Thursday, November 17, 2011

Lagi……. Tentang NPWP

Monday, October 13, 2008

Yah, kadang2 kita memang harus tetap mencari second opinion, kalau tidak kita bakal repot sendiri. Pertama datang ke KPP Asia Afrika, si Mas yang bodor bilang, bikin NPWP persyaratannya gampang, cuma FC KTP dan KK saja. Tyt pada kenyataannya waktu aku ke sana untuk menyerahkan persyaratan, harus disertai surat keterangan kerja dari perusahaan yang menerangkan bahwa kita bekerja di perusahaan tsb dan PPh 21 tiap bulannya sudah dipotong langsung oleh perusahaan. Kalau tidak ada surat keterangan itu, akibatnya tiap bulan kita harus lapor ke KPP. Yah…… akhirnya harus nyari surat keterangan dan nti balik lagi ke KPP. Keburu libur Lebaran, dan akhirnya harus menunggu setelah libur Lebaran.

Sebelum libur Lebaran, rasanya segala sesuatu teramat susah. Urusan terasa begitu rumit, musti bolak-balik sana-sini. Liburan semingguku, lumayanlah buat refreshing. Semua urusan yang memusingkanku sebelum liburan sejenak terlupakan. Dan untunglah, setelah liburan usai, aku memperoleh banyak kemudahan2. Kondisiku sedang tidak fit, tapi karena begitu banyak urusan yang harus kuselesaikan, aku merasa baik2 saja. Lagi semangat2nya, semoga 2 hari ini semua urusanku bisa beres. Aku rela harus bolak-balik ke sana-sini asal hari ini urusanku bisa beres. Dan puji Tuhan, tidak perlu menunggu sampai 2 hari, dalam 1 hari, semua urusanku beres. Aku sungguh tidak menyangka, kenapa jadi begitu mudah ya. Sebelum Lebaran, rasanya aku seperti menemui jalan buntu, sepertinya urusanku membutuhkan waktu sampai 1 minggu, tyt hari ini semua bisa begini mudah. Terimakasih Tuhan. Akhirnya malam ini aku bisa tidur nyenyak.

Tadinya kupikir bikin NPWP bakal memakan waktu paling tidak 2hari. KPP tutup pukul 16.00 WIB. Surat keterangan dari perusahaan kuperoleh pk.15.35 WIB. Masih ada waktu. Aku berharap hari ini aku memasukkan aplikasi NPWP, besoknya NPWP sudah bisa kuambil. Pk.15.45 aku berangkat dari kantor menuju KPP. Mpe KPP pk.15.55. Semoga masih bisa dilayani.
Dan beruntungnya aku, waktu masuk ke service area, tidak perlu antre coz tidak ada tamu yg lain. Waktu aku tanya, tyt pelayanan s.d. pk. 16.30.
Berkasku sudah lengkap : FC KTP, FC KK + Surat keterangan kerja dilampiri SPTT 21. Sekalian temanku menitip berkas, dia mau bikin NPWP juga.
‘Bisa diambilnya kapan Mas?’ tanyaku ke mas petugas yg melayaniku.
‘Kartunya ditunggu sebentar ya, langsung jadi.’
Tyt tanpa menunggu besok, kartu NPWP bisa langsung jadi hari itu juga.
‘Kalau yang punya teman saya gimana? Kalau diambilin harus pake surat kuasa?’
‘Tidak perlu. Bisa dibawa sekalian.’

Eeee…… kenapa urusan bisa begini gampang ya. Tanpa menunggu lama, kartu NPWP sudah jadi. Dulu kata si mas bodor, NPWP harus diambil sendiri, kalau diambilin harus pake surat kuasa. Tyt, ga juga kok. Kartu NPWP, berupa kartu kecil kuning. Punya temanku kubawa sekalian.
‘Suratnya diambil besok pagi ya?’
Si mas memberikan resi tanda terima aplikasi NPWP. ‘Ini untuk ambil suratnya besok.’
‘Punya teman saya boleh saya yang ambil.’
‘Boleh. Jangan terlalu pagi ya, sekitar pk.10 – 11.’
‘Terimakasih Mas!’

Dari KPP pk 16.30, aku masih punya waktu 30 menit untuk menyelesaikan urusanku yang lain. Dan hari itu semua urusanku beres sudah. Terimakasih Tuhan, atas kemudahan2 yang kuterima hari ini, di hari kedua aku mulai kerja lagi setelah libur Lebaran.

Keesokan hari, kebetulan aku ada sedikit urusan kantor di Jl. Asia Afrika. Urusanku beres pk. 09.30 WIB. Mampir ke KPP Asia Afrika untuk mengambil surat NPWP-ku. Semoga sudah selesai, biar aku ga usah balik ke sini lagi.
Dan beruntungnya aku. KPP lumayan ramai, tapi aku tidak perlu menunggu lama coz banyak loket antrean. Kebeneran aku kembali dilayani oleh mas yang kemarin menerima aplikasi NPWP-ku.
‘Yang kemarin sudah jadi belum ya mas?’ tanyaku seraya menyerahkan 2 resi kuning.
‘Tunggu sebentar ya!’
Tyt Surat NPWP-ku sudah bisa diambil.
‘Kalau mau tanya tentang laporan akhir tahun?’
‘Nanti konsul di meja tengah itu ya!’

Akhirnya aku sekalian konsul tentang tata cara pelaporan akhir tahun. Dp nti akhir tahun musti balik lagi untuk konsul, mending sekalian hari itu.
Bapaknya ramah, rada bodor tapi tidak sebodor mas yang aku pernah konsul sebelumnya.

Kewajiban wajib pajak setelah punya NPWP :
-PPh
-PPN / PPN dan PPnBM
-Pembukuan / Pencatatan
Karena aku sebagai karyawan dan PPh 21 ku sudah dipotong tiap bulan oleh perusahaan, aku tidak perlu lapor tiap bulan, cukup sekali di akhir tahun pajak.
Laporan berupa SPT Tahunan Pribadi dengan form 1770 SS atau 1770 S.
1770 SS (Sangat Sederhana). Untuk WP dgn gaji bruto (GB)/tahun < Rp.48.000.000,-Form yg disederhanakan, cuma 1 lembar ukuran A4. Hanya mengisi identitas, jumlah keseluruhan harta dan kewajiban pada akhir tahun, + tanda tangan. Wajib dilampirkan FC form 1721 A1 (u/ pegawai swasta) atau 1721 A2 (u/ pegawai negeri). Data berdasarkan SPTT 21 dari perusahaan.

1770 S (Sederhana). Untuk WP dgn GB/tahun > Rp.48.000.000,-
Form-nya lebih rumit, terdiri dari 5-6 lembar.

Bapaknya memberikan Form 1770 SS kepadaku, dan form ini bisa diperbanyak sendiri.

‘Batas waktu pelaporan tgl 31 Maret. Tapi sebaiknya lapor di bulan Februari, kalau di bulan Maret antre-nya banyak. Jika pelaporan melebihi batas waktu, akan dikenai denda 100.000 rupiah,’ tutur si Bapak.
‘Lumayan ya Pak ya, bisa buat beli bakso,’ kataku.
‘Beli bakso dapat banyak sekali. Suka bakso ya?’ tanya si Bapak.
‘Suka sekali.’
‘Kalau makan bakso pake es ga?’ tanya si Bapak.
Wah pertanyaan menjebak ni, aku jawab apa pun pasti bakal disalahkan. Jawab ga, nyatanya bakso ada huruf S-nya, kujawab ya, pasti bilang bakso dicampur es, rasanya kaya apa. Yo wis.
‘Pake!’ jawabku.
‘Yah, bakso dicampur es, ga enak donk!’
‘Tapi kan bakso ada huruf es-nya,’ protesku.
‘Ya ya…..’ kata si Bapak nyerah.
Terimakasih Pak, atas konsulnya, sangat membantu saya yang awam soal Pajak ini.

Pelayanan yang kuterima di KPP hari ini dan kemarin amat baik. Tyt pelayanan di KPP Asia Afrika bisa begitu cepat dan memuaskan. Menepis anggapanku selama ini yg suka malas jika berurusan dengan kantor pemerintahan, coz pelayanannya suka lelet, dioper ke sana ke sini, dengan mekanisme kerja yg ga jelas, banyak membuang waktuku. Yah, semoga bukan hanya di KPP ini saja yang pelayanannya baik, semoga di semua kantor pemerintahan pelayanannya menjadi lebih baik lagi. Akhir2 ini memang banyak sekali pembenahan2 di kantor2 pemerintahan. Banyak ‘Sidak’ inspeksi mendadak, yang memaksa karyawannya untuk lebih tertib lagi. Terlebih setelah masa libur Lebaran ini. He he… berdasar info dari temanku, yg sekarang dia jadi tertib, pulang kantor sesuai jadwal, kerja full time. Yah, semoga budaya tertib bisa benar2 membudaya, jangan hanya pas banyak sidak saja. Bisa memperbaiki citra pegawai negeri yang selama ini banyak mendapat cap ‘makan gaji buta’. Toh, ga semua pegawai negeri seperti itu to, banyak juga yang disiplin kok.

Yah, akhirnya musti siap2 bikin laporan tiap tahun ke KPP. Sebagai warga Negara yang baik, apa salahnya mengikuti prosedur yang ada. Mulai tertib pajak.
He he he….. tulisan ini buat catatanku, nti menjelang akhir tahun pajak baca blog ini lagi. Suka lupa ci……

No comments:

Post a Comment