Saturday, November 22, 2008
Belum lama ini aku baru saja menulis Tuhan tidak pandai berhitung, tapi kemarin pagi aku dihenyakkan oleh sebuah kenyataan. Tuhan memang tidak pandai berhitung menurut ukuran kita manusia, tetapi hitungan-Nya selalu tepat di saat yang tepat. Aku tidak tahu harus bilang apa mengenai hal yang satu ini.
Kemarin pagi, sebelum aku berangkat ke kantor, kudapati ‘1 message’ di hp-ku. Kubaca sekilas, dari Ibu Kostku. Aku terhenyak membacanya. Segera kukabarkan ke anak2 yg lain yg masih pada terlelap, kebetulan banyak dari mereka yg hari itu sedang off. Semua langsung bangun dan bikin rapat dadakan pagi itu juga.
‘Kost mau dijual.’
Semua pada sedih, pada pengin nangis. ‘Kita sudah merasa nyaman di sini. Sebuah tempat kost yg perfect bgt buat kita. Kita sudah pada kerasan di sini, merasa nyaman di sini. Kita ga pengin pisah. Kalau pun terpaksa pergi, kita mau tinggal sama2 lagi. Tapi nti klo ibu kost-nya ga sebaik ibu kost yg sekarang gimana?’
Mungkin Ibu kost merasakan kekhawatiran kita semua, meskipun belum kubalas sms-nya, Ibu mengirim sms lg ‘Tenang Retno. Kan masih proses. Siapa tau nanti ada solusi yg terbaik buat kita semua.’ Akhirnya aku pagi itu jadi blank. Sudah janjian urusan kantor ma seseorang pk.08.00 pagi, aku baru ingat saat dah mpe kantor, akhirnya dari kantor langsung ke sana,’Maaf, saya lupa.’
Aku memang sudah berencana untuk pergi. Aku sedang bersiap-siap untuk pergi. Tapi masih merasa berat untuk pergi, meninggalkan semua yg sudah seperti keluargaku sendiri. Kupikir aku masih bisa berada cukup lama di sana sampai aku merasa sudah siap untuk pergi. Tapi ternyata kenyataan berkata lain, memang sudah saatnya aku harus pergi. Mungkin ini sebuah tanda dari Tuhan supaya aku tidak ragu2 untuk pergi. Tapi kenapa harus secepat ini.
Membuatku jadi berpikir ekstra, harus bagaimana ini sedangkan segala sesuatunya belum siap. Tapi aku percaya, hitungan-Nya selalu tepat di saat yg tepat. Dia pasti akan mengatur untukku aku harus bagaimana. Paling ga aku harus siap2 dari sekarang, untuk pergi sewaktu-waktu.
‘Pengin tinggal sama2 terus.’
‘Ya udah, kita tinggal sama2. Tinggal sama2 aku aja yuk.’ Tapi pada ga mau, katanya kejauhan.
‘Ya udah pada belajar naik motor dulu.’
Yah….. ga tau gimana nanti. Yang terjadi biarlah terjadi. Semoga apa pun itu yang terbaik untuk kami.
Aku jadi tau, Tuhan tidak pernah terlambat. Perhitungan-Nya selalu tepat di saat yang tepat. Tuhan terimakasih, Kau mengharuskanku pergi, tapi Kau juga yang telah mengatur ke mana aku harus pergi. Hanya sekarang aku masih ragu, apakah saat aku harus pergi nanti, tempat itu sudah siap untukku.
Yah, aku harus percaya, Dia akan mengatur semuanya untukku. Mengatur dengan amat baik sesuai rencana-Nya.
Amin.
No comments:
Post a Comment