Tuesday, November 15, 2011

TENTANG TOKOH


Started in June 2008 till July 19, 2008

Ini bukan hanya tentang tokoh yang kukagumi, menjadi panutanku, tapi juga tokoh yang begitu menarik perhatianku, yang membuatku rela meluangkan waktuku untuk membaca atau pun menonton segala hal tentang dia. Banyak pengalaman, ilmu ataupun hiburan yang bisa kudapat dari tokoh2 ini. Berikut kuulas secara random, tanpa prioritas tokoh mana yang paling kukagumi, kusukai atau pun karyanya paling banyak kubaca.

  1. Jesus Christ
Bapaku yang di surga. Dialah sumber segala kasih, sumber segala rahmat. Kepada-Nya-lah aku selalu bersandar. Saat aku sedih, terpuruk, putus asa, kepada-Nya-lah aku minta kekuatan. Aku berani minta apa pun ke Dia. Hanya kadang permintaanku tidak dikabulkan. Mungkin dia ingin mengujiku, seberapa kuat aku mampu menghadapi. Aku yakin Dia tidak akan menguji melebihi kemampuanku. Dia ingin aku berpikir, berjuang dengan usahaku sendiri, dengan begitu aku bisa bertumbuh. Atau karena Dia memiliki alasan lain. Dia memiliki rencana lain untukku, yang aku sendiri ga tau apakah itu, tapi aku yakin itu yang terbaik untukku. Dia juga yang selalu mengulurkan tangan-Nya saat aku dalam kesulitan, saat butuh pertolongan. Tapi sayangnya kadang aku lupa berterimakasih kepada-Nya, mengucap syukur atas segala karunia-Nya. Tapi aku tahu Dia tidak akan pernah marah padaku, karena Dia begitu sabar, kasihnya tak berkesudahan. Aku tahu, Dia selalu ada untukku. Kapan pun, di mana pun aku berada.

  1. Bunda Maria
Dia bagaikan seorang Ibu buatku. Ya, dia memang Ibuku. Kepadanya aku bisa berbagi banyak hal. Saat aku sedih, putus asa, kepadanyalah aku bercerita dan minta doa kekuatan darinya. Hal2 yang tak bisa kuceritakan ke Ibuku dengan gampang bisa kuceritakan kepadanya. Dengan berbagi cerita dengannya, aku merasa lebih tenang. Dan aku tahu, dia selalu siap membantuku, menuntunku ke jalan yang benar. Saat aku bimbang, tidak tahu harus bagaimana, kepadanyalah aku lari minta pertolongan. Hanya kadang aku juga lupa berterimakasih kepadanya. Tapi aku tahu, dia selalu siap mengulurkan tangannya untukku. Kasih Ibu tiada batasnya.

  1. Ayah-Ibuku
Karena merekalah aku bisa survive sampai sekarang. Tanpa kenal lelah mereka mengasuhku, menjagaku, membimbingku, men-supportku dalam segala hal. Mereka tidak pernah mendikteku harus jadi apa, semua terserah padaku, apa pun keputusanku mereka akan mendukung, karena toh aku juga yg menjalani. Ayahku orang yang disiplin dan ontime. Berbeda dengan Ibuku, cenderung suka ngaret. He he. Dan memang paling gampang meniru yang tidak baik ya dp yang baik. Akhirnya anak2nya suka ngaret semua. Yah, tapi Ibuku kadang suka telat juga karena ada alasannya. Ibu apa2 dikerjain sendiri, dia orang yang sibuk, banyak sekali kegiatannya. Jadi wajar klo suka telat. Yang penting ke-handle semua. Aku kadang suka telat  juga ada alasannya,…… he he membela diri. Ga harus diulas di sini kan alasannya apa? ^_^

  1. Paus Yohanes Paulus II
Dialah Paus yang paling kukagumi. Segala hal tentang dirinya amat menarik buatku. Sosok yang universal, dekat dengan siapa saja. Low profile, ramah. Dia begitu sayang dengan anak2. Meskipun sudah menjabat Paus, dia tetap sosok yang sederhana, dia lebih memilih kamar tidur yang sederhana, dengan ranjang keras sebagai alas tidurnya. ‘Lebih nyaman spt ini,’ katanya. Dia cinta damai, banyak hal yang telah diperjuangkannya untuk perdamaian dunia. Ya, dia sangat mencintai dunia, mencintai alam. Dalam setiap kunjungannya ke berbagai Negara selalu diciumnya tanah sebelum menginjakkan kaki ke Negara yang dikunjunginya sebagai tanda cintanya. Begitu pun waktu Beliau berkesempatan berkunjung ke Indonesia.
Bapa Paus berkenan mempersembahkan misa di Yogyakarta, di Lapangan Udara Adi Sutjipto, 10 October 1989 (sst… kata Ibuku, hebat ya, msh ingat). Waktu itu aku duduk di bangku kls II SD. Ingin sekali aku mengikuti misa itu, tapi dilarang ayah-ibuku, tidak boleh membolos sekolah. Ayah-ibu berkesempatan menghadiri misa itu. Akhirnya aku harus rela hanya menyaksikan siaran ulangan misa di tv. Saat mendengar berita kematiannya, aku merasa kehilangan, tapi mungkin memang sudah saatnya, sudah begitu banyak yg dilakukan Bapa Paus. Sudah saatnya beristirahat. Semoga semangatnya, segala perjuangan yang telah dirintisnya tetap dilanjutkan oleh generasi penerusnya.

  1. Mother Theresa
Sosok yang bersahaja. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk menolong sesama. Dia begitu peduli dengan kaum papa, mereka yang terlantar, sakit di jalanan. Sempat ada kontroversi yang mempertanyakan ketulusan pengabdiannya dengan ditemukannya surat2nya kepada penasehat spiritualnya yang menyatakan dia merasa jauh dari Tuhan. Yah, memang wajar kalau kadang kita merasa jenuh dengan rutinitas kita, merasa ditinggalkan saat kita dalam kesulitan tidak kunjung datang pertolongan. Mother Theresa juga manusia biasa dengan segala keterbatasannya. Seringkali dia dipusingkan dengan terbatasnya dana, logistic, obat-obatan dan tenaga sukarelawan yang tidak bisa mencukupi kebutuhan kaum papa di sekitarnya.

  1. Lady Diana
Dunia seperti terhenyak waktu tau ternyata dibalik keanggunannya, kecantikannya, keramahannya dia menyimpan duka yang mendalam. Kehidupan pribadinya ternyata tak seindah yang dibayangkan orang. Dia tak memperoleh cinta sejati seperti yang selalu diangankannya. Betapa bodohnya Charles, dengan begitu mudahnya meninggalkannya, itu kataku. Sangat disayangkan. Yah, Pangeran Charles juga tidak bisa disalahkan. Dia mengejar cinta sejatinya, cinta pertamanya pada Camilla Parker Bowles, pada akhirnya cinta yang bicara. Tragis memang.
Di luar kehidupan pribadinya, Lady Di sosok yang begitu dicintai banyak orang. Dia begitu low profile, tidak pernah menempatkan dirinya sebagai kaum ningrat. Begitu pun dia mendidik anak2nya dengan gayanya sendiri. Dia ingin anak2nya juga merasakan hidup normal layaknya teman2 sebayanya. Yah, dia dengan berani menentang norma2 istana yang dirasanya tidak sesuai dengan hati nuraninya. Dia ingin mengenalkan kehidupan di luar istana kepada anak2nya. Dia gemar beramal, tidak pernah membeda-bedakan orang. Bisa dekat dengan siapa saja. Bahkan dengan tangannya sendiri dia mau menyentuh mereka yang sakit lepra tanpa takut akan tertular. Tindakannya ini begitu menyentuh banyak orang. Mau terjun langsung di Kamboja yang saat itu tengah rawan akan ranjau darat di tengah konflik yang melanda negeri itu. Kecelakaan mobil yang pada akhirnya merenggut nyawanya. Yah, kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak orang yang mencintainya. Ya, pemakamannya membuktikan begitu banyak orang yang peduli padanya, beribu-ribu orang menghadiri pemakamannya, beribu-ribu buket dan karangan bunga menghantar kepergiannya dan berjuta-juta pasang mata menyaksikan upacara pemakamannya melalui televisi. Yah, pesonanya tidak akan pernah pudar sampai kapan pun.

  1. Barrack Obama
Sosok yang belakangan ini banyak kuikuti perkembangannya. Artikel2, biografi, dan segala hal tentang dirinya amat menarik buatku. Sosok yang universal, low profile, ramah, ayah dan suami yang baik. Dia sungguh mencintai dan bertanggungjawab atas keluarganya. Orator ulung, mampu menghipnotis ribuan pendukungnya. Pekerja keras. Segala sesuatu tidak dimulainya dengan mudah. Dia pernah mengalami masa2 sulit, masa2 dia merasa ada diskriminasi atas warna kulitnya. Cita-citanya ingin mewujudkan ‘satu Amerika’, tanpa ada perbedaan, tidak ada perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa, ras, dll. Dengan tulus dia mau berterimakasih kepada Hillary Clinton, rival politiknya yg sama2 di bawah partai Demokrat yang dengan sportif mengakui kekalahannya dan menyatakan kesediaannya mendukung Obama. Dulu di masa kecilnya pernah merasakan tinggal di Indonesia, jika sampai sekarang masih tetap tinggal di Indonesia, bisa jadi karir politiknya tidak akan secemerlang sekarang. Negeri ini belum bisa sepenuhnya menerima perbedaan. Sampai sekarang belum pernah ada warga keturunan yang memperoleh kesempatan  dan berhasil memegang tampuk pimpinan tertinggi di negeri ini. Banyak yang berharap dia bisa memberi perubahan kepada Amerika. Amerika yang lebih universal.

  1. Tony Blair
Mungkin banyak orang yang tidak menyukainya. Temanku juga mempertanyakan kenapa aku menyukainya. Aku suka saja melihatnya. Wajahnya begitu ramah, murah senyum kepada siapa saja. Ayah yang baik bagi anak2nya dan suami yang setia. Loyalitasnya tidak diragukan. Meskipun kadang2 ada hal2 yang tidak sesuai dengan hati nuraninya, tapi demi loyalitasnya, tugas2 dia laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Popularitasnya surut akibat Perang Irak dan skandal politik. Pada akhirnya dia memilih mundur dari jabatan Perdana Menteri. Meskipun dia pada akhirnya dikirim menjadi Utusan khusus Kuartet Timur Tengah, dia tidak merasa diasingkan, tidak merasa terusir dari negaranya. Dia tetap melaksanakan tugas2nya dengan penuh tanggung jawab.

  1. Prof. Dr. Komaruddin Hidayat
Terpilih sebagai RektorUIN Syarif Hidayatullah th. 2006-2010. Aku suka membaca tulisan2nya, esay-nya di koran2. Universal dan analisisnya dalam. Bahasanya mudah dimengerti dan natural. Tidak membosankan dan memang benar2 terjadi dalam hidup kita sehari-hari.

  1. Enid Blyton
Salah satu pengarang yang buku2nya banyak kubaca dari aku kecil sampai dengan SMP. Buku cerita lepas, buku cerita berserinya amat kugemari. Bahasanya mudah dimengerti dan begitu banyak nilai2 yang terkandung di dalamnya. Dulu aku senang sekali ketika mendapat hadiah ultah buku2 cerita karangan Enyd Blyton. Buku cerita berserinya yang sudah kuselesaikan dan amat kugemari di antaranya Lima Sekawan, Mallory Towers, St. Clare, Si Badung di Sekolah. Sampai2 dulu aku banyak berkhayal pengin berpetualang dan pengin sekolah berasrama, sepertinya menyenangkan sekali. Tapi waktu SMA, ketika pada akhirnya Ibu mengambilkan form sekolah Van Lith, yang merupakan sekolah asrama, aku menolaknya, aku sudah berubah pikiran. He he…. Aku ga mau hari2ku dibatasi dengan aturan2 asrama yg ketat. Aku ingin menikmati masa2 SMA-ku.

  1. Oprah Winfrey
Sosok yang patut diteladani. Ketekunannya berbuah sukses. Karirnya dimulai dari bidang jurnalistik. Dari seseorang yang bukan apa2 dia bisa membuktikan dia bisa menjadi salah satu sosok yang mendapat perhatian public dari berbagai belahan dunia. Acaranya Talk show ‘Oprah Winfrey’ begitu digemari. Sarat akan nilai moral, pengetahuan, pengalaman dan penghargaan akan sesuatu. Mengupas sisi2 kehidupan yang benar2 ada yang kadang2 kurang mendapat perhatian kita. Pada akhirnya acara ini menginspirasi adanya Talkshow2 sejenis di negara2 lain. Salah satunya ‘Kick Andy’ di Indonesia, tayang di Metro-TV, yang akhirnya juga mendulang kesuksesan.

  1. Bill Gates
Dia tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Tapi wawasannya begitu luas karena rajin membaca. Kerja keras dan keuletannya menghantarnya menjadi Bos Microsoft. Dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia (No. 3, data per 1 April 2008). Tapi dengan kekayaannya tidak menjadikannya tinggi hati, meskipun dalam bisnisnya tak segan2 melakukan berbagai cara demi meraih kesuksesannya. Dia tidak ingin anaknya hanya mengandalkan aji mumpung dengan mendompleng nama tenar dan warisan orangtuanya. Dia berencana hanya akan mewariskan sebagian kecil dari kekayaannya kepada anaknya (AS $ 10 juta). Dia tidak mau anaknya hidup tergantung pada harta. ‘Itu tidak mendidik dan hanya akan membatasi perkembangan mereka,’ katanya. Dia mau anaknya juga merasakan apa itu perjuangan, kerja keras, usaha. Jika mau sukses harus ada kemauan dan usaha. Belakangan dia mengundurkan diri dari Microsoft, dia hanya akan berada di belakang layar. Saat ini dia ingin focus di Yayasan amal yang didirikannya bersama istrinya Bill & Melinda Gates Foundation yang memiliki dana abadi AS $ 38,7 miliar.

  1. Raul Gonzalez
Pemain bola dari Spanyol, di bawah club Real Madrid. Aku menyukainya sejak SMA. Ganteng dan tidak macam2. Low profile dan loyalitasnya tidak diragukan. Dia begitu mencintai keluarganya, setia pada istrinya. Setiap selesai mencetak gol, selalu diciumnya cincin pernikahannya sebagai tanda cintanya pada istrinya. So Sweet…. Sempat menjadi andalan Real Madrid. Bernomor punggung 7. Saat David Beckham masuk ke Real Madrid, David Beckham sempat ngotot minta no. 7 untuk no punggunggnya, tapi tidak dikabulkan oleh Real Madrid, No. itu milik Raul. Sayangnya sekarang karena factor usia, dia sudah jarang ditempatkan sebagai pemain utama oleh sang pelatih. Yah, sudah saatnya regenerasi.

  1. David Beckham
Banyak temanku cewek yang sama sekali tidak menyukainya. Cowok metroseksual. Aku menyukainya juga bukan Beckham sebagai pribadi, tapi Beckham sebagai seorang figure. Pribadi yang menyenangkan. Dia begitu ramah, murah senyum. Dulu waktu masih sebagai Kapten Timnas Inggris, aku suka sekali dengan caranya menyapa anak2 kecil pendamping pemain sebelum permainan dimulai. Terlihat sebagai sosok yang begitu menyukai anak2. Ya, dia seorang ayah yang baik, begitu mencintai keluarganya. Demikian pun waktu Timnya kalah, dengan sportif dia memberi selamat kepada Tim lawannya dan dengan sabar dia menghibur teman2 seperjuangannya yang merasa terpukul. Perjuangannya hingga bisa menyandang nama besar juga tidak mudah. Dia sejak kecil sudah giat berlatih di Club2. Kesuksesannya juga berkat kedisiplinannya. Dia terkenal begitu ontime. Dia selalu tiba di lapangan untuk berlatih lebih dulu dibanding temannya. So kalau pengin sukses mulailah dari dirimu sendiri dulu, disiplin diri dan selalu on time. Memulai hari dengan bangun pagi, so kita jadi lebih punya banyak waktu, jadi lebih banyak yang bisa kita lakukan. He he, sudah tau teori ini sejak lama. Tapi tyt buat ngejalaninnya susah juga ya. ^_^
Sekarang kepopulerannya di Inggris mulai turun, tapi dia tetap dipuja di Amerika. Yah... Beckham tetaplah Beckham.

  1. Ricardo Kaka
Playmaker AC Milan dari Brazil. Cakep dan ramah. Meski berasal dari keluarga papan atas tidak menjadikannya orang yang sombong. Dia tetap low profile. Sempat diragukan kemampuannya bermain bola karena latar belakang keluarganya. Akhirnya dia membuktikan kalau dia benar2 memiliki kemampuan. Berkat keuletannya dia terpilih menjadi pemain sepak bola terbaik dunia 2007 versi FIFA dan versi World Soccer Magazine, pemain terbaik UEFA 2007, dan masih banyak lagi prestasi yang sudah diraihnya. Seorang yang setia pada istrinya dan begitu mencintai keluarganya. Penganut Kristen yang taat, ia percaya ‘Tuhan selalu akan memberi kita lebih dari yang kita minta dan itulah yang terjadi dalam kehidupan saya.’

  1. Mamoru Chiba
Kalau ini tokoh di komix Sailormoon. Kubaca waktu SD. Dulu aku dan teman2ku begitu menyukainya, suka berkhayal, andai mendapatkan seorang pangeran seperti Mamoru….
Cowok yang tampan, dewasa, bijak, pintar, selalu siap melindungi Usagi kapan pun, di mana pun. He he… apa iya ada orang seperfect itu. Yah, namanya juga berkhayal.

  1. Gong Chan – My Girl
Ini tokoh di Korean drama series. Seorang General Manager yang tampan, cool, cerdas, pewaris utama kekayaan kakeknya. Tapi itu semua tidak menjadikannya sombong. Dibalik kecuekannya sebenarnya dia orang yang penuh perhatian, murah hati dan tidak tegaan. Pada akhirnya dia jatuh cinta dengan seorang gadis biasa, yang tidak mengenyam pendidikan tinggi, yang suka menipu karena terpaksa demi melanjutkan hidupnya. Saat hubungannya tidak disetujui oleh kakeknya, dia dengan rela meninggalkan keluarganya, rela kehilangan hak atas warisannya demi mendapatkan cinta sejatinya. So sweet…

  1. Detektif Conan
Detektif tampan dan cerdas yang pada akhirnya menjadi anak kecil karena dipaksa minum ramuan yang bisa memperkecil tubuhnya. Begitu cerdas dalam memecahkan masalah, bahkan masalah yang paling rumit sekalipun. Aku kadang begitu heran, begitu banyak trix2 sederhana yang bisa kita jumpai dalam hidup sehari-hari yang bisa dengan aman digunakan untuk melakukan kejahatan, karena sulit terlacak. Tapi kadang2 juga khawatir, takut klo teknik2 yang amat baik itu menginspirasi orang untuk melakukan kejahatan.

  1. Masumi Hayami
Tokoh di komix ‘Topeng Kaca’ yang kubaca dari SMP. Orang dewasa, Direktur perusahaan Daito berusia 30 th yang jatuh cinta pada aktris muda Maya Kitajima yang baru berusia 15 th. Dia tidak dengan terang2an menunjukkan cintanya pada Maya. Di depan Maya dia menjadi sosok yang begitu dibenci Maya. Sosok yang arogan, tega melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Tapi di belakang itu, dia selalu mendukung Maya, diam2 memberi support lewat pesan di buket mawar jingga yang selalu dikirimkannya ke Maya. Diam2 memberi pertolongan saat Maya dalam kesulitan. Yah, dia terjepit di antara 2 pilihan, antara balas budi ke ayah angkatnya dan cintanya pada Maya. Sayangnya mpe sekarang cerita ini belum ada akhirnya. So… nghayal sendiri aja deh, bikin akhir happy end sendiri… tapi kan jadi ga seru.

  1. Alfa (menyamar jadi Paman Albert di komix Candy2)
Kalau ini tokoh di Komix Candy2. Aku baca waktu SD. Sewaktu dijadiin sinetron Candy2 di RCTI, jd seperti diingatkan lagi dengan Alfa. Dewa penolong bagi Candy. Selalu ada bagi Candy2 kapan pun di mana pun. Menolong dengan tulus di belakang Candy, tanpa Candy pernah tahu siapakah dewa penolongnya itu. Dia lebih memilih meninggalkan keluarganya yang dari kalangan atas tanpa peduli akan kehilangan hak waris, untuk hidup mengembara, menolong anak2 jalanan. Cinta tanpa pamrih. Pada akhir cerita, berkat ketulusan dan kesabarannya akhirnya dia hidup berbahagia bersama Candy.

  1. Harry Potter
Sosok yang begitu dicintai banyak orang tapi juga amat dibenci oleh musuhnya si Lord Voldemort dan para pelahap maut. Anak yang cukup cerdas tapi kadang suka melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang. Dia begitu peduli dengan orang lain, sampai2 rela mengorbankan dirinya bagi teman2 dan orang2 yang dicintainya. Dia harus merasakan begitu banyak penderitaan, begitu banyak ujian, begitu sering kehilangan orang2 yang dicintainya. Tapi dia juga mempunyai banyak sahabat yang selalu siap mengorbankan nyawa untuknya. Pada akhirnya dia dengan rela melepaskan symbol kekuasaan yang bisa saja dimilikinya (tongkat sihir elder), dia lebih memilih hidup bahagia dengan keluarganya di tengah2 manusia biasa (para muggle). Padahal kalau mau dia bisa saja menjadi penguasa dunia sihir setelah berhasil mengalahkan Lord Voldemort dan mendapatkan tongkat sihir elder. Tapi dia lebih memilih hidup bahagia bersama keluarganya, dia tidak mau ada pertumpahan darah lagi demi memperebutkan tongkat sihir elder. Dia memilih tongkat sihirnya sendiri yang sebelumnya patah (diperbaiki dengan meminjam kekuatan sihir tongkat sihir elder sebelum dihancurkannya tongkat itu). Yah, tidak selamanya harta, kekuasaan dan popularitas membuat kita bahagia. Kebersamaan bersama orang2 yang kita cintai, itu adalah harta yang tak ternilai, tak bisa digantikan oleh apa pun.

  1. Profesor Dumbledore
Salah satu guru besar di Hogwarts, menjabat sebagai kepala sekolah. Seorang professor yang bijak, cerdas, wawasan dan pengalamannya begitu luas. Pandangannya jauh ke depan dan pandai menganalisis sesuatu. Keahlian sihirnya tingkat tinggi. Sosok yang begitu disegani baik oleh teman2nya maupun musuh2nya. Dia begitu mencintai Harry Potter dan selalu siap melindunginya. Hanya kadang suka kurang terbuka dengan Harry hingga seringkali terjadi kesalahpahaman. Saat akhirnya dia meninggal, aku ikut sedih, Harry kehilangan pelindungnya, benar2 jadi sebatang kara setelah sebelumnya Harry kehilangan Walinya (Sirius Black). Ya, Harry harus belajar mandiri, tidak tergantung terus pada orang lain.

  1. Doraemon
Dulu waktu kecil suka berandai-andai, andai aku punya Doraemon, pasti segala sesuatu akan lebih mudah buatku. Tapi itu tidak boleh, aku pasti akan tumbuh menjadi anak yg malas, aku ga mau seperti Nobita, segala sesuatu dengan gampangnya, tanpa usaha bisa  dia dapatkan. Dan itu amat sangat tidak mendidik.

  1. Brad Pitt-Angelina Jolie
Terlepas dari kehidupan pribadinya yang penuh kontroversi, aku salut pada pasangan ini. Mereka dengan begitu mudahnya berbagi, tidak segan2 menyumbang sejumlah besar uang untuk amal. Mereka begitu mencintai anak2, dengan senang hati mengadopsi anak tanpa membeda-bedakan warna kulit, suku bangsa. Mereka sekarang memiliki 3 anak adopsi, Maddox, Pax dan Zahara. Aku berharap pasangan ini tetap bertahan, menjadi panutan bagi pasangan2 selebritis yg lain. Dan kini mereka tengah bahagia dengan kelahiran bayi kembar mereka, anak perempuan (Vivienne Marcheline) dan laki2 (Knox Leon), anak ke-5 dan ke-6 bagi mereka.

  1. Susan Bachtiar
Menurutku dia memiliki inner beauty, cantik luar dalam. Smart, ramah, baik, sayang anak-anak, pekerja keras, anggun. He he … aku belum pernah dengar yang jelek2 tentang dirinya.

  1. Prof. Yohanes Surya, Ph.D.
Salah satu orang jenius yang dimiliki Indonesia. Dia berhasil menghantar banyak pelajar2 Indonesia meraih medali emas, perak, dan perunggu dalam Olimpiade2 dan berbagai kompetisi Sains Internasional. Aku suka baca rubric ‘Fenomena’-nya di majalah ‘Intisari’, penjelasannya ilmiah dan bisa diterima nalar. He he… dia membuktikan, Indonesia sebenarnya memiliki banyak orang pintar, hanya saja mungkin penghargaan bangsa ini terhadap orang pintar dan prestasi masih kurang. Mereka yang punya harta dan kekuasaan yang lebih mendapat tempat di negeri ini. Akibatnya banyak orang pintar yang menyalahgunakan kepintarannya untuk bertindak kriminal, bisa jadi bermula dari iseng (ex: hackers & bomb makers). Semoga suatu saat nanti, dunia penelitian lebih mendapat perhatian dan penghargaan dari pemerintah (dengan dianggarkannya budget khusus untuk penelitian) dan masyarakat, karena dari situ lah dirintis upaya2 untuk memajukan bangsa ini.


  1. Satria Baja Hitam
Pahlawanku waktu SD. Sepertinya sosok yang perfect banget. Cakep, gagah, baik, selalu siap menolong siapa saja kapan saja, ramah, cinta anak-anak. He he… dulu waktu SD, tiap ekstra sore buru2 pengin cepet nyampe rumah demi bisa nonton Satria Baja Hitam.

  1. Superboy – Superman
Superhero. Tokoh yang hampir sama, cuma Superboy waktu Clark masih kuliah dia berpacaran dengan Lana Lang, sedang Superman setelah Clark memasuki dunia kerja di bidang jurnalistik, berpacaran dengan Louis. He he sepertinya dunia bakal aman damai terkendali kalau dia benar2 ada. He he… apa iya….

  1. Donal Bebek
Ini tokoh kartun yang paling kusukai. Bebek malang yang selalu ditimpa sial, sepertinya keberuntungan tidak pernah berpihak padanya. Dia paman yang begitu dicintai ponakan2nya. Meskipun kadang suka berbuat curang, tapi pada dasarnya dia baik dan pekerja keras, tapi lebih sering malasnya. He eh.

  1. Crayon Shincan
Anak nakal yang selalu bikin susah orang lain, suka membuat pusing orang2 di sekelilingnya. Sepertinya dia belum puas jika belum ngerjain orang tua, ibu guru, tetangga dan teman2nya. Anak yang lempeng dot com. Tapi dia cukup cerdas, punya banyak akal untuk melepaskan diri dari kesulitan. Cukup menghiburku. Dulu tiap minggu pagi film kartun Crayon Shincan yang selalu kutunggu, komixnya juga sering kubaca dulu waktu kuliah. He he tapi tampaknya sekarang sudah menghilang dari TV atau aku yang dah jarang nonton TV sekarang. Tapi semoga kenakalannya tidak ditiru oleh anak2 kecil yang menontonnya. Ndak baik, bikin pusing orang tua.

  1. Soesilo Bambang Yudhoyono
Sebenarnya juga bukan tokoh idolaku, tapi aku salut dengan Beliau ini. Menanggapi segala sesuatu dengan sabar, dengan kepala dingin. Dulu waktu Pemilu aku memang tidak memilihnya, belum merasa yakin dengan figure baru, tapi seiring waktu mulai tumbuh respect-ku. Aku memang tidak terlalu tahu dunia politik dan tidak terlalu tertarik untuk mendalaminya. Meskipun dukungan terhadap Beliau kian hari kian menurun, terlebih sejak kenaikan harga BBM. Dan banyak lawan politiknya yang berusaha menjatuhkannya dengan terang2an menjelek-jelekkannya dalam Kampanye politik, memancing huru-hara dengan memprovokasi sana-sini, dia tetap tenang. Dan aku mulai tidak respect lagi dengan para capres yang dalam Kampanye Politiknya secara terang2an menjelek-jelekkan calon lain, atau pun menjanjikan sesuatu yang menurutku tidak realistis. ‘Sekolah gratis’…. He he untuk sekarang ini Indonesia belum bisa, belum siap. Terlalu dini untuk menjanjikan sekolah gratis. Dp nantinya menjadi boomerang, tyt tdk bisa merealisasikannya, dan banyak dipertanyakan, mending menjanjikan bantuan fasilitas sekolah yang lebih memadai dan bantuan subsidi dan beasiswa uang sekolah bagi yang tidak mampu. Spt pembelian hak cipta buku2 pelajaran yang dilakukan Pemerintah beberapa bulan kemarin, menurutku itu lebih rasional. Menurut pooling, dukungan terhadap SBY dari dalam negri belakangan ini semakin menurun terlebih sejak naiknya harga BBM, berbeda dengan dukungan dari luar negri thd SBY yang semakin naik. Ya, kebanyakan rakyat Indonesia memang masih melihat segala sesuatu dari dampak jangka pendeknya, sedang Luar negri lebih ke dampak jangka panjang, dan penanganan masalah secara lebih terencana. Menurutku siapa pun yang menjabat pemerintahan sekarang ini, semua akan dihadapkan pada situasi sulit, yang ini semua merupakan akumulasi dampak peninggalan orde baru yang lebih memfokuskan pertumbuhan ekonomi pada investasi asing tanpa mempertimbangkan begitu banyak asset (SDA & SDM) yang sebenarnya bisa kita berdayakan sendiri. Akibatnya sampai sekarang kita belum bisa mandiri. Yah, ini semua perlu pembenahan2, pelan2 dengan kerjasama dan pengertian dari semua pihak, pasti akan bisa teratasi. Semoga….

  1. Mira W dan Marga T.
Novelis yang karya2nya paling banyak kubaca sejak SD. Banyak judul yang telah kuselesaikan. Dalam hitungan jam dulu aku bisa menyelesaikan novel2 di sela2 waktu belajar dan bermainku. Kadang2 ngumpet2 disembunyiin di bawah buku cetak waktu belajar di kamar ataupun di sekolah. He he… nakal ya. Habis penasaran pengin cepet selesai. Rata2 background tokoh dari dunia kedokteran, secara 2 pengarang ini background pendidikannya juga kedokteran. Cerita Mira W. menurutku cenderung sad end, kadang mengambang, pembaca diminta menyimpulkan sendiri, dan terkadang berakhir tragis. Tapi secara keseluruhan ceritanya menarik, rada berat dan susah ditebak akhir ceritanya. Kalau Marga T. lebih lunak, ceritanya lebih ringan dan rata2 berakhir dengan happy end, so kita yang membaca jadi lebih terhibur. Sekarang dah jarang baca novel2nya, tapi aku masih ingat novel2 mana saja yang dulu pernah kubaca. He…. Aku punya sohib yang hobi banget koleksi novel2, diantaranya karya Mira W dan Marga T, so aku dulu kadang2 suka pinjam dari dia, dengan syarat kembali tidak boleh lecek. Sama kaya aku, kalau mau pinjam bukuku boleh saja, asal kembali jangan lecek, jangan dilipat atau pun dicorat-coret. Aku paling cerewet soal buku. Suka sebel kalau ada yang pinjam buku, saat kembali dah lecek n beberapa halaman sobek, yah suka ada yang ga kembali juga, mo nagih lupa dipinjam siapa. So…. Sekarang jadi lebih berhati2, mana yang bisa dipercaya, mana yang tidak. Tapi benar juga, jika kita berani meminjamkan sesuatu kepada orang lain, kita harus menyiapkan diri kita untuk kehilangan. Syukur bisa kembali….kalau tidak …. ya ikhlaskan saja. So… kalau belum siap untuk kehilangan… ya jangan dipinjamkan.

Apalagi yach…?
Ini dulu aja dech, udah banyak banget. Nti kalau ada lagi ditambah lagi.


No comments:

Post a Comment