Thursday, November 17, 2011

Pada Akhirnya……

Tuesday, December 18, 2008

Hari ini….
Pada akhirnya semua terjadi
I’ve hold it over
Perjalanan yang begitu panjang dimulai
Aku tahu akan sulit buatku
Tapi aku tahu
aku pasti bisa melewatinya

Harusnya setelah ini semua aku merasa bahagia
Perjuanganku membuahkan hasil
Tapi entah kenapa aku merasa demikian sedih
Aku ga tahu
Aku harus tertawa atau menangis
Entah kenapa aku begitu ingin menangis…

Mungkin benar
Aku memang belum dewasa

Being mature…
What’s the meaning of being mature…..

Aku memang belum dewasa
Sedang belajar untuk menjadi dewasa
Dan semua itu butuh proses
Paling tidak aku belajar untuk mengerti
Belajar untuk memahami
Belajar untuk saling menjaga

Dan mulai saat ini aku berjanji
Aku pasti bisa dan harus bisa
Aku harus bisa berdiri sendiri
I’ll try not to burden another
Mereka juga punya mimpi sendiri
Mereka juga berjuang keras untuk meraih mimpinya sendiri
Meskipun sulit
Aku yakin aku pasti bisa
Dan harus bisa
Prove you can through it well!

Belum Saatnya


Tuesday, December 16, 2008

Mungkin kata Tuhan
Aku belum cukup mampu
Mungkin kata Tuhan
Masih terlalu berat buatku
Mungkin kata Tuhan
Belum saatnya
Di saat-saat terakhir Tuhan memperingatkanku
Dan akhirnya aku harus merelakan
I loose my dream
Ternyata tak semudah yang kubayangkan
Mungkin kata Tuhan
Kamu perlu seseorang berjuang bersamamu
Ya, mungkin Tuhan tidak ingin aku berjuang sendiri
Semakin hari terasa semakin berat
Adakah seseorang yang mau berjuang bersamaku?
Mewujudkan sebuah mimpi

Hwe hwe hwe ………………… ~_^


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>Now’08<<<<<<<<<<<<<<<<<<


Catatan Jelang Akhir Tahun

 Saturday, November 22, 2008

Ga terasa dah mau akhir tahun. Bentar lg dah th. 2009. Bikin Resolusi apa ya th depan.
‘Try to be on time.’
OK. I’ll try as long as I can. ~_6
Tahun2 kemarin mgkn aku kebanyakan main dan pemborosan untuk hal2 yg tdk perlu. Tahun2 yg akan datang, mau ga mau aku harus berbenah, mengurangi mainku, harus lebih disiplin coz keadaan sdh tidak memungkinkan lagi untuk bisa leluasa seperti dulu. Yah… biasanya klo karena terpaksa yg tadinya sepertinya tdk bisa akhirnya bisa juga.
Retno, prove you can through well!

Banyak bgt yg terjadi th 2008 ini.
Pertemuan dgn orang2 baru, perpisahan dgn orang2 yg kusayangi, 2 kali kehilangan dan aku semakin tahu ke mana aku pengin melangkah. Aku pengin tetap di sini, kemarin2 aku sempet ragu, pengin back to Yogya, pengin dekat dgn keluargaku, teman2ku di sana. Tyt aku bs survive di sini mpe sekarang. Rasanya aku menemukan keluarga baru di sini. Begitu banyak orang2 yg peduli padaku, yg sayang padaku, selalu mengkhawatirkanku. Aku jadi tidak merasa jauh dari keluargaku. Begitu banyak orang2 yg bersedia menolongku, menjadi tempatku bertanya, selalu ada buatku. Tapi sedih juga ketika menyadari, aku harus pergi. Meninggalkan sebuah tempat yg selama 5 ½ th ini menjadi bagian dari hidupku. Ibu kost yg begitu baik yg sudah kuanggap seperti ibuku sendiri, menerimaku dgn tangan terbuka, selalu siap menolongku kapan saja, selalu mengerti saat aku dan teman2 kost terpaksa terlambat membayar uang kost. Mungkin Ibu kost paling baik sedunia yg pernah kumiliki.

Ibu kostku yg begitu baik, aku sudah begitu banyak berhutang budi padanya. Tapi aku sungguh anak yg ga tau berterimakasih. Dalam 4 tahun ini aku sama sekali tidak pernah mengunjunginya, padahal hanya dalam 5 menit aku bisa sampai ke sana. Komunikasi dengan Ibu hanya via sms dan telp aja. Maaf Ibu, sungguh anak yg tdk tahu membalas budi. Padahal Ibu selalu berharap anak2 datang bersilaturahmi di hari Lebaran. Ibu, maaf, kami cuma janji2 saja tapi tdk pernah ada realisasinya. Ibu, aku janji, sebelum aku pergi aku akan meluangkan waktu untuk mengunjungi Ibu, sekalian berpamitan. Kemarin dari pagi mpe siang, aku sms-an dengan Ibu kost, rasanya sungguh menyedihkan. Seperti sms perpisahan, berjanji untuk tetap menjaga rasa persaudaraan, untuk tetap menjaga tali silaturahmi. Sedihnya hiks hiks hiks……..

Harus pergi saat segala sesuatu menjadi lebih baik. Saat aku menemukan teman2 kost yg semuanya kompak, tdk ada gap seperti sebelum2nya. Formasi kost terbaik yg pernah kualami selama 5 ½ th aku jadi anak kost di sini. Kita sudah seperti sebuah keluarga. Apa yg kita miliki, kita nikmati bersama. Milikku milikmu, milikmu milikku. Lagi sama2 ga ada duit, untuk makan kita patungan, masak bareng. Lagi ga ada duit, pengin belanja sesuatu, lg obral, pengin kembaran dengan warna berbeda, yg ada duit kasih pinjam dulu. Sama sekali ga pernah ada masalah. Rasanya semua pengin nangis ketika kita dihadapkan pada kenyataan kita harus pergi.
Tapi terkadang ada baiknya juga meninggalkan sesuatu dalam keadaan yg baik, tidak ada kenangan buruk yg tertinggal, meski berat untuk melangkah, kita meninggalkan kenangan yg baik di sana. Beberapa tahun ke depan, saat melewati tempat itu lagi, pasti akan langsung ingat, aku pernah berada di sana, aku pernah memiliki masa2 menyenangkan di sana.

Tahun ini sudah cukup banyak aku menulis. Dan aku ga tau kenapa ga pernah bosen2nya baca tulisanku sendiri. He he…… rasanya sungguh menghibur mengingat saat2 menyenangkan yg pernah kualami di saat aku merasa jenuh, merasa penat.
Dan mungkin untuk sementara waktu aku break nulis dulu. Th. 2009 klo dah semangat nulis lg, baru mulai nulis lg. He he kan 2009 tinggal menghitung hari. Tapi kemungkinan aku baru bisa leluasa selepas Paska nanti, bulan April. Mpe akhir Maret begitu banyak yg harus kuselesaikan. Harus siapkan stamina. It will be everyday in office, every evening in office. Rumah jadi kaya hotel tempat numpang tidur doank. He he sapa tau bisa sekalian program nurunin berat badan, klo ga mah berat nambah terus coz makan malam sdh terlalu malam. Jangan deh….

Yang jelas th 2008 akan menjadi tahun yg ga akan pernah terlupakan dalam hidupku. Tahun di mana aku mulai menapak langkah baru dalam hidupku. Tahun di mana aku mulai mensyukuri masa2 sulit yg telah kulewati selama ini, pengorbananku selama ini, ternyata tidak sia2. Yah, aku memang harus di sini, tempatku memang di sini. Aku sudah merasa nyaman di sini. Apa yg akan terjadi nanti, who knows? Sekarang jalani saja apa yg harus kujalani.
Dan tentang satu hal, akan kutunggu sampai bln Maret, hbs itu aku akan bebas memutuskan ke mana aku akan melangkah.
Selamat tinggal tahun 2008….. selamat datang tahun 2009
Semoga tahun 2009 dan tahun2 yang akan datang lebih menjanjikan dari tahun2 kemarin.
Semangat!!!!!!


Perhitungan-Nya Selalu Tepat

Saturday, November 22, 2008
 
Belum lama ini aku baru saja menulis Tuhan tidak pandai berhitung, tapi kemarin pagi aku dihenyakkan oleh sebuah kenyataan. Tuhan memang tidak pandai berhitung menurut ukuran kita manusia, tetapi hitungan-Nya selalu tepat di saat yang tepat. Aku tidak tahu harus bilang apa mengenai hal yang satu ini.

Kemarin pagi, sebelum aku berangkat ke kantor, kudapati ‘1 message’ di hp-ku. Kubaca sekilas, dari Ibu Kostku. Aku terhenyak membacanya. Segera kukabarkan ke anak2 yg lain yg masih pada terlelap, kebetulan banyak dari mereka yg hari itu sedang off. Semua langsung bangun dan bikin rapat dadakan pagi itu juga.
‘Kost mau dijual.’
Semua pada sedih, pada pengin nangis. ‘Kita sudah merasa nyaman di sini. Sebuah tempat kost yg perfect bgt buat kita. Kita sudah pada kerasan di sini, merasa nyaman di sini. Kita ga pengin pisah. Kalau pun terpaksa pergi, kita mau tinggal sama2 lagi. Tapi nti klo ibu kost-nya ga sebaik ibu kost yg sekarang gimana?’
Mungkin Ibu kost merasakan kekhawatiran kita semua, meskipun belum kubalas sms-nya, Ibu mengirim sms lg ‘Tenang Retno. Kan masih proses. Siapa tau nanti ada solusi yg terbaik buat kita semua.’ Akhirnya aku pagi itu jadi blank. Sudah janjian urusan kantor ma seseorang pk.08.00 pagi, aku baru ingat saat dah mpe kantor, akhirnya dari kantor langsung ke sana,’Maaf, saya lupa.’

Aku memang sudah berencana untuk pergi. Aku sedang bersiap-siap untuk pergi. Tapi masih merasa berat untuk pergi, meninggalkan semua yg sudah seperti keluargaku sendiri. Kupikir aku masih bisa berada cukup lama di sana sampai aku merasa sudah siap untuk pergi. Tapi ternyata kenyataan berkata lain, memang sudah saatnya aku harus pergi. Mungkin ini sebuah tanda dari Tuhan supaya aku tidak ragu2 untuk pergi. Tapi kenapa harus secepat ini.
Membuatku jadi berpikir ekstra, harus bagaimana ini sedangkan segala sesuatunya belum siap. Tapi aku percaya, hitungan-Nya selalu tepat di saat yg tepat. Dia pasti akan mengatur untukku aku harus bagaimana. Paling ga aku harus siap2 dari sekarang, untuk pergi sewaktu-waktu.

‘Pengin tinggal sama2 terus.’
‘Ya udah, kita tinggal sama2. Tinggal sama2 aku aja yuk.’ Tapi pada ga mau, katanya kejauhan.
‘Ya udah pada belajar naik motor dulu.’
Yah….. ga tau gimana nanti. Yang terjadi biarlah terjadi. Semoga apa pun itu yang terbaik untuk kami.
Aku jadi tau, Tuhan tidak pernah terlambat. Perhitungan-Nya selalu tepat di saat yang tepat. Tuhan terimakasih, Kau mengharuskanku pergi, tapi Kau juga yang telah mengatur ke mana aku harus pergi. Hanya sekarang aku masih ragu, apakah saat aku harus pergi nanti, tempat itu sudah siap untukku.
Yah, aku harus percaya, Dia akan mengatur semuanya untukku. Mengatur dengan amat baik sesuai rencana-Nya.
Amin.

Kostku Tercinta……………

Sunday, November 16, 2008

Ngrasain jd anak kost 4x, kostku yg paling nyaman ya kostku yg terakhir ini, yg mpe sekarang msh kutempati. Dah 5 tahun boo….. Dulu2 kost paling lama paling cuma setahun. Ngrasain 1x tinggal serumah ma Ibu Kost, itu pertama kali aku jadi anak kost waktu kuliah di AA, tyt ga enak bgt, hbs tu tiap cr kost pasti yg ga ada Ibu kost-nya, jd ky ngontrak rumah aja.
Kostku  yg 1, boleh dibilang bagai di neraka…… he he…. Kata temen2ku yg suka main ke sana. Kalau siang panas bgt, klo malam dingin bgt. Atap asbes, and ventilasi kurang memadai. Byr per th klo ga salah 660rb. Dulu jg asal dpt aja, coz tdnya ma ortu ga boleh kost, dgn alasan yg mgkn buat ortuku setelah dipikir-pikir masuk akal, akhirnya boleh kost, itu pun dah mepet bgt mw ospek, kost dah pada penuh, akhirnya sedapetnya aja.
Punya Ibu kost yg antic. Mau pergi kemana pun harus pamitan. Dulu beberapa kali aku suka pergi tanpa pamit, males musti ke rumah belakang dl coz kamarku paling depan, akhirnya jd omongan. Mana tiap nyuci baju dijatah, seminggu tadinya 2x, belakangan seminggu jd 1x, akhirnya aku mending cucian ta’bawa pulang, dicuci di rumah aja. Kostku cm buat tmpt transit aja di sela2 jeda kuliah n tempat naruh buku2 wajib yg beratnya bisa mpe 1 kg, ga mungkin kubawa plg. Buku2 Hongren, berbahasa Inggris, tebal bgt, dan tiap kul wajib dibawa. N kudu ati2 bgt, klo sampe ngilangin, harganya mahal, belinya pake dollar musti pesen ke luar. So temen2ku yg rumahnya jauh, akhirnya nitip buku2nya ke kostku. Coz jarak rumah ke kostku ga mpe 1 jam, akhirnya aku sering dilaju, kalau ada jadwal kul pagi ato sore ada kursus baru dee aku bobox di kost.
Aku n temen2 kost seangkatanku pada ga betah di sini, kost habis, langsung deh pada pindah pelan2 ngangkutin barang2 biar ga ketahuan Ibu kost. Nakal ya…… Maaf Bu, kita pada pindah tanpa pamitan. Tapi belakangan aku bersilaturahmi ke Ibu ini nganter salah satu temanku eks kost ini juga yg habis diwisuda untuk berterimakasih. Dan Ibu ini menerima kami dengan baik. Dia sama sekali tdk nyinggung2 kami yg dulu pada tdk sopan pergi tanpa pamit. He he maaf Bu.

Kostku yg ke-2. Kost cewek yg bener2 bebas, sebebas-bebasnya. Ibu kost rumahnya jauh, datang cuma klo nagih duit kost doank. Aku dapet kamar yg klo siang panasnya jg minta ampun. Kamar kosong, so apa2 musti bawa dari rumah. Kamar berukuran 3x3, keramik. Bayar per th. Kalau ga salah th.2000 per thy byr 1,1 jt. Di sini anak2nya kalong semua. Tidur subuh, bangun matahari dah tinggi. Mana malam hiruk-pikuk full music. So… klo ujian dengan materi yg lumayan susah n aku bener2 belum siap, aku mending belajar di rumah, berangkat ujian langsung dr rumah. Dulu aku kerasan tinggal di sana. Di depan kost ada angkringan n mie ayam n borjo yg semuanya bisa delivery service, enak, murah lg. Th. 2000 makan di angkringan dgn Rp.600,- sudah amat sangat kenyang. He he….
Jam malem tidak ada, ngatur2 sendiri aja, toh masing2 anak  pegang kunci kamar n kunci gerbang. Anaknya rame2 n error2, yg tadinya pendiam keluar dr kost ini pasti deh klo ga jadi ketularan error ya memutuskan keluar sebelum waktunya coz ga betah. Awal2 kost di sana, kost ini bersih bgt coz ada yg suka bersih2 tiap pagi. Lama2 setelah mbak2 yg suka bersih2 ga dtg lg, kost jd kotor, mana banyak tikus n kecoa, bnyk nyamuk, banyak cucian piring-gelas kotor berhari-hari, ga ada yg bertanggungjawab nyuci. Dimana2 banyak yg rusak, 4 kamar mandi yg ada, jd tdk layak pake lg, yg dipake cuma 2, itupun pintu dah bolong2. Dah lapor berkali-kali ke Ibu kost tdk jg ada perbaikan. Akhirnya aku memutuskan pindah kost sebelum kostku habis, th keduaku kost di sana, masih sisa 4 bulan kuoper ke adik temanku. Lagian waktu itu aku lanjut kul ke STIE, cari kost yg lebih dekat ke kampus.

Kostku yg ke-3. Ni kost paling nyaman, paling luas dan paling elit yg pernah kutempati. Bayar bulanan. Fasilitas lengkap. Kamar 3x4, KM dalam pake shower, ada kasur busa, meja belajar, lemari kecil. Fasilitas kost ada dapur pake kompor gas, kulkas, tv di ruang tamu atas, mesin cuci biarpun cm bs ngeringin doank tp lumayanlah. Kost bersih bgt, ada bapak penjaga yg kdg2 klo malam suka tidur di kost. Byr per-bulan 140rb th.2002. Sebenarnya aku pengin kost di situ rada lama, tp coz ada yg sudah memesan kamar itu sebelumnya yg jg anak kost di situ, aku cuma boleh kost di situ 3 bln. Stlh membujuk bpk kost yg baik hati dan ga enakan, akhirnya aku boleh perpanjang jd 4 bulan. Kamarnya boleh dibilang adem untuk ukuran Yk yg panas. So betah ngendon lama di kmr. Aku dl kost di sana di masa2 akhir kul-ku di Stie. Tinggal nunggu wisuda n kut kursus2 doank. Hbs wisuda tdnya rasa ga rela mw melepas kost ini, berhubung aku dah sering keluar kota ada panggilan2 interview, ma bpk kost dah ga boleh perpanjang lg coz ga enak ma yg dah pesen, n ibuku dah ga mau byr uang kost lg biar aku lebih bnyk di rumah. Akhirnya dgn terpaksa barang2ku kuangkut ke rumah. Selamat tinggal kostku tercinta. Sekarang kost ini menurut cerita sudah oper pemilik, jadi kost cowok. Tdnya klo msh kost cewek, adikku ta’suruh kost di sana aja, coz aku suka tinggal di sana, kan bs sekali2 numpang, tyt dah ga memungkinkan lg. Ya sut……

Kostku yg ke-4. Ni kost yg kataku kost paling nyaman sedunia. He he. Aku betah bgt tinggal di sana. Dr pertama datang bw 3 travel bag, mpe sekarang barang2ku sdh bejibun bnyknya, jd bingung klo pindahan ngangkutnya gimana? Sekarang th ke-5ku. He he, dah rasa ky rumah sdr. Th. 2003, awal bulan Juli, pertama kali aku kost di sana. Sebuah rumah yg br selesai di-renov. Tampak apik dan bersih sekali. Ada tulisan ‘Terima Kost Putri’. Berharap masih ada kmr kosong, aku diantar tmnku mencoba menemui bpk penjaga kost. Pertama masuk, aku langsung suka. Dalamnya bersih bgt. Pengin kost di situ. Tapi kt bpk penjaga kost, kmr dah penuh. Waktu itu aku msh tinggal nebenk tmnku coz msh bolak-balik Yk-Jkt-Bdg, msh jd jobseeker. PD bakal ketrima krj di Bdg, coba cr kost di dkt kost tmnku. Minta no telp Ibu kost, waktu ku-telp, katanya kmr dah di-booking smua. Aku berharap ada yg batalin 1, so aku pesan 1 kmr ke Ibu, siapa tahu ada yg batalin. Akhirnya aku bener2 ketrima kerja di Bdg, tmpt krj-ku yg skrg. Di saat2 terakhir sblm aku benar2 stay di Bdg, tmnku yg aku sempet nebenk 1 bln, dia pindah krj ke Cimahi, so aku harus dpt kost. Dan mungkin memang jalanku di sini. Tuhan memberiku kemudahan2. Di saat2 terakhir aku sdh hrs dpt kost coz tgl 7 Juli aku dah mulai kerja di Bdg. Ku-telp ibu kost, tyt ada yg batalin kmr 1. Biarpun kmr paling kecil gpp, asl aku bs kost di situ. Akhirnya, aku kost di situ.
Th, 2003 200rb/bln+listrik 20rb. Byr 3 bln di muka. Kt ibu kost, nti ada bpk penjaga kost, yg belakangan aku tau namanya mang Dede, akan tidur di situ tiap mlm. Kulihat kmr bpk penjaga kost ini lumayan gedhe dibanding kmr yg ku-booking. Kubujuk bpk-ibu kost, agar kmr itu boleh buatku, akhirnya diperbolehkan. Anak2 kost berterimakasihlah padaku, akhirnya di kost kt tdk ada bpk penjaga kost, kan pasti bakal ga enak bgt klo ada bpk penjaga kost, mau ngapa2in jd ga leluasa. He he he.
Di th keduaku, aku pindah ke kmr yg paling gedhe di sana, kmr yg jd rebutan anak2 kost di sana. 250rb/bln+ byr listrik. Mpe sekarang aku nempati kmr itu. Dr th 2004-2008, harga kmrku cm naik 10rb. Ibu kost baek bgt, kynya ga enak mw naikin harga. Bnyk yg berharap aku cpt pindah coz nunggu kmrku. ‘Yah, doain aku cpt pny rmh sdr, biar cpt pdh, coz aku betah di sini, kynya klo blm pny rmh sdr ga kan pindah deh,’ kataku tiap ada yg nanyain kmr-ku.
Ibu kost paling baik yg pernah kumiliki. Waktu pertama tinggal di kost itu, aku termasuk angkatan 1 di sana, dl aku sering di kost sdr, coz yg lain anak2 kul, msh pd libur semester yg lamanya minta ampun. Mpe sebulan lebih. Ibu kost tdk tega, so aku tiap malam ditemani pembantu ibu kost, cewek. Mana si Ibu suka bawain makanan lewat pembantunya, kue, bubur kc. Ijo, jeruk. Terimakasih Ibu. Ibu kost yg baik sekali, selalu maklum tiap kita byr uang kost telat. Tiap ada kerusakan pasti ibu kost yg berkali-kali minta maaf dan cepet2 dibenerin. Yah, kdg2 kt yg jd rs ga enak ma Ibu ini. Ibu yg selalu berharap kita anak2 kost dtg mengunjunginya, tp kt cm janji2 aja dan ga pernah ke sana, pdh jarak boleh dibilang dekat, ga mpe 1km. Ibu, maaf ya, th ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 sy tinggal di kost Ibu, blm jg datang bersilaturahmi ke Ibu.
Kostku tercinta, yg anaknya seru2. Beberapa kali ngrasain ganti personel, br th ini kita semua bs kompak, sama sekali ga pernah ada masalah, n ga ada yg aneh2. Kenapa ya, pd saat aku benar2 merasa nyaman tinggal di sana, pd akhirnya waktu aku harus pergi semakin dekat. Rasanya berat meninggalkan kostku tercinta. Mungkin lebih baik spt ini. Pergi baik2, dlm keadaan hubungan kita yg baik. Jd kita meninggalkan sesuatu yg baik, kenangan yg baik, akan lebih membekas di hati.
Kostku yg akses ke mana2 gampang, cr makan gampang, tetangga2 semua welcome ke kita, makanan delivery service banyak. He he….. pasti akan kangen bgt dgn kost ini nanti.
Apa ga usah jd pindah aja ya………

Kenapa AKU SUKA TELAT?????????

Saturday, November 15, 2008

Mungkin ini sebuah pertanyaan yg selalu ada di benak teman2ku dari zaman SMA. Kenapa aku suka telat? Apakah karena sudah menjadi kebiasaan.
Telat….. ditambah akhiran –an membentuk kata telatan….. dibaca sama dengan ….teladan….. bukan? He he…. Berarti masih ada sisi baiknya ya……
Sebenarnya juga bukan mauku untuk datang telat, tapi karena satu dan lain hal, akhirnya aku suka datang telat, bukan bermaksud datang telat, tapi kok ya, seringnya mpe tujuan dah telat ya, yg ga telat jika di-list bisa diitung dgn jari. Dasar males!
He he…. Dulu aku pernah punya motto ‘Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.’ Sebuah motto yg kadang2 tidak mendidik, membenarkan sebuah ketidakdisiplinan.
Berikut beberapa alasan kenapa aku suka datang telat:
  1. Waktu SMA, rumahku jauh dari sekolah, ga pernah ngukur sich coz ga pernah bawa meteran, tapi kira2 ya  2 km + 12 km + 4km + 4 km. Itung sendiri berapa kilo tuh. Setelah kuliah lebih jauh lg, aku mang dulu kost, tp kdg2 ta’laju dr rmh, telat kul berarti pas ta’laju dr rmh. Jarak dr rmh ke kampus AA = jarak rmh ke SMA + 7 km. Waktu kul di STIE tambah jauh lg = jarak rmh ke AA + 6 km.
  2. Kadang suka bangun kesiangan, coz boleh dibilang aktivitasku dulu lumayan padat. Pulang sekolah pk.14.15, makan siang dulu trs lanjut Bimbel pk.15.00-18.00. Mpe rmh kdg suka ada lat. koor klo ga rapat or ada acara ma cah2 mudika sk mpe pk.22.00. Hbs tu ngerjain PR, klo ada ulangan ya buka buku bentar. So wajar kan klo kecapean trs bangunnya kesiangan, ato pagi2 musti nyelesaiin dulu PR yg blm kelar dikerjain malem. Itu pun dulu sering ga sempet sarapan.
  3. Coz antre kamar mandi. Di rumahku ada 2 KM, tp KM yg satu pada ga mau make. Dan aku selalu kebagian jatah mandi paling akhir coz katanya klo mandi paling lama. Ya…… nasib……. Pdh sekolahku kan paling jauh……
  4. Kadang2 karena keadaan, dah mau berangkat, tiba2 sakit perut, klo ga tiba2 saja air di kost ga keluar, musti nunggu dgn sabar air ngocor, lupa baju yg hrs dipake hari itu tyt blm disetrika, dah mw pegi tiba2 ada telp yg kdg2 sbenere ga penting, klo ga tiba2 ada tamu siapa lah, yg datang tanpa janji terlebih dulu. Org rmh dah pd pegi, tinggal aku doank. Mau ga mau harus nemuin dl kan. Waktu dah mepet jadi tambah mepet deh.
  5. Klo lagi janjian ma temen, terlebih 3 sohibku yg dah pada apal ma kebiasaan molorku, si Eka, Ita n Riz. Klo Ita n Eka mah setipe ma aku, sama2 tukang molor, klo Riz mah boleh dibilang tertib. Klo janjian ma Eka n Ita, musti telp 1 jam sblmnya, bilang klo dah siap mo berangkat dr rmh, klo ga, mpe rmhnya mo jemput, klo ga dia blm mandi, msh hrs nunggu dia mandi, dandan, lama kali. Si Ita ni yg dandannya lama. So biar pas aku datang dia dah siap ya blg aja aku dah mw pergi, pdh blm. He he….. Dan trix ini berlaku jg ke tmn2 yg lain. Bikin acara jam 8 diumumin acara j7, buat meminimal waktu terbuang u menunggu. Secara rata2 tmn deketku tukang ngaret semua. Kita kan sehati………… Ato jgn2 kt jd bs deket coz pny kebiasaan buruk yg sama ya?
  6. Suka saling tunggu. Klo janjian mo pada pegi kemana, pasti deh saling tunggu. Janjian mo pegi 8 org, pasti ada aja salah satu yg ga dtg2. Demi rasa setia kawan, akhirnya kt bersabar nungguin. So….. telat satu…. telat semua dech……
  7. Di rumahku rata2 apa2 dikerjain sendiri. Nyapu, nyuci, setrika, masak. So klo pg di rumah kerjaan banyak bgt. Dulu sempat beberapa kali ada yg bantuin di rumah. Tapi rata2 semua kita yg kerjain, masak sih tega ma Ibu yg beres2 sendirian. He he…. Itu pun klo ga penyakit males kita datang. Dan aku ga pandai ngitung. Kdg2 perkiraanku suka meleset, kupikir masak n nyuci 1 jam selesai, tyt kdg bs mpe 2-3 jam br kelar, jdnya molor deh. Ga tau aku yg kerjanya lelet or coz saking banyaknya cucian numpuk. Pdh ya cm nyuci bajuku sdr.
  8. Aku orang yg ga suka nunggu. So… penginnya langsung to the point. Klo mw ujian, penginnya, datang mpe kampus, lgs masuk kelas, ngerjain tes, terus pulang. Klo datang kepagian malah jd pusing, lihat teman2 pd sibuk belajar, ngerjain soal. Jd kepikiran, aku blm belajar bab ini, soal2 ini aku sama sekali belum mencoba. Ditambah ada yg tanya2 aku ga bisa jawab bikin tambah stress aja. So… siap ga siap PD aja maju ujian.
  9. Klo datang telat, ga usah bingung or pusing cari tempat duduk. Seadanya tempat yg tersedia. He he…..
  10. Waktu kul di STIE, kostku pindah jd lebih deket ke kampus. 2 menit jg mpe. Tapi ada temanku yg protes, kost tambah deket kok msh jg suka telat. Ini coz kamarku adem bgt, secara Yk kan panas bgt, jd betah ngendon di kmr. Letaknya di dalam, jauh dr jangkauan sinar mentari. Klo tidur lampu dimatiin, ga kelihatan klo udah siang. Jd tidur ya enak aja, akibatnya bangun kesiangan deh.
  11. Dulu 2x punya kecengan orangnya klo datang mepet mulu. Demi bisa ketemu dia, so disengaja dtg mepet. He he…. Alasan ya, pdh belakangan akunya yg datang lebih siang dr dia. Jgn2 dl ngecengin dia coz ngrasa sama2 tukang telat ya. Gataulah itu masa lalu, skrg ga tau orangnya di mana. Jgn2 dah merit ya……
  12. Aku tuh orangnya boleh dibilang ribet. Ke mana2 selalu bawa tas, bawaanku pasti banyak. Terbiasa serba detail, apa2 harus dibawa, takut klo perlu di jalan. So tiap mw pegi belum nyiapin barang yg mo dibawa, pasti deh ribut cari2 yg mau dibawa apa aja, dah siap mw pegi, inget, msh ada yg ketinggalan. He he… repot ya….. ‘Cuape dee……’ kata temenku. Tapi bnyk yg suka kebantu kan, toh banyakan barang2 yg kubawa yg make mah bkn aku, temen2ku yg sk ngledekin yg akhrnya make. Ada positifnya jg kan…….
  13. Memanfaatkan toleransi keterlambatan 15 menit. He he…… Kebeneran di SMA n kampusku ada toleransi keterlambatan 15 menit. Di SMA klo telat tdk lebih dr 15 menit bs lgs masuk kelas tanpa harus minta surat dr guru piket.
  14. Kebiasaan telat, klo ga telat kdg2 kok rasanya kurang seru ya, ga ada tegang2nya di jalan. So kdg2 emang disengaja dtg mepet coz memang ada urusan laen yg kdg2 sebenere ga penting2 amat.
  15. Klo datang ‘on time’ pasti deh dikomentarin…..’tumben’…… Klo pulang ke kost masih siang juga pasti dikomentarin….. ‘tumben’…… Wah kebiasaan ga baik ni…… yah, biarpun suka dtg telat, aku kan pulangnya jg telat mulu, jadi imbang…… pulang kantor telat aku ga pernah protes kok. Protes yg terungkap maksudnya. He he……

Pinter ya cari2 alasan, telat ya udah telat, jgn cari2 alasan. Berarti manajemen waktunya belum bagus. Musti banyak berbenah. Tapi memang aku akui manajemen waktuku ga bagus. Coba bikin schedule jg percuma, suka ada acara dadakan n lembur dadakan. N dari dulu itunganku ga bagus. Coba itung pake kalkulator jg percuma, coz itungan waktu ga bisa diitung pake kalkulator. Musti ngitung dua kali, bisa tiga kali malah.
Coba…… 1 1/2 jam + 20 menit…….. diitung manual hasilnya 1 jam 50 menit.
Diitung pake kalkulator 1 ½ jam musti dirubah dulu ke menit baru bisa ditambahkan. 90 menit + 20 menit = 110 menit. Mana hasilnya masih harus dirubah lagi ke satuan jam. He he….. lebih lama ngitung pake kalkulator kan.
So terpaksa ngitung manual, wajar klo hasilnya suka ga akurat coz memang ga pandai ngitung.

Yg aku heran, tiap aku punya komunitas, pasti deh komunitas yg kuikuti, anak2nya ngaret semua. Atau memang orang Indonesia banyakan gitu ya. Dan aku merasa nyaman di sana. Teman2 mudikaku. Kita ga pernah janjian datang ke gereja bareng. Tapi pasti deh, tiap misa kita datangnya selalu beriringan, masuk bareng2, ketemu di gereja dah telat semua. Anak2 Soendi, terkenal tukang telat. Klo misa hari gedhe, kita datang tdk telat, tp boleh dibilang paling terakhir dibanding umat yg lain, so kita2 biasanya harus rela, duduk rame2 nggelar tikar di Aula coz dah ga kebagian tempat duduk di dalam. Jadinya, selama misa kita cuma pada ngrumpi deh.
Kalau ketauan ayahku bakal dimarahin bener. Tapi lama2 didiemin aja, dah susah kali ya, dimarahin jg percuma, cuape sdr, ga pernah ada perbaikan.
He he….. telat….. kebiasaan yg ga bagus. Jgn ditiru and jgn dijadikan kebiasaan.
Nanti mo nyoba deh, sekali2 datang ‘on time’ klo tyt lebih menyenangkan dan banyak manfaatnya….. ya dilanjutin.
Atau jadi resolusi th 2009 aja dee……
He he…… ga penting bgt.

Dramatis...


Friday, November 14, 2008

Dramatis…….

Hari ini waktu berangkat kerja, aku melihat sebuah pemandangan dramatis. Melihatnya membuatku sedih, terharu, merinding, salut sekaligus kagum. Seorang bapak buta berjalan dengan bantuan sebuah tongkat diikuti istrinya yang juga buta berjalan di belakangnya sambil memegang pundak suaminya. Keduanya berjalan tertatih-tatih menyusuri jalan raya. Orang buta menuntun orang buta. Kalau sampai salah jalan terus tertabrak mobil gimana? Tuhan, jagalah mereka.
Mereka bukan pengemis, tak kulihat mereka berprofesi seperti itu. Mereka berpakaian seperti orang kebanyakan, bersih, tidak compang-camping. Mereka bukan tipe orang yang memanfaatkan keterbatasan mereka untuk meminta-minta. Sepertinya mereka tukang pijit. Sebuah perjuangan untuk tetap hidup. Salut dengan mereka. Dalam keterbatasan mereka tetap memiliki semangat yg tinggi untuk tetap survive. Kita seharusnya malu, kita yg boleh dibilang dikaruniai kesempurnaan, terkadang begitu mudahnya menyerah. Mendapat tekanan sedikit saja langsung down. Kita harus belajar dari mereka. Mereka yang dalam keterbatasan saja bisa, seharusnya kita yang boleh dibilang memiliki kelebihan dibanding mereka, seharusnya kita bisa lebih bisa dari mereka. So………….  Berkacalah dari mereka ini.


Gara-gara Air…….

Kemarin mungkin aku lg apes. Sore lg kesel ma seseorang, jd nggrundel sdr. Saking keselnya mah bikin aku susah sdr, air putih, minumku, se-tupperware penuh, lepas dari peganganku, tidak sampai jatuh tapi menumpahkan hampir seluruh air di dalamnya. Ya…… mau ga mau terpaksa ngepel dech… mau minta tolong OB dah pd pulang. Untung cm air putih…… untung ga mpe numpahin arsip n elektronik. Gara2 kesel jd repot sdr….. so….. sabar2….. jgn sk nggrundel….. dah kejadian berapa kali tiap kesel ma org jdny susah sdr…..

Malamnya pas mw tidur, br sadar, tyt siang wkt hjn gedhe kmrku bocor. Br tau. Bantalku basah, kasur bag. atas jg basah. Pdh br ganti sarung bantal. Untung sprei blm jd dipasang. Klo ga…. Trpaksa ganti sprei lg. Kali ini rasa malesku ada untungnya jg.
Pg ini kudapati tyt 4 buku baruku yg kubeli bbrp bulan yg lalu tp blm kubaca, br kubuka packingnya kmrn, kena bocor. Jd rada keriting dech…. Jd ky kena ompol dech…. Dan ini gara2 aku males nyampulin plastic. Ta’tunda-tunda trs. ‘Nanti aja deh, masih cape.’
Yg ini rasa malesku merugikanku sdr.
Yah…. Males…. Kadang ada untungnya kadang ada ruginya. Tp banyakan di ruginya…….
He he he…..


-€-…………………. ERROR OCCURRED

Friday, November 14, 2008

Dua hari ini sedikit pusing. Coba menghitung berkali-kali ga juga nemu hasilnya. Coba hitung pake kalkulator, pake computer tetep ga bisa. Hitung manual tambah pusing lg. Hasilnya…… kertas penuh coret2an.
500 ribu, dibagi untuk beberapa item barang sesuai list yg kubuat.
Bed, kompor gas, tabung gas, water filter, tandon air, gordyn. Rasanya yg urgent itu. Tabung gas sendiri 550, filter 850. Mana kata temanku…. pagar….. itu harus….. demi keamanan. Berapa pula itu??????
Sebenere lebih suka tanpa pagar, biar terlihat lebih luas, tapi kata beberapa teman, beda situasinya. Salah satu temanku malah memaksa dan mengharuskan, ‘Ga tinggi gapapa, yg penting ada!’ Wuah…… repot juga ya.
Gimana ya cara ngitungnya biar 500 ribu bisa dibagi rata untuk kesemua item di list-ku.
Sepertinya nanya ke professor Matematika, dia juga ga akan bisa menyelesaikannya. Kalau pun bisa hasilnya pasti decimal, mana ada nilai riil rupiah decimal. Nanya ke Prof Yo….. bisa jadi mah diketawain.
Nanya ke siapa ya?
Ke Ekonom yg kemungkinan besar bisa. Pastinya pake itungan debet–kredit dan hasilnya pasti kredit. Kredit lg?????? Jangan deh…….
He he….. puyeng juga………
Ngitung pake kalkulator lg, dipaksa mpe bisa…… hasilnya ………-€-……… error occurred.
Ya sudah deh….. serahin ke Tuhan aja.
Tuhan memang tidak pandai berhitung. Hasil hitungannya selalu irrasional. Tidak bisa dibuktikan kebenarannya dengan teori empiris mana pun. Tidak bisa diprediksi oleh Ahli Science mana pun Dia menggunakan rumus yg mana. Coba bayangin 5 roti dan 2 ikan bisa cukup untuk ribuan orang, sisa 12 bakul pula.
Aku kan cuma 500 ribu untuk 7 item di list-ku. Hanya Dia yang bisa menolongku. Bukankah tidak ada yg mustahil bagi Dia. Tuhan…. semua kuserahkan pada-Mu, aku yakin pasti akan ada jalan keluar.

He he….. tyt bagaimana pun teuteup lebih irit jadi anak kost ya……
Apa jadi anak kost terus aja ya?
Yah……….. memang…… error occurred…………………… ~_^

Bermain Layang – Layang

Thursday, November 13, 2008
 
Dari kemarin sore, aku kepikiran …… pengin main layang-layang.  Dah lama bgt ga main layang2. Terakhir mungkin waktu masih SD. Kayanya gara2 waktu ke Paris kemarin lihat orang pada main layang2, jadi pengin dee…. Layang2 yg dijual disana termasuk layang2 berukuran besar dengan desain indah, berekor panjang. Mungkin juga harganya relatif mahal, aku ga sempet tny coz buru2 dah harus pulang.
Dulu waktu kecil, ketika areal ladang luas dekat rumah belum dibangun perumahan, tiap musim angin tiba, pasti deh, anak2 ga peduli cowok cewek semua pada heboh main layang-layang. Di Yogya biasa disebut layangan. ‘Ngunda layangan.’
Anak2 cowok berlomba-lomba bikin layangan gedhe yg bagus, didesain heboh dengan ekor panjang dan berwarna-warni. Yah….. pastinya akan bangga sekali kalau layang2 hasil karya sendiri, paling gedhe, paling bagus, berjejer di antara layang2 yg lain membumbung ke angkasa, berhasil membumbung paling tinggi di antara layang2 yg lain. Tapi sayangnya salah seorang temanku yg layang2 gedhenya memang benar2 bagus, layang2 yg begitu dibanggakannya, tidak bisa diterbangkan coz keberatan rangka. Tiap coba diterbangkan jatuh lagi dan jatuh lagi. Dan ini jadi bahan tertawaan anak2 cewek. Akhirnya si empunya layang2 pundung, diledekin terus. Terus pulang deh. Layang2nya ikut pulang bersamanya. Musti dibongkar ulang, diganti dengan rangka yg lebih ringan.
Layang2 lain yg dulu hanya bermodal Rp.50,- malah bisa membumbung tinggi, meliuk-liuk dengan indahnya ke angkasa.
Dulu dengan bermodal uang saku sendiri sudah bisa beli layang2 sendiri. Tinggal nambah benang jahit dan kaleng bekas susu untuk mengulur benang. Sederhana tapi sungguh menghibur.

Di Bandung, apalagi di daerah kostku, sama sekali tdk ada lahan untuk bermain layang2. Gang2 terlalu sempit, rumah2 berdempet, sama sekali tidak ada celah, sempit sekali. Ketika musim angin tiba, anak2 kecil meski tinggal di area terbatas tetap memaksakan diri bermain layang2. Bermain berlarian di gang2. Yah, karena keadaan yg tdk memungkinkan, mereka sudah cukup terhibur. Berlarian dengan begitu cerianya sambil menerbangkan layang2. Dan ini sebenarnya amat sangat mengganggu lalu lintas di gang. Benang2 dari layang2 yang putus, bertebaran di sepanjang gang. Kadang2 karena benang tidak bisa dilihat oleh mata, akhirnya nyangkut di motor, kalau lagi apes sampe menjerat leher. Untung naik motor di gang kecepatan tidak tinggi jadi tidak sampai jatuh. Tapi kadang2 ada juga layang2 putus yg benangnya terbawa angin sampai jalan raya. Pernah sekali aku mengalami kejadian tidak mengenakkan dengan benang layang2 putus. Ban motorku terlilit benang dan sekali waktu juga leherku hampir terjerat benang. Untung lg jalan pelan2. Kalau ga pastinya bakal malu bgt. Naik motor jatuh sendiri. Orang lewat mana lihat klo jatuh coz kejerat benang layang2.
Yah….. dasar anak2 bandel….. biar dilarang, mereka tetap saja main. Yah… kadang2 sebuah larangan memang menggoda anak2 untuk coba melanggarnya. Katanya larangan itu ada untuk dilanggar. Katanya lho bukan kataku. Penuh tantangan, terasa lebih seru dan mengasyikkan buat mereka.
He he pengalaman pribadi juga kali ya…….

Pernah, salah satu teman kostku ma cowoknya pengin main layang2. Nemu layang2 putus yg masih bgs, nyangkut di pagar kost.  Tinggal ditambah benang siap tu layang2 mengudara. Maksa coz memang ga ada areal yg memungkinkan, 2 temanku ini bermain layang2 di tempat jemur di dack atas. Aku n teman2 kostku yg lihat sebenarnya pengin nglarang, takut nti genting pada pecah kan kita juga yg repot klo kebagian kamar kita yg bocor. Cuma sebentar saja mereka main, tidak sampai 15 menit coz memakan korban genting pecah 3 buah dan kaki cowok temanku luka kena pecahan genting. Yah, mana kuat genting nahan berat badan mereka. He he he….. Kita yg dengar ga bisa nahan tawa, tapi cuma berani ketawa dalam hati, takut dia pundung. Rasain loe…… he he jahat ya, tertawa di atas penderitaan orang lain. Habis itu pada kapok ga mau main layang2 di situ lg. Ke tempat lain jg tidak.
Yah….. nekad sih……..

Layang2 semakin tinggi mengudara, semakin banyak halangan di atas sana yg mencoba menggoyahkan laju layang2. Angin nakal yg berhembus terlalu kencang yg bisa saja menghempaskan layang2 ke tanah, atau memutuskan benang layang2. Burung nakal yang merasa ada saingan terus mencoba menyerang layang2. He he he….. barangkali ada, tapi belum pernah lihat atau dengar ci. Semua ini menguji ketrampilan si empunya layang2 mengendalikan layang2nya. Yang berhasil melewati ujian, layang2nya akan selamat sampai saat permainan berakhir. Yang gagal, harus rela mendapati layang2nya rusak terhempas ke tanah atau hilang karena layang2nya putus terbawa angin.
Demikian juga dengan hidup kita. Jika kita ingin meraih sesuatu, semakin tinggi sesuatu yg ingin kita raih, akan semakin banyak cobaan yg kita hadapi. Akan semakin banyak hal yg membuat kita ragu2 untuk melangkah. Menggoyahkan keyakinan kita. Aku bisa ga ya, aku punya cukup kemampuan ga ya, aku punya cukup keberanian ga ya. Yah, itu semua adalah tantangan, yg menguji kita. Mau lanjut atau berhenti di sini. Semua tergantung kita. Jika kita mampu mengatasi semua cobaan, semua kekhawatiran, semua ketakutan2, anggap itu sebagai batu sandungan yg justru amat sangat membantu kita sebagai pijakan saat mendaki. Seiring waktu kita akan tahu, kita bisa melewatinya dengan baik. Akhirnya aku bisa meraihnya. Semua pasti ada jalan.
Tapi kadang2 tidak selamanya apa yg sudah kita rencanakan dengan amat baik, dengan amat sempurna menurut kita, pada kenyataannya tidak sesuai dengan harapan kita. Yah, kadang2 kita dihadapkan pada kegagalan. Kita berencana tapi Tuhan juga yg menentukan. Anggap ini sebagai ujian pertama, kita gagal, kita masih bisa mengikuti ujian kedua tentunya dengan persiapan yg lebih matang dari ujian pertama. Yang penting kita tetap berusaha dan berdoa.
Ayo….. berjuang….. mewujudkan mimpi2 kita, cita2 kita…. harapan2 kita.
Dengan terus berusaha dan berdoa. Niscaya semua akan ada jalannya.
Fight!!!!!!!!!!!!!!!

Tuh kan….. jadi ingat lg, pengin main layang2….
Nanti deh klo kesampaian ke Parangtritis lg…… moga2 ga hujan, mg2 lg banyak angin…. Dan moga2 harga layang2 di sana masih bisa kejangkau. Kalau ga….. ya harus puas dengan hanya ikut menikmati pemandangan banyak layang2 berlenggak-lenggok di atas sana, sapa tau ada yg berbaik hati mau ngasih pinjam layang2nya……… ~_^
Dasar ga modal……
I hope so……………

Semua Demi Anak

Saturday, November 08, 2008

2 hari kemarin, aku bener2 cape. Hari yg amat sangat melelahkan. So crowded. Dikejar deadline kerjaan, mana banyak tamu, mana banyak telepon, mana hujan terus + geledek gedhe. Mana ketemu beberapa orang yg rada rese, ga ngerti aku lg dikejar deadline. Wah bt-ku kumat nee. Sabar…. Sabar…….. Yah, aku harus bersabar. Untunglah, 2hari mpe jam 8 mlm, akhirnya kerjaan bs kuselesaikan.

Hari ini, sudah lebih relax. Mo weekend. Dan hari ini aku ketemu beberapa orang yg menyenangkan sekali. Aku jadi terbawa senang. Ketemu beberapa Ibu yg berjuang mencarikan sekolah untuk anaknya. Apa pun akan dilakukan untuk anaknya, demi masa depan anaknya. Melihat bagaimana perjuangan orangtua, demi anaknya bisa memperoleh pendidikan yg terbaik. Mereka rela melakukan apa saja, bahkan sedikit mempertaruhkan harga dirinya. Pantang menyerah, ga peduli biar pun dibilang cerewet. Yah, semua demi anaknya.

Seorang Ibu, yg bermodal nekad. Dia jujur, sekarang ini sama sekali tidak ada uang. Tapi ia bermodal nekad saja mencarikan sekolah untuk anaknya. Mana dalam setahun ini, 2 anaknya menuju jenjang sekolah yg lebih tinggi. Semua perlu biaya yg tidak sedikit. ‘Saya ga punya uang, tapi saya nekad. Gimana nanti saja. Saya yakin Tuhan pasti akan kasih jalan.’
Sungguh membuat terharu. Untunglah si Ibu ini, anak2nya pengertian. Prestasi mereka bisa dibanggakan. Tidak sia2 pengorbanan orangtua mereka.

Pernah kutemui sebelumnya. Seorang Ibu yg dengan gigih, mempertaruhkan harga dirinya. Karena memang keadaan ekonomi yg benar2 kurang mampu, dia rela berkali-kali datang, minta kebijaksanaan, minta keringanan. Sempat kulihat Ibu ini menangis putus asa. Yah, anaknya cukup pintar. Dia tidak ingin anaknya kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yg baik. Dan pada akhirnya perjuangan ibu ini membuahkan hasil.
Sungguh, perjuangan seorang Ibu.

Yah, kadang miris jg. Sang Ibu berjuang habis2an demi bisa menyekolahkan anaknya ke tempat yg baik, sedangkan anaknya, sama sekali tidak menghargai jerih payah ibunya. Tidak mau belajar, sekolah seenaknya.
Melihat kenyataan seperti ini, rasanya pengin kuseret anak itu, biar dia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Ibunya berjuang mati2an demi dia, demi dia bisa tetap bersekolah.
Yah, ironis memang.

Ayah-ibuku. Mereka juga orang2 yg mementingkan pendidikan bagi anak2nya. Aku tahu mereka bekerja keras selama ini, berjuang demi bisa menyekolahkan kami anak2nya, demi bisa memberikan kehidupan yg lebih baik bagi anak2nya, demi memberi bekal yg baik untuk masa depan kami nantinya. Apa pun yg kami pilih, mereka ikuti, asal kami sungguh2. Berapa pun biaya yg harus mereka keluarkan, mereka selalu bilang ‘Soal biaya ga usah dipikirkan, itu biar ayah-ibu yg pikirkan, yg penting kalian sekolah yg bener.’
‘Ayah-ibu, Terimakasih. Aku tidak tahu harus bagaimana untuk membalas semuanya.’
Yah, aku tahu, ayah-ibu melakukan semuanya dgn tulus, tdk ada pamrih apa2. Asalkan kita sehat, hidup dengan baik, dan tetap menjaga nama baik dan kepercayaan yg mereka berikan, itu sudah cukup buat mereka.

Ibuku. Memang rada pelit soal jatah uang saku. Tapi aku juga tahu, begitu banyak yg harus dikeluarkannya. Minta uang buat beli baju, sepatu, ……. ‘Nanti dulu, yg lama kan masih bisa dipakai.’ Tapi kalau buat beli buku, asalkan bukan novel atau komix, benar2 buku pelajaran, berapa pun pasti akan dikasih. Meskipun lg ga ada uang, pasti akan diusahakannya.

Dulu waktu SMA, satu hari setelah hari raya Natal atau Paskah, kita2 pasti pada kompakan bolos sehari. 3 tahun selama SMA berjalan seperti itu, janjian ma beberapa teman. Padahal di rumah juga ga ngapa2in. Ibu tidak suka, pasti dimarahi. Tapi sudah terlanjur janjian ma teman, demi sebuah rasa setia kawan, pura2 aja ga lihat Ibu yg manyun. He he…. nakal.
Begitu pun waktu kuliah. Ibuku tidak suka aku bolos kuliah. Kalau ketahuan bolos kul pasti dimarahin bener. ‘Dah disekolahin mahal2, ga berangkat!’
Yah, untuk tiap mata kuliah kan ada toleransi absent 2x, tidak akan menurunkan level nilai dari A ke B, atau dari B ke C. He he….. ini dari hasil itung2an kita sendiri aja. Yah, kadang2 apa salahnya memanfaatkan celah yg ada. Wajar kan klo rasa jenuh itu datang, sekali2 jg butuh refreshing. Kalau belum pernah ngrasain bolos rasanya jg kurang seru.
Tapi aku bolos juga milih2, mata kuliah yg banyak itungan, dengan dosen yg cara mengajarnya enak, kuusahakan presensiku 100%. Mata kuliah yg text book bgt, presensiku jg beberapa 100%, coz sohibku selalu setia mengabsenkan untukku. He he…. bergiliran datang, ambilin hand out and ngabsen doank.
Jadi kangen masa2 kuliah. Kangen ma Eko n Ita. Mereka yg selalu siap sedia mengabsenkan untukku tanpa pernah diminta. Thanks ya. You’re really my true friend….. till now. Hope will be forever friend.

Ayah-ibu, mereka penginnya anak2nya bersekolah setingkat lebih tinggi dari mereka, kalau tidak ya sama lah dengan mereka. Setelah lulus S1, ibu sebenarnya menyuruhku lanjut S2 atau ambil profesi. Membutuhkan biaya yang cukup besar. Adikku masih dua. Kata Ibuku,’Kamu ga usah pikirin biaya, nti dijualin apa.’
He he….. Kata adikku,’Ibu tu kaya kamu. Kalau punya kemauan…..harus.’
Yah, selain mengingat adik2ku juga membutuhkan biaya yg cukup besar untuk melanjutkan sekolah mereka, aku juga sebenarnya sudah malas belajar. Malas bikin paper. Pastinya S2 atau profesi, begitu banyak makalah2 dan kuliah text book banget. He he…. Malesnya…… Aku pengin break dulu, cari pengalaman dulu. Nanti klo pengin lanjut kan bisa sambil kerja. Dan ayahku juga menyarankan itu. Akhirnya Ibu tidak memaksaku untuk lanjut.
He he…. Sudah keenakan kerja kali ya, sekarang dah ga kepikir untuk lanjut sekolah lagi. Temanku pernah mengirimkan aplikasi form beasiswa ke Ausie, he he….. maaf ya, ga ta’ follow up. Perlu mikir panjang dulu.

Belajar, menuntut ilmu, kan bisa dilakukan di mana saja, kapan saja. Tidak harus di lembaga formal. Tuntutlah ilmu setinggi langit. Belajarlah sampai tua.
Kita bisa belajar dari pengalaman kita sehari-hari. Belajar dari teman2 kita, lingkungan kita. Belajar dari novel dan buku2 yg kita baca, belajar dari film yg ditonton, belajar dari TV, belajar dari pengalaman orang2 lain. Yah, setiap hari kita bisa belajar. Belajar untuk lebih dewasa, untuk lebih menghargai hidup, untuk lebih peduli pada sesama dan lingkungan kita. So…… ambillah pelajaran dari apa yang kita temui setiap hari, ambillah hikmah dari masalah2 yang kita hadapi. Karena dari situlah kita bertumbuh. Bertumbuh menjadi dewasa. Supaya hidup kita lebih bermakna.

He he….. kok jadi filosofis gini ya……. ketularan siapa? Ga tau lah……
Fight!!!!!!!!!!

PERPISAHAN


Saturday, November 08, 2008

Ada pertemuan ada perpisahan.
Perpisahan……..
Kenapa ya selalu terasa menyedihkan. Beberapa kali merasakan perpisahan, semuanya terasa menyedihkan. Saat harus meninggalkan lingkungan yg selama bertahun-tahun menjadi bagian dari hidup kita, saat harus meninggalkan orang2 yang selama beberapa waktu selalu bersama kita, saat menyadari harus kehilangan segala sesuatu yg selalu kita lihat, saat harus meninggalkan rutinitas yang selama bertahun-tahun kita jalani. Meninggalkan sebuah kenangan yg amat manis.
Yah, di saat2 terakhir, semua terasa begitu berharga untuk ditinggalkan. Semua kenangan buruk seakan sirna, yg tertinggal hanyalah sebuah kenangan manis. Yang akan melekat sampai kapan pun.
Yah…… sebuah proses hidup, yang mau ga mau harus kita lalui.
Kalau ingin maju, ya harus dilakukan. Berjuang untuk masa depan. Kalau di sini terus, kapan bisa berkembang. Semua perlu pengorbanan. Dan tidak ada pengorbanan yang sia2.
Meski pada awalnya akan terasa berat, tapi seiring waktu, kita akan bisa melewatinya. Menemukan kembali lingkungan yang baru, teman2 yang baru, pengalaman2 baru.  
Toh….. perpisahan bukanlah akhir dari segalanya bukan.
Masih banyak waktu, masih banyak tempat untuk bertemu kembali.
Ini semua hanya soal waktu dan jarak. Meskipun terbentang jarak, komunikasi jalan terus. Kan zaman udah canggih.
Kalau kangen….
Dalam hitungan detik bisa ketemu, by phone, by sms, by YM.
Kalau memang bener2 pengin ketemu…… toh bukan terpisah di belahan dunia lain kan?
Dalam hitungan jam bisa ketemu.
Atau…… by video call….. He he….. mang dah support?

Hik hik hik……
Etil, Kuntil, Dewot, Tiut, Salliwet, Gigit………. Aku pasti akan merindukan kalian semua.
Aku pasti akan kehilangan celoteh kalian semua.
Tanpa kalian aku pasti akan kesepian.
Tidak ada lg yg suka iseng biqin gw kekhi
Tidak ada lg yg ribut bangunin tiap pagi.
Tidak ada lg yg bs dimintain tolong ngangkatin jemuran
Tidak ada lagi yg masakin nasi tiap malem
Dan kalian juga pasti akan merasa kehilangan
Tidak ada lagi bu bendahara yg galak
Tidak ada lg juru kunci
Tidak ada lagi ibu ketua…… he he, pd seenaknya ngangkat2 org
Berharap masih bisa sama2 kalian terus.
Tapi katanya nti tiap bln musti dtg
Tdk ada yg mau mewarisi iuran kost
Dasar…. pada buat alasan aja, biar aku sering maen ya
Nti…… sering2 ya kita maen bareng. Kalau pada maen jangan lupa ajak2 ya.
Boleh ya, klo kemaleman ga berani pulang, aku sering2 numpang.
N sering2lah week end nginep rame2 menemaniku.
He he… masih lama….
Masih dalam hitungan bulan
Tapi jika ingat  dia sudah pergi…… eh salah……..bentar lagi harus pergi
Jadi sedih juga
Hik hik hik……
I love u all.

Warna– Warni Duniaku

Tuesday, November 04, 2008
 
Aku kadang suka sok menganalisis. Kurang kerjaan ya?
Kali ini aku pengin coba menganalisis tentang warna yang mewarnai hari2ku sampai saat ini.

Waktu kecil, TK-SD, aku baru belajar mengenal warna. Mempelajari warna2 yg ada di sekelilingku. Merah, kuning, hijau, hitam, putih, ungu, biru, oranye. Warna2 pastel, salem, nila, maroon, belum mengenal, mungkin dengar namanya juga belum, cuma nila aja yg suka dengar dari bapak Guru…… ‘Anak2 tau warna pelangi? Warna pelangi itu merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu…… Disingkat mejikuhibiniu!’ Tapi warna nila itu seperti apa, sama sekali tidak tahu. Sekarang pun klo ditanya, warna nila tu kaya apa? Aku juga kagak tau. Sepertinya hampir mendekati ungu.

Waktu TK, warna favoritku belum ada. Semua terserah Ibu. Sesuka Ibu mau mendadaniku dengan warna apa. Tapi anak kecil pasti suka warna yg ngejreng2, kalau disuruh milih, pasti deh jatuhnya ke warna merah. Beli balon, beli permen pasti pilih warna merah.

Setelah SD, kelas V aku baru mulai menyukai sebuah warna. Aku dulu suka banget warna hijau pupus. Koleksi barang2 dengan warna hijau pupus. Kaos, topi, jam tangan, cari yang warna hijau pupus. Kenapa aku jadi suka warna hijau pupus? Waktu SD kulitku item banget. Secara ke sekolah PP naik sepeda, mana Yogya panas sekali. Pulang sekolah kalau Ibu belum pulang kerja, suka main di tanah lapang ma temen2, berlarian, main kasti, main boi-boinan, gobaksodor, petak umpet, main kelereng, main layang2, tembak2an. He he…. Tomboy….. secara teman mainku dulu banyak cowoknya dp ceweknya. Ga peduli kulit kebakar yang penting seneng. Baru setelah Ibu pulang kerja n disuruh pulang, baru pulang deh. Memakai warna hijau pupus, membuat kulitku terlihat lebih cerah. He he…… kecil2 dah rada centil juga ya.

Di bangku SMP, aku belum terlalu peduli ma warna. Beli sesuatu, asal suka ya beli aja, ga peduli warnanya apa. Tapi pernah dink suka ma warna ungu. Coz dulu ngecengin kakak kelas sepedanya warna ungu. He he….. kacau pisan. Tapi cuma setahun doank.

Setelah SMA, seiring bertambahnya pergaulanku, aku mulai benar2 menyukai sebuah warna. Kelas 1 SMA, aku mulai suka warna biru donker dan hitam. Kenapa? Wah…. ini alasan yang mengada-ada. Coz dulu aku punya kecengan, dia pantes sekali pakai topi warna hitam and biru donker. Dia pantes pakai warna itu, terlihat lebih menarik. Aku yakin aku pun pasti juga pantes pakai warna itu. He he…… maksa banget ya.
Dulu aku belum PD pakai warna merah. Kalau ga hitam ya biru aja deh.

Memasuki bangku kuliah, aku jadi benar2 suka ma warna biru dan hitam. Tapi lebih condong ke warna biru dp hitam. Warna lain sama sekali ga tertarik, apalagi orange, hijau ma pink. Ga deh. Sama sekali ga pernah beli baju ataupun aksesoris dengan warna itu. Tiap beli baju, lihat warna biru atau hitam, pasti deh, meski sejak awal maunya beli warna lain, akhirnya pilihan jatuh pada warna biru. Kotak2 pula. Tiap ngejemur, teman kost suka komentar, ‘Wah menjemur serbet, biru semua lagi.’
Dulu bajuku banyakan bermotif kotak2, warna biru semua. Jadi kaya ga pernah ganti baju.

Saat lanjut kuliah ke STIE, aku jadi mulai suka warna merah. Dengan alasan yang juga dibuat-buat. Coz dulu ngecengin kakak kelas yg waktu pertama kali ketemu dia pakai warna merah. Dasar…..
Belakangan jadi bertolak belakang, aku juga heran and suka ketawa sendiri klo ingat. Aku jadi suka  warna merah, kakak kelasku itu jadi suka warna biru n sering pakai biru, kotak2 pula, dengan motif yg sama dengan punyaku pula.
He he….. jadi tau, klo suka ma seseorang, apa pun yang dipakainya akan terlihat menarik buat kita, dan kita tanpa pernah kita sadari, akhirnya menyukai apa yg dia sukai. Meskipun sebelumnya kita anti banget dengan sesuatu itu. Yah….. kadang2 benar juga….. cinta itu buta. ……………… Buta warna………… ~_^

Seiring bertambahnya umurku, aku mantap menyukai 3 warna, biru, hitam dan merah. Dulu cenderung merah maroon. Tapi lama2 merah nyala aku juga suka dan PD aja memakainya. Dulu waktu SMA aku sama sekali belum PD memakai warna merah, apalagi merah menyala.

Warna hitam itu gelap, pribadi yang tertutup dan suka menyendiri. Netral, ga suka cari masalah.
Warna biru itu damai, agung, menyejukkan.
Warna merah, pribadi yang berani, keras, suka dengan tantangan dan pantang menyerah.

Yah, dulu waktu SMA aku memang pendiam bgt, kadang suka ga-PD-an, sensitif, cenderung tertutup, hanya bisa berbagi cerita ma teman2 tertentu saja. Banyak diamnya dp cerewetnya. Sepertinya aku dulu rada tertekan dengan aturan rumah yg banyak melarangku ini itu.
Memasuki kuliah, aku mulai merasakan jadi anak kost, memasuki lingkup pergaulan yang lebih luas, aku lebih mengenal dunia luar. Ayahku mulai memberiku banyak kebebasan. Mulai mengenal berbagai karakter manusia. Mulai mengenal hitam-putihnya dunia. Ya, aku mulai lebih terbuka dan belajar menerima perbedaan. Rasa percaya diriku juga mulai tumbuh. Aku ketemu teman2 kost yg boleh dibilang eror2, akhirnya deh… ketularan error and jadi lebih cerewet.

Biru, merah dan hitam. Aku memang orangnya moody. Kadang2 aku bisa dengan gampang tertawa, bercanda, usil, suka ngomong seenaknya tanpa pikir panjang. Kadang di lain waktu jika bt datang, aku lebih suka menyendiri, menikmati duniaku sendiri, mengurung diri di kamar. Yah, ada kalanya aku pengin sendiri, melakukan apa yg pengin kulakukan sendiri. Tapi terkadang aku juga pengin ditemani. Pergi rame2, makan rame2. Nekad dan kadang ga punya malu. Jika sudah punya kemauan, apa pun tidak bisa membuatku mundur. Orangtuaku pun kadang sudah nyerah, ga berani melarangku. Kalau ya, aku bilang ya, kalau tidak ya aku bilang tidak. Tapi adakalanya aku tidak bisa memutuskan sesuatu sendiri,aku butuh berbagai pertimbangan dari orang lain. Ya, dan buatku tidak cukup hanya satu saran, aku meminta banyak saran dari berbagai orang. Makin banyak saran, kadang membuatku tambah sulit memutuskan. Tapi pada akhirnya aku sendiri yang harus memutuskan.

Tambah tua umurku, aku mulai bisa menerima berbagai warna. Ungu, orange, hijau, pink, salem, coklat….. aku bisa menerima dan PD2 aja memakainya. Yah, mulai bosan dengan koleksi yang punyanya kok warna itu2 aja. Mungkin juga aku sekarang lebih welcome menerima berbagai perbedaan. Berusaha beradaptasi dan membaur dengan lingkungan di mana aku berada. Semakin aku bertemu banyak orang, semakin aku mengenal berbagai karakter orang. Aku memang sejak dulu selalu berhati-hati dan ga gampang percaya dengan orang lain. Yah, karena berdasar pengalaman, pernah aku percaya sama orang, tyt dia tidak bisa menjaga kepercayaan yg kuberikan. Dan memang tidak ada salahnya kan untuk selalu berhati-hati, toh untuk kebaikan kita juga.

Pada dasarnya semua warna itu indah. Tergantung bagaimana kita memadupadankan saja. Dan bukankah sekarang sudah zaman main tabrak warna. Dilihat, OK2 aja tuh. Tapi tergantung yang make juga sih….. ~_^
Sebenarnya asal kita PD aja memakainya, anggap anjing menggonggong kafilah berlalu, everything will be OK.

Demikian juga hidup kita. Ada begitu banyak liku, ada begitu banyak jurang perbedaan, ada hitam ada putih, ada gelap ada terang, ada begitu banyak hal yang bertolak belakang. Tidak ada kesedihan, kita tidak akan tahu bagaimana rasanya bahagia. Tidak ada kegagalan, kita tidak akan tahu bagaimana rasanya sebuah keberhasilan. Tidak ada kehilangan, kita tidak akan pernah bisa belajar menghargai sesuatu. Tidak ada penderitaan, perjuangan, kita tidak akan pernah bisa tumbuh dewasa. Dan semua ini ada untuk menciptakan keseimbangan. Yah, semua ini warna-warni dunia, yang menempa kita untuk lebih dewasa dan bijak dalam menjalani hidup.
So…… bersyukurlah…… Tuhan menciptakan berbagai warna bagi kita, bagi hidup kita, yang membuat hidup kita, hari2 kita lebih berwarna.


Tentang IMPIAN

Saturday, November 01, 2008

Mewujudkan sebuah mimpi
Bukanlah hal yang mudah
Dengan perjuangan
Akhirnya aku tahu ‘one of my dreams comes true’
Dan ini bukanlah sepenuhnya milikku
Untuk mempermudah
Hanya memakai namaku saja
Aku tahu
Aku belum cukup mampu untuk meraihnya sendiri
Terimakasih untuk semua
Untuk keluargaku
Yang mau gotong-royong bersamaku
Mewujudkan sebuah mimpi
Aku tahu
Aku sudah cukup membuat khawatir banyak orang
Maaf
Terimakasih telah mengkhawatirkanku
Tapi aku tahu
Semua mendukungku
Terimakasih
Mungkin selama beberapa waktu
Aku akan masih merepotkan kalian semua
Tapi aku percaya
Suatu saat nanti
Aku akan bisa berdiri sendiri
Berdiri di atas kakiku sendiri
Meskipun begitu
Aku tetap butuh kalian
Untuk selalu berdiri di belakangku
Yah,
Paling tidak ada sebuah tempat yang dituju
Untuk saling berbagi
Untuk saling melepas rindu
Dan aku percaya
Tuhan akan selalu menyertai
Hingga akhir nanti
Hingga mimpi ini benar2 menjadi nyata
Amin

>Now 1108<

Beristirahat Sejenak

Saturday, November 01, 2008

Akhir2 ini aku jadi malas mengikuti berita. Malas nonton TV, malas baca Koran, malas browsing. Mungkin terlalu banyak yg harus kupikirkan. Aku ingin beristirahat sejenak. Ampe teman kostku ada yang komentar. ‘Mbak, tv-nya ga pernah dinyalain ya?’
Belakangan ini memang hari2 yg melelahkan sudah dimulai. He he, bukan melelahkan, hari2 penuh aktivitas, hari2 yg memerlukan lebih banyak senyum. Klo dijalani dgn banyak senyum akan lebih enjoy bukan?
Dulu tiap pagi, ga pernah absen nonton berita pagi, lanjut infotainment pagi. Pulang kerja, nonton berita, infotainment, kadang sinetron, kadang reality show atau talk show favoritku. Tapi beberapa bulan belakangan ini tidak lagi. Yah, boleh dibilang membantu ibu kost, mengurangi beban listrik tiap bulannya.

Dan aku baru sadar, aku benar2 sudah ketinggalan berita. Tentang Ryan, si jagal dari Jombang. Aku tahu juga sudah telat. Coz di jalan, di kantor, di kost, di warung2, orang2 pada membahas Ryan, akhirnya coz penasaran, siapa sih si Ryan ini, sang selebritis baru, kunyalain TV dan semua mengupas tentang Ryan. Intisari juga akhirnya mengupas tentang Ryan juga, tapi lebih dari sisi psikologis.
Kemarin waktu menengok temanku yg sedang sakit, di sana sambil nonton TV, membahas tentang telur sintetis. He…. Apa lagi ini. Aku bener2 sudah ketinggalan informasi. Tentang banyak makanan produksi Cina yg ditarik coz mengandung melamin, aku juga baru tahu kemarin. Pantas waktu ke Solo, tiap makan snack produksi pabrik, temanku selalu berkomentar….. ‘Ati2 lho melamin’
Suer….. aku kagak ngerti. Kirain melamin untuk peralatan makan itu, ‘Kan sekarang sudah ada yg berlabel food grade’ kataku waktu itu.

Tentang artis specialis horror Susanna yang meninggal, tentang Gugun Gondrong yang koma, tentang pernikahan Paramitha Rusady yang bermasalah, tentang BCL yg mau merit, aku juga telat taunya. Itu pun sayup2 dengar dari TV kamar sebelah n teman2 kost yg pada ngrumpi. Aku males nyetel TV. So ga tau detail ceritanya.

Tapi kadang2 ga tau berita ga tau perkembangan dunia luar ada baiknya juga. Aku merasa belakangan ini hari2ku serasa mengalir, tanpa beban. Pulang kerja, rebahan sebentar, mendengarkan MP3. Lagu2 melow…… he he… lg suka ‘Lirih’ Chrisye punya n ‘Di antara Kalian’ punya D’massive. Bagus lagunya, tp menyedihkan………
Mau keluar juga lagi males, hujan terus, dingin. Anak2 juga males keluar, akhirnya tiap makan malam, kita masak rame2 aja seadanya bahan di kulkas, klo ga delivery service mie ayam bakso depan warung, wong Solo punya Uenak lho….. Yg maen ke kost, tiap datang lg, pasti nanyain mie ayam.

Yah, adakalanya kita perlu waktu untuk sendiri. Untuk benar2 menikmati hari2 kita tanpa beban. Untuk beristirahat sejenak. Aku pengin break dulu, dari banyak hal yang memusingkanku belakangan ini. “Let it flow!’
Membandingkan mereka yang hidup di kota dengan di desa ataupun di pedalaman, tingkat stress lebih besar di kota. Hari2 yang penuh kesibukan. Pergi pagi, pulang malam, dari senin sampai jumat dengan rutinitas yg sama, hari sabtu-minggu, weekend, jalan2 dengan keluarga. Tinggal di desa, mereka terlihat lebih santai, lebih banyak waktu luang, lebih banyak waktu santai bersama keluarga. Begitu banyak waktu untuk beristirahat.
Kadang2 suka iri juga, melihat mereka yg pagi2 bisa santai2, jalan2 pagi sambil menyuapi anaknya, kalau tidak Ibu2 yg pagi2 sambil mengantar anaknya ke sekolah, mampir berbelanja ke pasar.
Kapan ya aku bisa santai pagi2 seperti itu? Ada baiknya sesekali mengambil cuti untuk benar2 menikmati hari. Bebas melakukan apapun tanpa diganggu oleh rutinitas kerja.

Mereka yg tinggal di daerah pedalaman, mereka hidup apa adanya, tidak banyak tuntutan. Yang mereka pikirkan asal bisa makan cukup untuk hari ini dan besok. Orang kota berpikir lebih jauh ke depan. Anakku bulan depan sudah harus bayar sekolah, masih harus bayar cicilan rumah, masih bayar tagihan kartu kredit. Benar2 tidak ada waktu untuk beristirahat bagi pikiran. Untuk berlibur saja, berpikir jauh2 hari. Kira2 menghabiskan budget berapa? Tempat apa yg menarik yg belum pernah dikunjungi. Transportasi ke sana naik apa, dan berbagai tetek bengek yg harus dipikirkan.
Orang yg tinggal di pedalaman, mereka masih leluasa menghirup udara segar, melihat berbagai pemandangan alami, mendengarkan kicau burung, menikmati semilirnya hembusan angin. Bisa rekreasi gratis tiap hari. Makanan mereka juga masih alami, apa pun yg disediakan alam bagi mereka. Tidak menuntut, aku pengin makan Pitza, dah lama ga makan seafood, pengin nyobain Resto baru. Kualitas hidup mereka jauh lebih baik. Usia mereka cenderung lebih panjang dan selalu terlihat awet muda. Mereka juga terlihat lebih bahagia.

Yah, pada intinya, kita boleh2 saja mengejar sesuatu. Bekerja keras berjuang demi hari depan. Tapi jangan terlalu diforsir. Berusahalah sesuai kemampuan kita. Jika sudah saatnya beristirahat, ya beristirahatlah. Toh tujuan dari kerja keras kita juga supaya hari depan kita terjamin. Supaya apa? Supaya di hari tua kita bisa menikmati hasil kerja keras kita. Mengasuh cucu2 kita. Pada intinya kita baru beristirahat di hari tua. Tujuan kita bekerja keras, supaya kita bisa beristirahat di hari tua.
So….. kenapa harus menunggu mpe hari tua, jika sekarang kita bisa beristirahat sejenak. Ambil waktu itu.
Untuk menikmati keindahan ciptaan-Nya. Untuk menghirup udara bebas sepuasnya, untuk menikmati hangatnya mentari pagi, untuk mencium wanginya bunga mawar. Ada kalanya kita perlu beristirahat sejenak supaya bisa lebih relaxs.
He he… sok filosofis. Bukannya sok bijak, ini berdasarkan buku ‘Berani Berpikir Besar’ karangan Xavier Quentin Pranata yang belum lama ini kubaca. Bagus juga buku ini.

He he tapi ya jangan terus kesenangan beristirahat, lantas beristirahat terus sepanjang waktu. Jalan masih panjang. Perjuangan masih harus terus berlanjut. Hanya jangan terlalu ngoyo. Tetap ingat, kemampuan kita terbatas. Tubuh kita, pikiran kita juga butuh waktu untuk beristirahat sejenak, untuk memulihkan energi yang terkuras.

Kembali ke ketinggalan informasi. Terlalu lama mengurung diri dari dunia luar juga ga bagus. He he… tiap ngobrol jadi suka ga nyambung. Jadi rada terasing dari dunia luar. Nanti…. Jika sudah merasa fresh lagi, pasti dengan senang hati menyimak berita2 pagi lagi.
Semangat!!!!!!!!!!!!!!