Tuesday, November 15, 2011

Service Motor Hyuuu....


Monday, May 26, 2008

Akhirnya, kemarin atas rekomendasi temanku, aku menemukan tempat servis motor yang baik. Tidak terlalu jauh dari tempatku (untuk mempermudah anggap TS-C), sedikit masuk ke dalam, di belakang bangunan utama yang digunakan sebagai Showroom sehingga tidak bising oleh lalulintas kendaraan, pelayanannya baik dan memuaskan. 
Sebelumnya aku biasa servis motor di tempat yang terkenal pelayanannya baik (TS-B). Setiap kali servis harus mengambil nomor antrean dari pagi biar tidak menunggu lama. Dan memang antreannya panjang banget. Kuusahakan datang jam7.00 WIB biar bisa dapat nomor di bawah 10, jadi bisa dikerjain angkatan 1. Aku biasa datang pagi-pagi sebelum ke kantor, motor kutinggal disana, nanti jam 10.00 WIB kuambil lagi.
Di sana pelayanannya memuaskan, motorku jadi lebih enak dipakai tidak seperti tempat servis sebelumnya (TS-A) yang kurang memuaskan. Tapi harga yang harus kubayar juga lumayan berat untuk kantongku. Ganti spare part sana-sini. Dulu pernah speedometer tidak jalan, aku minta di-check, katanya harus diganti mesinnya. Tapi aku tidak langsung mengiyakan, nanti servis berikutnya kataku. Dan untung aku tidak segera menggantinya, tahu2 speedometerku sudah jalan sendiri, sepertinya ada kabel yang kendor, dan tidak sengaja jadi benar sendiri sehabis ganti olie shockbecker. Aku tidak tahu kenapa bisa seperti itu. Sebuah keajaiban yang menguntungkan buatku sekaligus amat sangat menghemat buatku.
Terakhir kali servis di TS-B starter motorku tidak jalan, katanya harus ganti accu, padahal belum lama aku ganti accu disana, masak harus ganti lagi. Aku perlu second opinion. Akhirnya ke tempat servis yang sebelumnya aku biasa servis (TS-A), kebetulan bisa servis hari minggu jadi aku punya waktu lebih leluasa. Di sana katanya switch starternya yang harus diganti. Akhirnya kuganti disana. Kalau harus ganti switch starter aku percaya, karena memang aku sudah curiga dari awal, tiap menstarter motor harus menekan lama dan dalam, sepertinya memang sudah doll. Tapi yang bikin aku jengkel, kenapa habis servis di sana motorku jadi sering macet. Kayanya ada setelan yang ga beres. Akhirnya sore berikutnya kukembalikan kesana dan memang benar servisnya tidak beres, carburatornya kurang bersih. Aku ga akan kembali lagi servis disini kataku.

Sebelum servis ke TS-C, aku estimasi biaya dulu. Memang beberapa spare part perlu diganti. Termasuk kupertimbangkan untuk ganti accu. Sebelumnya via telepon kubandingkan dulu harga servis, olie dan spare part antarai TS-B dan TS-C. Ternyata total biaya sedikit lebih murah di TS-C. Berarti memang harganya sudah harga standar dari  Astra(AHM) jadi selisihnya tidak terlalu signifikan. Kebetulan TS-C melayani servis di hari minggu, jadi aku bisa tenang menunggu, tanpa diburu waktu.

TS-C pelayanannya ramah, aku datang rada siang jadi wajar kalau harus antre lumayan lama. Tapi aku yang biasanya paling tidak sabar kalau disuruh menunggu, tapi kadang suka tega membiarkan orang lain menungguku ini, di sana aku merasa enjoy. Intisari kesayanganku akhirnya bisa kebaca juga. Biasanya aku jarang banget punya waktu leluasa untuk membaca. Intisari ‘my mobile magazine’, karena buku yang paling sering kubawa kemana-mana, enteng dan isinya ga ngebosenin, biasanya cuma sempat baca saat nungguin cuci motor, servis motor dan menunggu transaksi di bank. Hari itu lumayan 3 judul bisa kuselesaikan.
Sambil menunggu kusempatkan melihat-lihat showroom, sekarang didominasi oleh Honda Revo, aneka warna. Ramping bentuknya. Aku pernah mencoba (test drive) dulu waktu menunggu servis motor di TS-B, lumayan test drive motor dapat sticker + gantungan kunci. Enteng dipakai, tapi kok kaya banyak campuran plastiknya ya. Secara harga memang jauh di bawah Supra-X 125R dan Vario. Tapi masih di atas Supra-Vit.. Kata marketing di sana motorku yang sekarang kalau dijual harga jualnya lagi bagus. He he tapi aku belum ada niat mau menjual atau ganti motor. Sebelum pindah ke tempat kost yang parkirnya  leluasa atau punya rumah sendiri, belum akan ganti motor, sayang motornya lecet2 kebentur-bentur. Kapan ya punya rumah sendiri? I hope someday.

Soal ganti motor, jadi ingat ultahku tahun kemarin. Tahun kemarin memang motorku rada rewel, ganti spare part sana-sini. Ayahku mungkin kasihan sama aku. Dia nawarin mau beliin motor baru untuk hadiah ultahku. Ya ampun jadi terharu. “Sudah, kamu sekarang pengin yang model apa, warna apa? Kalau ya, aku sekarang langsung pergi ke Dealer-nya.”
Ya ampun, ayah, aku jadi pengin nangis. Sampe segitunya. Mungkin ayahku ga tega sama aku yang kerepotan ngurus motor. Aku yang di rumah ga pernah ngutak-atik motor, semuanya tinggal lapor tahu beres, di sini mau ga mau terpaksa harus ngurus sendiri. Meskipun sebenarnya pengin, tapi dengan berbagai pertimbangan kutolak tawaran ayah. Aku ga tega, ayahku sebentar lagi harus mengeluarkan biaya yang lumayan untuk kuliah adik bungsuku. Juga sayang motornya kalau aku masih tinggal di kost-ku yang sekarang, dengan area parkir yang terbatas, motor bakal lecet-lecet kebentur-bentur, motor baru juga tidak aman, parkir sembarangan jadi ga tenang, pulang malam juga jadi was-was, seperti kejadian yang dialami temenku yang hampir saja kehilangan motornya ditodong tengah malam. Dengan motor sekarang, mau parkir di mana saja, ga terlalu khawatir.
Akhirnya aku lebih memilih dibantu ongkos penggantian spare part, kan jauh lebih menghemat daripada beli baru.

Ayahku, yang dari dulu selalu mengkhawatirkanku, segitu perhatiannya ma aku. Yang selalu mendukungku apapun keputusanku asalkan itu yang terbaik buatku. Aku pengin sekolah kemana, les di mana, kuliah di mana, kursus apa, ikut kegiatan apa, berteman ma siapa, dan akhirnya memutuskan kerja di mana, ayahku selalu mendukungku, semuanya aku boleh memilih sendiri karena toh aku yang menjalaninya.
Ayah yang tiap aku pulang kemaleman, kata adikku ayah dari tadi bolak-balik terus ke depan ke belakang, cemas kamu ga pulang2 dan akhirnya setelah aku pulang terus masuk ke kamar. Ya, ayahku lebih memilih masuk ke kamar daripada berdebat ma aku yang pasti akan menjawab kalau dibilangin. Ya, yang penting ayah sudah ga khawatir lagi aku sudah sampai rumah. Maaf ya Ayah, aku suka bikin khawatir.
Yang jarang banget memarahi aku, sekalinya marah, akhirnya ayah menyesal dan yang berusaha mendekatiku duluan karena aku ngambek.

Dulu masa-masa sebelum kuliah, kadang2 aku merasa terlalu banyak larangan untukku. Ini ga boleh, itu ga boleh. Ga pernah boleh nginep tempat teman, ga boleh ke luar kota, ga boleh pulang malam. Ya, aku dulu sempat tertekan dan dibikin kesal dengan aturan2 itu. Setelah aku kuliah, ayahku banyak memberi kelonggaran. Tapi soal pulang malam, ya tetap ada batas jam malam. Ya mungkin dulu belum waktunya aku diberi kepercayaan, belum bisa menjaga diri. Sekarang ayahku sudah percaya aku sudah bisa menjaga diri dengan baik. Ya, itulah ayahku. Sosok yang begitu kuhormati dan kubanggakan. Banyak yang suka minta nasehat dari ayah. Aku pun suka minta pertimbangan ayah jika memutuskan sesuatu. Ayah, aku bangga menjadi anakmu. Terimakasih sudah mendidikku dengan amat baik.

Dan inilah kebiasaanku, suka nglantur, topik loncat2 ga jelas. Balik lagi ke motor.
Di TS-C aku minta di-check dulu spare part yang kurasa harus diganti, siapa tahu belum perlu ganti. Aku disarankan jangan ganti accu dulu, ditinggal dulu disana di-charge 5 jam, besok pagi diambil lagi. Ya, sebuah saran yang baik. Paling tidak dicoba dulu, jangan langsung meng-claim harus ganti.
Terimakasih, aku menemukan tempat servis yang baik, dengan pelayanan yang baik, fasilitas & suasana yang baik dan nyaman, dapat free teh botol dan yang penting hari itu aku bisa menghemat 75% dari estimasi biaya yang kuperkirakan karena ternyata ga semua spare part yang kukira harus diganti musti diganti. Sisanya bisa buat bayar tagihan buku. He he.

Aku disini jadi mau ga mau harus belajar tentang motor. Di rumah urusan motor semuanya tahu beres. Di sini kalau bukan aku, siapa lagi yang mau ngurusin. Aku orang yang terbiasa melakukan apa-apa sendiri. Kalau aku bisa ya, kukerjain sendiri. Ga bisa baru minta tolong orang lain. Jauh dari keluarga gini ada bagusnya juga, mau ga mau  harus mandiri. Kalau ga kaya gini mana mau belajar tentang motor. Aku jadi tau apa itu shockbecker, busi, lahar, stell velg, switch starter, kampass, accu. Jadi tau ternyata shockbecker juga perlu ganti olie. Jadi tau kalau accu harus ganti air accu dan sesekali harus di-charge. Ada accu kering ada accu basah. Jadi tau ada macam-macam olie, olie Federal, Double X dan Top One. Jadi tau kalau busi motor baiknya bawa cadangan and membersihkan busi pake amplaz. Dan ga akan pakai kunci rahasia-rahasiaan lagi setelah punya pengalaman pahit motor jadi susah di-starter dan sering macet. He he, lumayan nambah pengetahuan.


No comments:

Post a Comment