Tuesday, November 15, 2011

BELAJAR MERANGKAI BUNGA


Saturday, 21 June, 2008

I’m tired, so tired. I miss my pillow….. so much. The only one place I wanna go now is my room, the most comfortable place in the world at the moment. Within there nobody could disturb me. Sleeping tight along nite, to pay my sleeping debt. Yesterday I slept just 1.5 hours.
Why this day seems so long. I wanna go home.
Finally I left my office at 6.00 p.m. and then took a bed so early.

Kemarin aku menghabiskan waktu sehari semalam di kantor. Baru kali ini aku ngrasain bermalam di kantor. Kemarin2 paling pol lembur sampai pk.00.30 dan aku masih berani pulang. Suka ketawa klo absen pulang, kartu absen sudah bergeser ke hari berikutnya. Kemarin kerjaan baru kelar pk.03.15, mau pulang tanggung, beresiko dp jatuh di jalan, mending nunggu mpe pagi sekalian baru pulang.
Mpe rumah mandi, setrika seragam untuk hari ini, terus ke kantor lagi.
He.. hari ini anniversary di kantorku. Seragam untuk hari ini baru diambil kamis malam dari tailor, so jumat baru dicuci. Coba jumat sudah bisa kubawa ke kantor, pagi ini aku ga perlu pulang.

Ya, kemarin kami lembur persiapan untuk hari ini. Aku kebagian membantu bagian dekorasi, merangkai bunga. Baru dimulai sore hari, sedangkan ada 7 tempat beserta lorong2 dr lt. I-IV yg harus dihias rangkaian bunga. Sejak siang sudah sadar, bakal lembur sampai pagi. Ya sudah, siap2 aja bakal bermalam di kantor.
Kata temanku di sore hari,’Hari ini kita ga akan sampai malam kok.’
‘Syukur deh, nanti malam saya ada acara,’kataku.
‘Ga sampai malam……, tapi sampai pagi!,’ serunya.
He he kami semua tertawa.

Temanku pandai sekali merangkai bunga. Benar2 ahli. Dia sering diminta merangkai bunga untuk berbagai event, terutama pernikahan, dan hasilnya…. So perfect. Sejak kecil dia memang tak pernah lepas dari bunga. Namanya saja ada unsur bunganya.

Rangkaian bunga utama dikerjakan oleh temanku, aku bagian finishing aja, mengatur daun2 leader leaf untuk menutup oasis supaya tidak terlihat, dan merangkai beberapa rangkaian penunjang serta rangkaian sederhana di meja2 makan.

Hari ini aku belajar banyak dari temanku tentang merangkai bunga. Untuk beberapa rangkaian dia bilang terserah aku mau merangkai seperti apa, kreasiku sendiri, pilih bunga sesuai seleraku. Waktu merangkai untuk ruang yang sama dengannya, maksudku supaya rangkaian bunga bisa seimbang, matching, aku mencoba meniru rangkaian yang sudah dibuatnya, tapi dilarangnya. Katanya,’Tidak boleh meniru. Aku tidak akan pernah mengijinkan siapa pun meniru waktu merangkai bunga. Nanti kamu tidak akan bisa berkembang. Biarkan sesuai imajinasi kamu.’
‘Oh, boleh tidak sama to! Ya sudah kalau begitu terserah saya ya!,’kataku.
Bunga2 yang akan dirangkai malam itu aku suka semuanya. Serba putih, kuning dan hijau. Warna2 yang agung dan anggun, so nice for Wedding. Lily putih, Herbas kuning tua dan muda, Herbas putih, White Rose, Baby Bride atau Bright ya (ga tau yg bener yg mana, pronunciation-nya hampir sama), gladiol putih, anthurium angel, daun leader leaf, daun kuskus, daun pillow.

Aku senang sekali waktu boleh membuat rangkaian bunga melingkar kombinasi White Rose, Baby Bright, dan Leader Leaf. Cantik sekali. Aku mau bouquet pernikahanku nanti bunga2 ini, kataku.
‘Iya manis sekali!,’ kata temanku sesama panitia yang datang menengok kegiatan kami.
‘Bunga baby bright itu mahal lho. Jangan salah! Biar kecil bunga itu mahal sekali,’ kata temanku.
‘Lebih mahal dari Lily?,’ tanyaku.
‘Iya.’
Oh ya, aku ga nyangka, bunga putih cantik berkelompok kecil2 ini ternyata mahal sekali.
Temanku begitu hafal nama2 bunga dan daun. Biarpun sudah beberapa kali aku tanya, bunga ini namanya apa, daun ini namanya apa, tidak juga bisa hafal, lupa lagi lupa lagi. Namanya susah amat dihafal. Rasanya kaya menghafal nama2 latin tanaman di pelajaran Biologi. Dari dulu kelemahanku menghafal nama2 ilimiah flora dan fauna, mending disuruh menceritakan kembali komix yang kubaca atau film Korea yang kutonton.

Wanita2 perkasa, kataku. Kami kerjakan bertiga dan sampai pk.03.00 kami masih bertahan. Aku juga ga nyangka aku masih punya kekuatan untuk naik turun tangga 3 lantai. Didorong ‘Harus selesai hari ini’ jadi mau ga mau harus selesai. ‘Aku rela harus seperti ini kalau akhirnya nanti nimbang beratku turun 5 kilo,’ kataku.
Waktu ketemu panitia yang lain, dia menyuruhku pakai sandal, takut nanti masuk angin.
He…. Kakiku sudah sakit sekali, pakai sandal tambah sakit. Tiap jalan pasti diketawain temanku, pdh temanku yg ngetawain jalannya juga sama2 aneh, diseret. Mencoba pakai sandal rasanya jadi kaya ada beban 5 kilo di kaki, mending nyeker saja (tanpa alas kaki).
Alhasil pagi2 buta kami masih bisa ketawa2 saling menertawakan. Muka sudah kucel bgt, baju kotor penuh rontokan2 daun. Peduli amat, yg penting kerjaan beres pagi ini.

Sempat berbincang dengan temanku. Dia orangnya bijak sekali. Tempat aku sering meminta nasehat. Saat aku bingung, emosi, dia yang selalu bisa menenangkanku. Membuatku berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan yang bisa jadi akan menjadi penyesalanku di kemudian hari. Dia tidak pernah mendikteku dalam mengambil keputusan. Keputusan ada di tanganku. Dia membuka pikiranku untuk mempertimbangkan baik buruknya keputusanku. Dari dia aku selalu tahu ada hal2 yang kadang2 di luar jangkauan pikiranku yang tak pernah menjadi pertimbanganku. Ya dia baik sekali, aku berhutang banyak dengannya. Terimakasih atas segalanya.

‘Kamu tahu ga, apa yg kita dapat dari semua yang kita lakukan ini?,’ tanyanya.
‘Pengalaman,’jawabku,’Bukankah pengalaman lebih berharga dari uang. Kita jangan menilai segala sesuatu dengan uang bukan?’
‘Ya, pengalaman! Meskipun kita tidak dapat apa2, tapi suatu saat nanti kita akan mendapatkan hasil dari jerih payah kita. Jika bukan dari sini, Tuhan yang akan memberikannya dalam bentuk lain,’katanya.
‘Ya, saya sering sekali beroleh kemudahan2 dari Tuhan. Saat rasanya jalan sudah buntu, tidak tau harus bagaimana. Tiba2 saja selalu ada pertolongan,’ kataku.
‘Ya, itulah. Makanya jangan menilai segala sesuatu dengan uang. Jalani semua dengan ikhlas.’
‘Banyak teman2 saya yg suka ngeluh, di kantornya pas jadwalnya lg off, dia disuruh masuk, tanpa dapat uang lembur sama sekali. Saya bilang itu untuk menguji loyalitas kamu. Jalani saja, syukuri. Kalau ngeluh terus kamu menjalaninya pasti akan terasa berat. Ingat masih banyak yg sampai sekarang berjuang untuk dapat pekerjaan tapi ga dapat2.’

Dan benar, kerja di mana pun pasti ada ga enaknya. Ketemu beberapa teman lamaku. Mereka rata2 pada ngeluh pengin pindah kerja. Biar gaji gedhe, mereka terlihat tertekan, badan tambah kurus. Mungkin mereka pikir aku di sini sejahtera banget ya. Badanku ndut, bisa ketawa lepas. Mereka tidak tau, sebenarnya aku juga banyak melewati masa2 sulit, putus asa. Toh pada akhirnya aku bisa bertahan mpe sekarang dan aku menikmatinya. Ada masa2 di mana kita bisa santai, tapi ada juga masa2 hard time, dikejar deadline, harus lembur berhari-hari. Tapi jika itu sudah lewat dan berhasil dengan baik, rasanya akan lega dan ada kepuasan tersendiri. Ya, di sini aku banyak belajar, jadi terbiasa work must be finished in limited time, jadi sudah tidak terlalu sport jantung lagi jika ada tugas dadakan. Dinikmati saja.

Akhirnya pk.05.30 aku pulang. Ketemu Bapak Cleaning service, dia baru bangun. Terburu-buru membukakan pintu gembok gerbang menuju kantorku. He…. Dikiranya aku baru datang, padahal aku baru mau pulang. Saat ketemu satpam di bawah, ada Ibu2 yg pagi2 sudah datang. Bpk Satpam itu bilang,’Ibu sudah datang, Ibu ini baru bangun!’
‘He he…. Pulang dulu ya Pak, nanti saya ke sini lagi,’ pamitku.

Mau lihat foto rangkaian bunga hasil karya kami?
Kemarin sempat memfoto. Nanti ya, kapan2 klo sempat upload. Aku paling tidak sabar saat Upload, memakan waktu lama……….


No comments:

Post a Comment