Tuesday, November 15, 2011

Selingaaaan..........


Saturday, July 19, 2008

Kemarin bisa jadi merupakan hari yang tak terlupakan buatku. Waktu di Sabuga (16 Juli)  aku berharap kelompok koor bisa dapat kesempatan berfoto bersama Bapak Uskup yang baru ditahbiskan, ternyata tidak kesampaian, terlalu crowded di sana.
Akhirnya kesempatan itu datang kemarin. Aku dan beberapa temanku diminta membantu Kelompok Koor 197 tugas koor di Fermentum. Jadi semangat waktu dikasih tahu 1 hari sebelumnya kalau yang akan mempersembahkan misa Bapak Uskup yang baru. Misa perdana-nya setelah ditahbiskan. He he …. berarti nanti Minggu 20 Juli bukan Misa perdana-nya ya, tapi bolehlah dibilang Misa Agung Perdana. Dan ini misa ke-3ku bersama Bapak Uskup, karena sebelumnya waktu anniversary kantorku misa juga dipimpin Bapak Uskup, tapi waktu itu Beliau belum ditahbiskan.

Ada sesuatu yang memalukan, membuatku jadi anteng mendengarkan kotbah Bapa Uskup sampai akhir. Waktu Bapa Uskup berkotbah, aku pengin memfoto dari tempat dudukku. Di-zoom, hasilnya goyang2. Akhirnya ya sudah ta’record aja pake video. Pas penasaran pengin lihat hasilnya, PD karena HP sudah ta’silent, so kuputar hasil record-nya. O la la…., tyt silent ga ngaruh, suara berisik hasil rekamanku tetap terdengar di antara kotbah Bapa Uskup. Cuma sekilas, cepat2 ta’stop. Tapi cukup membuat mereka yang hadir menoleh ke arah datangnya suara berisik. Yah, maklum, ruang yang begitu kecil, semua pasti dengar.
He he… jadi malu. ‘Sudah dimasukin saku aja,’ kata teman sebelahku.

Waktu foto bersama Bapa Uskup, aku minta tolong salah seorang Frater untuk mengambil gambar kami. Setelah 2x ‘take’, anggota koor yang lain juga bergabung ikut berfoto bersama. Aku berfoto di samping Bapa Uskup. Tyt waktu foto yang bareng2 dengan kelompok koor, Frater sudah tidak memfoto dengan HP-ku. ‘Frater, pakai HP saya 1x lagi donk,’ kataku.
Bapa Uskup ikut membantuku,’He…. Satu kali lagi.’ Akhirnya yg lain ga jadi pada bubar, berfoto sekali lagi.
‘Terimakasih Bapa Uskup, mau berfoto bersama kami.’

He he…. Kita2 juga diundang makan malam bersama Bapak Uskup, para pastor, para frater dan tamu2 undangan. Sore itu misa penjubahan 4 orang frater.
Suasana yang penuh keakraban. Para frater dan Pastor banyak yang pada bodor2, jadi kita bisa terhibur sekali. Suasana yang ramai penuh gelak tawa. Dan tyt ada salah satu frater yang tetanggaku di Yogya, satu paroki. Sebelumnya di Sabuga aku juga ketemu Suster yang tyt teman mudika ayahku dulu di Yogya. Tyt dunia itu sempit ya.

Dan tyt frater2 juga pada narcis2. Kita yang juga pengin foto2 di depan altar harus rela bersabar menunggu para frater yang pada narcis2 pose di depan kamera. Dan Frater yang bertugas mematikan lampu kapel juga harus bersabar menunggu kita2 yang pada narcis ngantree di belakang frater2 narcis. He he……Frater kan juga manusia biasa……sama seperti kita2.

Terimakasih atas hari ini.
‘Terimakasih ya, karena kita diajak koor, kita jadi bisa berfoto bersama Bapa Uskup, bisa salaman lagi!’
‘He he… habis ini jangan cuci tangan dulu. Banyak berkat!’
‘Terimakasih juga karena telah membantu Kelompok Koor kami,’ kata 197 di akhir perjumpaan kami,’Lain kali siap di-telp untuk Bantu lagi ya?’
‘Sip!’

No comments:

Post a Comment