Wednesday, November 16, 2011

JUS WORTEL (CARROT JUICE)

Friday, August 8, 2008
Sebenarnya sudah lama banget pengin nulis tentang ‘Carrot Juice’, salah satu jus kesukaanku, tapi suka ga sempat nulis. Baru sekarang deh, akhirnya kesampaian nulis.
Sebenarnya bukanlah juice favoritku banget sih, cuma karena sudah terbiasa minum sari wortel dari kecil, jadi sudah seperti keharusan.
Banyak mereka yang tidak suka jus wortel, ditawari pasti nolak. Tapi, sudah banyak lho korban2 yg kupaksa minum jus wortel, akhirnya mau. Mereka yg main ke kost saat kebeneran kita lagi bikin jus wortel, akhirnya harus dengan rela ngrasain jus wortel buatan kita. Berjuang rada ekstra merayu seseorang supaya mau minum jus wortel. Ga salah kan memaksakan sesuatu yg baik. Kan wortel bagus untuk kesehatan mata. Buktinya ga ada kelinci yang berkacamata kan? Terkecuali neneknya ‘Bobo.’ ^_^
Ada kepuasan tersendiri tiap berhasil membujuk orang minum jus wortel. Lihat muka mereka yang meringis ragu2, takut ga enak. Tapi pada akhirnya mereka bilang…. ‘Enak…! kok ga kerasa ya wortelnya.’
He ada satu yg ketinggalan belum pernah dibujuk ikut minum jus wortel. Mang Dede! Soalnya Mang Dede datangnya pagi2 banget, ngontrol kost sebentar. Sedangkan kita baru bikin jus wortel siang atau sore hari.

Untuk membujuk seseorang supaya mau minum jus wortel, kita harus bikin jus kombinasi wortel dengan buah lain, supaya rasa wortelnya tersamar. Resep ini kudapatkan dari Ibuku. Sejak kecil Ibuku telaten sekali membuatkan minuman sari wortel untuk keluargaku. Ga peduli kita mau minum atau ga. Menawarkan tidak ada juga yg beranjak, malas meninggalkan aktivitas, akhirnya dengan sabar, Ibu berkeliling membawa gelas berisi sari wortel ke tempat kita beraktivitas, ditungguin sampai teguk terakhir. ‘Ayo dihabiskan!’ Ibuku memang telaten sekali, sekali waktu diselang-seling antara sari wortel dengan sari kacang hijau. Kacang hijau bagus untuk rambut. Dulu waktu masih kecil, waktu masih sering di rumah, rambutku kata orang2 bagus, hitam dan tebal. Itu berkat ketelatenan Ibuku membuatkan sari kacang hijau. He he… tapi sayangnya itu dulu, sekarang kebalikannya, sudah terkontaminasi bahan2 kimia kali ya n malas bikin sari kacang hijau sendiri.
Sekali waktu kalau sempat bikin sari kacang hijau rame2 dengan anak kost, dicampur sedikit jahe biar anget. He he…. Tapi itu setahun bisa dihitung, bisa jadi setahun sekali. Pada sibuk semua sih….. sibuk main, sibuk nonton..... maksudnya.

Minuman sari wortel bikinan ibuku enak sekali, rasa wortelnya hilang sama sekali. So, aku dulu suka heran, kok pada ga mau minum sari wortel, padahal kan enak.
Untuk menghilangkan rasa wortel,  wortel di mix dengan buah yang rasanya asam. Itu untuk menetralisir rasa ‘langu’ wortel. (langu------ bhs Jawa, aku cari2 bhs Indonesianya apa, kagak nemu2 jg). Yg paling manjur, dicampur jeruk nipis. Ibuku telaten sekali. Ibu ga mau memakai blender, dia lebih memilih cara tradisional, wortel diparut dengan parutan kelapa, kemudian disaring, dicampur air matang, ditambahkan gula pasir + air perasan  jeruk nipis. Jadi deh sari wortel yang enak.

Kebiasaan minum jus wortel terbawa sampai sekarang…. Dan akhirnya menular ke teman2 kostku. Awalnya mereka pada ga mau minum jus wortel, mungkin melihatku yang kaya enak bgt meminumnya, akhirnya pada penasaran. Akhirnya pada mau nyobain, dan akhirnya … jadi suka deh.
Karena ga telaten seperti Ibuku, akhirnya membuat sari wortel, aku memilih menggunakan blender. Wortel dikupas dulu, dicuci, diblender dengan air matang, kemudian disaring. Hasil saringan diblender lagi bersama potongan buah yg rasanya asam (mangga yg rada asam atau jeruk), sedikit gula dan es batu. Siap deh disajikan.
Jadi anak kost, kita jadi terbiasa eksperimen seadanya bahan di kulkas. Menurutku wortel paling enak di-mix dengan buah pear + nutrisari. Dicampur dengan mangga juga enak, tapi pilih mangga yg sudah kuning tapi jangan terlalu matang, dgn rasa sedikit asam. Kalau tidak ada buah sama sekali, wortel di-mix dengan nutrisari rasa jeruk juga sudah enak. Pernah dulu mencoba mix wortel dengan daun seledri, baca di resep, katanya bagus untuk kesehatan. Ga ada yang mau ikut minum. Dan memang sama sekali ga enak. Kapok, deh, ga akan nyoba2 bikin lagi. Membuang2 waktu saja.

Belakangan waktu kuliah aku tahu dari baca majalah, tips dari Dr. Hembing, tyt wortel bisa mengatasi alergi. Aku yg alergi seafood, tapi suka ga mau ketinggalan ikut makan seafood, akhirnya memanfaatkan wortel sebagai penangkal alergi. Biasanya habis makan seafood, aku cari kelapa muda (bahasa Jawanya-‘degan’), air kelapa muda murni, tanpa campuran apa2, itu penawar alergi yang mujarab. Tidak boleh ditambah gula maupun es batu, apalagi susu. Diminum dengan daging buahnya, obat yang segar sekali untuk alergi.
Kalau lagi susah cari kelapa muda, sari wortel murni, itu juga penawar alergi yang manjur. Tidak boleh ditambahkan apa2, apalagi dimasukkan kulkas, nanti khasiatnya berkurang. Temanku jarang yg mau minum sari wortel murni, aku karena terpaksa, jadi doyan, lama2 ya jadi terbiasa.
Sekarang, untuk praktisnya, sebelum makan seafood, untuk mengantisipasi alergi, minum Norit 5-7 butir sekaligus. Penyerap racun yang ampuh. Kalau sudah minum Norit, meskipun tidak sempat bikin jus  wortel atau mencari air kelapa muda,  tidak masalah, semua aman terkendali.
Sebagai penawar alergi, sari wortel dan air kelapa muda diminum setelah kita makan makanan sumber alergi, bisa selang berapa jam, asal masih hari yang sama, kalaupun kelewat sehari juga ga masalah asal kondisi tubuh sedang fit. Sedangkan Norit lebih ke tindakan preventif, diminum sebelum kita mengkonsumsi makanan penyebab alergi. Tapi kadang aku suka lupa ga bawa Norit, akhirnya diminum setelah makan juga gapapa. Yah lama2 membentuk kekebalan sendiri, cuma kalau kondisi lagi ga bagus, alergi bisa kambuh. Yah, pintar2 mengenali diri kita sendiri.

Oh ya…. ampas hasil saringan wortel itu bagus untuk mengobati jerawat. Bisa untuk masker muka, atau untuk creambath rambut. Ya, sedikit menyita waktu, akhirnya cuma sekali kita lakukan.

Tapi benar kok, wortel bagus untuk kesehatan mata kita. Buktinya aku mpe sekarang belum perlu pakai kacamata. Tes mata terakhir Desember kemarin, hasilnya ‘belum perlu pakai kacamata.’ Tapi segala sesuatu yang berlebihan itu juga ga bagus. Konsumsi secukupnya saja. Jika terlalu over, kulit telapak tangan dan kaki kita akan jadi orange-kekuningan seperti warna wortel, akibat kelebihan beta karoten dalam darah kita.
So…. Konsumsilah dalam batas yang wajar.

No comments:

Post a Comment