warna favoritku belum ada. Semua terserah Ibu. Sesuka Ibu mau mendadaniku dengan warna apa. Tapi anak kecil pasti suka warna yg ngejreng2, kalau disuruh milih, pasti deh jatuhnya ke warna merah. Beli balon, beli permen pasti pilih warna merah.

Setelah SD, kelas V aku baru mulai menyukai sebuah warna. Aku dulu suka banget warna hijau pupus. Koleksi barang2 dengan warna hijau pupus. Kaos, topi, jam tangan, cari yang warna hijau pupus. Kenapa aku jadi suka warna hijau pupus? Waktu SD kulitku item banget. Secara ke sekolah PP naik sepeda, mana Yogya panas sekali. Pulang sekolah kalau Ibu belum pulang kerja, suka main di tanah lapang ma temen2, berlarian, main kasti, main boi-boinan, gobaksodor, petak umpet, main kelereng, main layang2, tembak2an. He he…. Tomboy….. secara teman mainku dulu banyak cowoknya dp ceweknya. Ga peduli kulit kebakar yang penting seneng. Baru setelah Ibu pulang kerja n disuruh pulang, baru pulang deh. Memakai warna hijau pupus, membuat kulitku terlihat lebih cerah. He he…… kecil2 dah rada centil juga ya.

Di bangku SMP, aku belum terlalu peduli ma warna. Beli sesuatu, asal suka ya beli aja, ga peduli warnanya apa. Tapi pernah dink suka ma warna ungu. Coz dulu ngecengin kakak kelas sepedanya warna ungu. He he….. kacau pisan. Tapi cuma setahun doank.

Setelah SMA, seiring bertambahnya pergaulanku, aku mulai benar2 menyukai sebuah warna. Kelas 1 SMA, aku mulai suka warna biru donker dan hitam. Kenapa? Wah…. ini alasan yang mengada-ada. Coz dulu aku punya kecengan, dia pantes sekali pakai topi warna hitam and biru donker. Dia pantes pakai warna itu, terlihat lebih menarik. Aku yakin aku pun pasti juga pantes pakai warna itu. He he…… maksa banget ya.
Dulu aku belum PD pakai warna merah. Kalau ga hitam ya biru aja deh.

Memasuki bangku kuliah, aku jadi benar2 suka ma warna biru dan hitam. Tapi lebih condong ke warna biru dp hitam. Warna lain sama sekali ga tertarik, apalagi orange, hijau ma pink. Ga deh. Sama sekali ga pernah beli baju ataupun aksesoris dengan warna itu. Tiap beli baju, lihat warna biru atau hitam, pasti deh, meski sejak awal maunya beli warna lain, akhirnya pilihan jatuh pada warna biru. Kotak2 pula. Tiap ngejemur, teman kost suka komentar, ‘Wah menjemur serbet, biru semua lagi.’
Dulu bajuku banyakan bermotif kotak2, warna biru semua. Jadi kaya ga pernah ganti baju.

Saat lanjut kuliah ke STIE, aku jadi mulai suka warna merah. Dengan alasan yang juga dibuat-buat. Coz dulu ngecengin kakak kelas yg waktu pertama kali ketemu dia pakai warna merah. Dasar…..
Belakangan jadi bertolak belakang, aku juga heran and suka ketawa sendiri klo ingat. Aku jadi suka  warna merah, kakak kelasku itu jadi suka warna biru n sering pakai biru, kotak2 pula, dengan motif yg sama dengan punyaku pula.
He he….. jadi tau, klo suka ma seseorang, apa pun yang dipakainya akan terlihat menarik buat kita, dan kita tanpa pernah kita sadari, akhirnya menyukai apa yg dia sukai. Meskipun sebelumnya kita anti banget dengan sesuatu itu. Yah….. kadang2 benar juga….. cinta itu buta. ……………… Buta warna………… ~_^

Seiring bertambahnya umurku, aku mantap menyukai 3 warna, biru, hitam dan merah. Dulu cenderung merah maroon. Tapi lama2 merah nyala aku juga suka dan PD aja memakainya. Dulu waktu SMA aku sama sekali belum PD memakai warna merah, apalagi merah menyala.

Warna hitam itu gelap, pribadi yang tertutup dan suka menyendiri. Netral, ga suka cari masalah.
Warna biru itu damai, agung, menyejukkan.
Warna merah, pribadi yang berani, keras, suka dengan tantangan dan pantang menyerah.

Yah, dulu waktu SMA aku memang pendiam bgt, kadang suka ga-PD-an, sensitif, cenderung tertutup, hanya bisa berbagi cerita ma teman2 tertentu saja. Banyak diamnya dp cerewetnya. Sepertinya aku dulu rada tertekan dengan aturan rumah yg banyak melarangku ini itu.
Memasuki kuliah, aku mulai merasakan jadi anak kost, memasuki lingkup pergaulan yang lebih luas, aku lebih mengenal dunia luar. Ayahku mulai memberiku banyak kebebasan. Mulai mengenal berbagai karakter manusia. Mulai mengenal hitam-putihnya dunia. Ya, aku mulai lebih terbuka dan belajar menerima perbedaan. Rasa percaya diriku juga mulai tumbuh. Aku ketemu teman2 kost yg boleh dibilang eror2, akhirnya deh… ketularan error and jadi lebih cerewet.

Biru, merah dan hitam. Aku memang orangnya moody. Kadang2 aku bisa dengan gampang tertawa, bercanda, usil, suka ngomong seenaknya tanpa pikir panjang. Kadang di lain waktu jika bt datang, aku lebih suka menyendiri, menikmati duniaku sendiri, mengurung diri di kamar. Yah, ada kalanya aku pengin sendiri, melakukan apa yg pengin kulakukan sendiri. Tapi terkadang aku juga pengin ditemani. Pergi rame2, makan rame2. Nekad dan kadang ga punya malu. Jika sudah punya kemauan, apa pun tidak bisa membuatku mundur. Orangtuaku pun kadang sudah nyerah, ga berani melarangku. Kalau ya, aku bilang ya, kalau tidak ya aku bilang tidak. Tapi adakalanya aku tidak bisa memutuskan sesuatu sendiri,aku butuh berbagai pertimbangan dari orang lain. Ya, dan buatku tidak cukup hanya satu saran, aku meminta banyak saran dari berbagai orang. Makin banyak saran, kadang membuatku tambah sulit memutuskan. Tapi pada akhirnya aku sendiri yang harus memutuskan.

Tambah tua umurku, aku mulai bisa menerima berbagai warna. Ungu, orange, hijau, pink, salem, coklat….. aku bisa menerima dan PD2 aja memakainya. Yah, mulai bosan dengan koleksi yang punyanya kok warna itu2 aja. Mungkin juga aku sekarang lebih welcome menerima berbagai perbedaan. Berusaha beradaptasi dan membaur dengan lingkungan di mana aku berada. Semakin aku bertemu banyak orang, semakin aku mengenal berbagai karakter orang. Aku memang sejak dulu selalu berhati-hati dan ga gampang percaya dengan orang lain. Yah, karena berdasar pengalaman, pernah aku percaya sama orang, tyt dia tidak bisa menjaga kepercayaan yg kuberikan. Dan memang tidak ada salahnya kan untuk selalu berhati-hati, toh untuk kebaikan kita juga.

Pada dasarnya semua warna itu indah. Tergantung bagaimana kita memadupadankan saja. Dan bukankah sekarang sudah zaman main tabrak warna. Dilihat, OK2 aja tuh. Tapi tergantung yang make juga sih….. ~_^
Sebenarnya asal kita PD aja memakainya, anggap anjing menggonggong kafilah berlalu, everything will be OK.

Demikian juga hidup kita. Ada begitu banyak liku, ada begitu banyak jurang perbedaan, ada hitam ada putih, ada gelap ada terang, ada begitu banyak hal yang bertolak belakang. Tidak ada kesedihan, kita tidak akan tahu bagaimana rasanya bahagia. Tidak ada kegagalan, kita tidak akan tahu bagaimana rasanya sebuah keberhasilan. Tidak ada kehilangan, kita tidak akan pernah bisa belajar menghargai sesuatu. Tidak ada penderitaan, perjuangan, kita tidak akan pernah bisa tumbuh dewasa. Dan semua ini ada untuk menciptakan keseimbangan. Yah, semua ini warna-warni dunia, yang menempa kita untuk lebih dewasa dan bijak dalam menjalani hidup.
So…… bersyukurlah…… Tuhan menciptakan berbagai warna bagi kita, bagi hidup kita, yang membuat hidup kita, hari2 kita lebih berwarna.


No comments:

Post a Comment