Tuesday, November 15, 2011

KENAPA RETNET???????? *I miss my childhood*

Wednesday, February 18, 2009


Kenapa blog ini kunamai Retnet_mychildhood? Tadinya kusingkat Retnet_mychild biar lebih simple, belakangan kupanjangin namanya biar ga salah persepsi. Nti dikiranya itu nama buat anakku kelak……hek hek….
‘net’, bukan dari kata ‘net’ bhs Inggris yang artinya jaringan, tapi itu nama panggilanku di masa kecil. Retnet……Retnek!!!!! Nenekku yang memanggilku demikian. Sampai sekarang masih melekat dalam memoryku. Hanya nenekku yang memanggilku dengan nama itu dikala nenek sedang marah padaku. Dan ini sering……coz dulu memang aku sering dimarahi nenek. Gara2 main ‘pasaran’ ga diberesi, gara2 manjat pohon, gara2 teman maenku pada berisik, gara2 bertengkar ma adikku dan aku ga mau ngalah * kenapa jg yg gedhe yg musti ngalah :( * , gara2 ga mau disuruh beli sesuatu ke warung. Biarpun nenekku ini galak, tapi kepadanyalah aku n adik2ku lari minta perlindungan klo dimarahi Ibu. He he he

My childhood…… Ya….. aku rindu masa kecilku. Masa2 yang begitu menyenangkan dalam hidupku. Masa2 aku bebas melakukan apa saja yang aku mau. Masa2 di mana aku belum banyak terikat ma sesuatu. Masa2 di mana aku memiliki banyak waktu untuk bermain dan punya banyak teman main. Masa2 di mana aku punya aneka permainan dan ga pernah merasa bosan. Masa2 di mana aku ga perlu memikirkan besok mau makan apa, besok harus pakai baju apa. Masa2 di mana aku ga pernah merasa sakit coz biarpun sakit ga terasa, acara maen tetep jalan terus. Masa2 di mana aku ga pernah takut bakal sakit klo kehujanan, bakal item klo kepanasan, bakal tumbuh jerawat klo malas bersihin muka, bakal ndut klo makan kebanyakan, bakal kehabisan baju bersih klo ga mau nyuci-strika. Yaa……. masa2 di mana aku ga perlu khawatir akan hari depanku, masa2 di mana hidupku mengalir tanpa beban. Aku tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal, karena aku tahu, semua sudah tersedia untukku, aku aman dalam perlindungan dan pengawasan orangtuaku. Yaa…….masa2 indah yang tak akan pernah habis untuk diceritakan.

Yang aku sesalkan, aku kehilangan begitu banyak dokumentasi masa kecilku. Foto2 dari masa bayi sampai aku SD semuanya rusak dan tidak ada yang tersisa coz tidak kuat dimakan waktu. Andai ada yang masih menyimpan fotoku waktu masih bayi, bolehkah kucopi sebagai kenang2an?????? Hiks………

Waktu kecil, aku memiliki waktu bermain yang panjang. Bebas bermain apa saja, kapan saja, di mana saja……sampai jam kerja ayah-ibuku. Begitu mereka pulang dan mencariku……”Retno! Ayo pulang! Mandi!” bubarlah acara mainku. Teman2ku juga pada berlarian ga tau entah pulang entah mengungsi ke mana dulu lalu melanjutkan main mereka. Ya….. dulu teman2 mainku pada takut dengan Ibu. Tiap Ibuku sudah mulai muncul dengan teriakan khas-nya, itu pertanda acara main kami usai sudah. Yaah…………………
Dulu Ibuku memang galak sekali, tapi dia baik hati, sangat baik. Sekarang dah ga galak kaya dulu lagi, kadang2 masih suka marah2 klo kerjaan lagi menumpuk ga ada yg mau bantuin. Yah, sekarang mau galak juga percuma, anak2nya dah pada gedhe semua. Klo dimarahi dah pada pintar membantah. Klo marah terus nyuruh pergi, bakal pegi beneran coz ke mana2 sendiri dah pada berani. Ga kok, kita semua sayang ayah-ibu, ga akan tega untuk menyakiti hati mereka.

Dulu, klo main dengan teman2, biarpun makan seadanya, rasanya nikmat sekali, makan dimakan rame2. Waktu kecil, mbok Yem yg mengasuhku dari kecil, kadang suka membuatkanku nasi diuleg atau ditumbuk bersama gula merah. Sederhana bgt, tapi aku suka banget. Kadang2 klo mbok Yem sedang ga ada lauk, punya nasi putih hangat baru matang, diambilin secenthong di piring, dicampur dengan parutan kelapa + sedikit garam, rasanya nikmat sekali. Kadang2 aku suka pengin makan itu lagi. Tapi mpe sekarang aku ga tau, apakah ibuku tahu perihal ini atau tidak, kalau tahu pasti tidak akan diperbolehkannya sering2 coz tidak ada nilai gizinya.

Nasi kendo buatan mbah Pawiro, yg sekarang sudah ga ada. Aku mpe sekarang masih penasaran gimana cara bikinnya. Itu makanan yg paling enak menurutku. Makan nasi putih dengan lauk, udang dibikin ‘kendo’. Udang dicampur bersama parutan kelapa muda, dibumbui, dibungkus daun pisang terus dibakar. Rasanya………ga ada duanya. Aku pengin makan lagi, tapi ga ada yg bisa bikinin seperti mbah Pawiro, sayangnya mbah ini sudah meninggal lama sekali selagi aku masih kecil. Lagian, udang terus menghilang dari sungai2 di daerahku coz ‘racun endrim’ yang merajalela, ambisi demi mendapatkan banyak ikan secara cepat dan mudah tanpa memperhatikan ‘future responsibility’.

Sega among2, sega wiwit, sega genduren. He he itu makanan gratis dari tetangga, sebuah tradisi turun-temurun yg kian ditinggalkan. Sega among2, itu nasi yang dicampur dengan gudangan, atau nasi + urap yang dicampur jadi satu. Dibagi rata untuk anak2 kecil berbungkus daun pisang. Dimakan rame2 ma temen2. Rasanya uenak sekali. Biarpun klo di rumah susah disuruh makan, klo sega among2 pasti dibabat habis. Makan rame2 terasa lebih nikmat. Among2 ini nasi peringatan kelahiran seorang anak berdasar netu. (pon, legi, pahing, wage, kliwon). Ada telur rebus 1, dibagi rata untuk semua anak yg ada di sana. Masing2 anak dapat 1 potongan kecil sekali, bisa-bisa 1/20, tapi semua senang semua kebagian.
Sega wiwit, itu nasi sesaji pertanda panen akan dimulai. Bentuknya hampir seperti sega among2, hanya ada campuran gereh atau ikan asin di nasinya. Biasa dibagi di sawah. Makan rame2 sore2 di tengah sawah. Wuiihhhhhh…… rasa enaknya berlipat-lipat.
Sega genduren atau nasi kenduri. Ini nasi orang punya hajat. Baik itu peringatan kematian seseorang, kelahiran atau pernikahan. Bentuk dan macamnya beda2 tergantung apa yg diperingati. Kalau untuk peringatan kelahiran dan perkawinan biasanya ada jajan pasar (kalau aku tidak salah, ingatanku dah rada payah). Jajanan pasar ini isinya makanan kecil2 atau snack + buah2an seperti jeruk, pisang atau jambu. Nasi kenduri yg sekarang aku sudah bosan. Biasanya di rumah suka ga kemakan, akhirnya dibuang klo ga dijemur untuk dikeringkan. Aku pengin nasi kenduri yg zaman dulu. Masih pakai daun jati dan anyaman daun kelapa. Rasa nasinya beda banget, khas banget. Nasi uduknya lebih terasa gurih, dimakan dengan suiran ayam. Hm hm…….
Oh ya, dulu tiap ayah n kakekku habis pulang dari kenduri, aku n adik2ku pasti berlari-lari menyambutnya, demi uang receh yg ada di jajan pasar dan berebut ayam suir yang ada di nasi uduk. He he. Uang receh lima puluh atau seratus rupiah, zaman dulu buat uang jajan dah banyak banget. Beli permen aja satunya lima Rupiah.

Kalau ada tetangga yg meninggal, dulu anak2 kecil suka dikumpulin, terus di pelipis diberi semacam ramuan yg ditumbuk dari sejenis jamu2an, katanya untuk menolak bala. Aku lupa apa namanya. Baunya khas sekali.
Kalau ada yg melahirkan, di atas pintu rumah dulu suka dikasih potongan bambu yg dicoreng-moreng warna putih dan aneka dedaunan, itu juga untuk tolak bala. He he…sekarang kebiasaan ini sudah hilang, mungkin hanya orang2 tertentu dan keraton yg masih melanjutkan tradisi ini. Sebenarnya sayang juga klo sampai hilang sama sekali. Biarpun ribet tapi seru. He he.

Masa kecil. Masa yang akan membekas sampai kapan pun. Bahagia, susah, senang, sedih, semua terekam kuat di benak kita. Dan itu semua yang membentuk seseorang tumbuh menjadi dewasa. 
Rasanya sungguh amat disayangkan jika seorang anak kecil harus kehilangan masa kecilnya. Jangan renggut masa kecil seorang anak. Biarkan dia memiliki banyak waktu untuk bermain, untuk bersosialisasi dengan teman2nya tanpa dibatasi oleh jadwal yang super ketat.

Ya…… suatu saat nanti, jika aku boleh memiliki anak, aku ga akan merenggut masa kecilnya. Akan kuberikan waktu bermain yang panjang untuknya. Bermain sambil belajar. Bermain bersama teman2, belajar mengenal dan bersahabat dengan alam. Tapi juga harus belajar mandiri dari kecil. Terbiasa melakukan apa2 sendiri sejak kecil, biar tidak tergantung terus dengan orang lain. Akan kukenalkan sisi2 kehidupan yang lain agar dia bisa belajar bersyukur. Pergi ke pasar2 tradisional, naik angkutan umum, naik kereta ekonomi, sekali2 makan seadanya. Biar nti tidak kaget jika suatu saat harus hidup susah. Roda hidup selalu berputar, kadang di atas, kadang di bawah.
Kasihan sekali kau anakku……!!!!!! Tapi ini semua demi kebaikanmu…..
He he he……mulai deh meracau.
But I’m serious…….So serious!!!!!...................................~_^

No comments:

Post a Comment