Friday, September 19, 2008
Hari ini akhirnya aku ke kantor pajak. Mau ga mau akhirnya harus bikin NPWP.
Klo ga karena terpaksa untuk suatu urusan, mungkin aku belum punya kesadaran untuk mengurus NPWP.
ID card aja, setelah 5 tahun jd imigran gelap, baru deh aku proses sekarang. Karena keadaan yang memaksa tentunya. Dulu sekali pernah mau bikin, tapi urung coz terbentur biaya yg menurutku amat sangat tidak masuk akal.
Bikin NPWP harus pakai KTP domisili. Klo diitung-itung ngurus NPWP di daerah asal bakal lebih memakan waktu, tenaga n materi, akhirnya memutuskan bikin NPWP di Bandung saja. Syaratnya harus punya KTP Bandung. Akhirnya punya juga KTP Bandung, meskipun harus ada budget ekstra untuk prosesnya.
Aturan pajak yang baru, tahun depan semua pegawai harus punya NPWP, kalau tidak sebagai konsekuensinya, bakal dikenai PPh 21 20% lebih tinggi. Lumayan kan! So apa salahnya mengurus NPWP. Sepertinya ini juga sebagai salah satu kompensasi atas dibebaskannya beasiswa/subsidi dari pajak, so income negara dari sektor pajak tidak lantas menurun drastis.
Memang sekarang kantor pajak lagi banyak melakukan pembenahan2. Di KPP Madya banyak ditempel tulisan2 'Segala urusan Pajak tidak dipungut biaya apa pun!'
Sepertinya kantor pajak sedang berusaha mengembalikan citra dan kredibilitasnya di mata masyarakat setelah banyak kali terbongkar kasus korupsi yang melibatkan pejabat2 eselon pajak.
Ternyata ga susah juga untuk bikin NPWP. Habis pulang kantor aku mampir ke KPP Asia-Afrika untuk konsul tt cara2 bikin NPWP. Beruntung aku, KPP lagi sepi so aku bisa langsung dilayani tanpa harus antre. Kebeneran aku dilayani oleh mas2 yang baik hati n bodor e puol. Tau aku orang Jawa, akhirnya kita jadi ngobrol campur Jawa. Tyt dia wong Jawa juga. Medhoke keluar semua deh.
Untuk karyawan, cuma diminta melampirkan Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga serta mengisi form permohonan NPWP. Kebetulan salah seorang temanku juga mau bikin NPWP. Form aplikasi boleh dibawa pulang diisi di rumah, so aku bawain buat temanku sekalian. Saat memasukkan aplikasi boleh diwakilkan asal yang bersangkutan sudah tanda tangan di form aplikasi. Kecuali saat pengambilan nanti tidak boleh diwakilkan, coz rawan, takut nantinya disalahgunakan, so jika terpaksa diwakilkan, harus menggunakan surat kuasa.
Sebelumnya aku dengar, mengurus NPWP gampang dan tidak dikenai biaya apa pun. Yah, dengan kita mengurus NPWP kan berarti kita sudah sadar pajak, sebagai warga negara yang baik bersedia untuk membayar pajak, masak masih dikenai biaya juga. Kan nantinya bakal ada tambahan income untuk pajak.
Untuk meyakinkan kucoba bertanya ke mas yang melayaniku.
'Mas, ada biaya ga ya?
"Oh.... ada Mbak!', jawab Mas-nya. 'Mbak-nya nanti mengeluarkan biaya untuk FC KTP dan KK.'
'Plus buat parkir di depan tentunya?, kataku.
'Bener sekali Mbak!'
Dasar Mas-nya bodor pisan, sambil menjelaskan dia terus saja melucu. Jadi suasana tidak tegang.
'Memasukkan aplikasi sore dilayani mpe jam berapa ya Mas?' tanyaku.
'Sore hari dilayani sampai dengan pk.16.00, besoknya baru bisa diambil. Klo Sabtu kebetulan tutup, klo mau datang ya gapapa. Nanti ada yang mbukain kok' kata Mas-nya.
'Iya, sama Satpam!' kataku.
'Betul!' jawab Masnya.
Mengurus NPWP untuk suatu kantor bisa dilayani secara kolektif. Tinggal telepon ke KPP wilayah kantor ybs, nanti petugas dari Pajak yang akan datang ke kantor untuk memproses. Sistem jemput bola. Syaratnya lebih gampang, FC KTP saja. 1 hari langsung jadi.
Yah, dengan punya NPWP berarti tiap akhir tahun pajak nantinya harus bikin laporan tahunan meskipun 'Nihil', coz pajak sudah langsung dibayarkan oleh kantor.
Yah setahap demi setahap mengikuti prosedur yang ada. Nanti lama2 klo sudah membudaya akan jadi terbiasa tertib pajak.
Sedikir demi sedikit melangkah demi kemajuan bersama. Toh income dari pajak nantinya juga kembali ke rakyat untuk pembangunan bangsa.....setahuku dulu dari pelajaran waktu masih sekolah. Riilnya aku ga tahu, berapa % yang benar2 kembali ke rakyat.
Yah siapa tahu suatu saat nanti, ketika bangsa ini sudah bisa mencukupi kebutuhan sendiri, sudah mencapai bangsa yang adil, makmur, damai, sentosa.....
kita bakal bebas dari pajak.
Amin.
No comments:
Post a Comment