Thursday, November 17, 2011

Pada Akhirnya……

Tuesday, December 18, 2008

Hari ini….
Pada akhirnya semua terjadi
I’ve hold it over
Perjalanan yang begitu panjang dimulai
Aku tahu akan sulit buatku
Tapi aku tahu
aku pasti bisa melewatinya

Harusnya setelah ini semua aku merasa bahagia
Perjuanganku membuahkan hasil
Tapi entah kenapa aku merasa demikian sedih
Aku ga tahu
Aku harus tertawa atau menangis
Entah kenapa aku begitu ingin menangis…

Mungkin benar
Aku memang belum dewasa

Being mature…
What’s the meaning of being mature…..

Aku memang belum dewasa
Sedang belajar untuk menjadi dewasa
Dan semua itu butuh proses
Paling tidak aku belajar untuk mengerti
Belajar untuk memahami
Belajar untuk saling menjaga

Dan mulai saat ini aku berjanji
Aku pasti bisa dan harus bisa
Aku harus bisa berdiri sendiri
I’ll try not to burden another
Mereka juga punya mimpi sendiri
Mereka juga berjuang keras untuk meraih mimpinya sendiri
Meskipun sulit
Aku yakin aku pasti bisa
Dan harus bisa
Prove you can through it well!

Belum Saatnya


Tuesday, December 16, 2008

Mungkin kata Tuhan
Aku belum cukup mampu
Mungkin kata Tuhan
Masih terlalu berat buatku
Mungkin kata Tuhan
Belum saatnya
Di saat-saat terakhir Tuhan memperingatkanku
Dan akhirnya aku harus merelakan
I loose my dream
Ternyata tak semudah yang kubayangkan
Mungkin kata Tuhan
Kamu perlu seseorang berjuang bersamamu
Ya, mungkin Tuhan tidak ingin aku berjuang sendiri
Semakin hari terasa semakin berat
Adakah seseorang yang mau berjuang bersamaku?
Mewujudkan sebuah mimpi

Hwe hwe hwe ………………… ~_^


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>Now’08<<<<<<<<<<<<<<<<<<


Catatan Jelang Akhir Tahun

 Saturday, November 22, 2008

Ga terasa dah mau akhir tahun. Bentar lg dah th. 2009. Bikin Resolusi apa ya th depan.
‘Try to be on time.’
OK. I’ll try as long as I can. ~_6
Tahun2 kemarin mgkn aku kebanyakan main dan pemborosan untuk hal2 yg tdk perlu. Tahun2 yg akan datang, mau ga mau aku harus berbenah, mengurangi mainku, harus lebih disiplin coz keadaan sdh tidak memungkinkan lagi untuk bisa leluasa seperti dulu. Yah… biasanya klo karena terpaksa yg tadinya sepertinya tdk bisa akhirnya bisa juga.
Retno, prove you can through well!

Banyak bgt yg terjadi th 2008 ini.
Pertemuan dgn orang2 baru, perpisahan dgn orang2 yg kusayangi, 2 kali kehilangan dan aku semakin tahu ke mana aku pengin melangkah. Aku pengin tetap di sini, kemarin2 aku sempet ragu, pengin back to Yogya, pengin dekat dgn keluargaku, teman2ku di sana. Tyt aku bs survive di sini mpe sekarang. Rasanya aku menemukan keluarga baru di sini. Begitu banyak orang2 yg peduli padaku, yg sayang padaku, selalu mengkhawatirkanku. Aku jadi tidak merasa jauh dari keluargaku. Begitu banyak orang2 yg bersedia menolongku, menjadi tempatku bertanya, selalu ada buatku. Tapi sedih juga ketika menyadari, aku harus pergi. Meninggalkan sebuah tempat yg selama 5 ½ th ini menjadi bagian dari hidupku. Ibu kost yg begitu baik yg sudah kuanggap seperti ibuku sendiri, menerimaku dgn tangan terbuka, selalu siap menolongku kapan saja, selalu mengerti saat aku dan teman2 kost terpaksa terlambat membayar uang kost. Mungkin Ibu kost paling baik sedunia yg pernah kumiliki.

Ibu kostku yg begitu baik, aku sudah begitu banyak berhutang budi padanya. Tapi aku sungguh anak yg ga tau berterimakasih. Dalam 4 tahun ini aku sama sekali tidak pernah mengunjunginya, padahal hanya dalam 5 menit aku bisa sampai ke sana. Komunikasi dengan Ibu hanya via sms dan telp aja. Maaf Ibu, sungguh anak yg tdk tahu membalas budi. Padahal Ibu selalu berharap anak2 datang bersilaturahmi di hari Lebaran. Ibu, maaf, kami cuma janji2 saja tapi tdk pernah ada realisasinya. Ibu, aku janji, sebelum aku pergi aku akan meluangkan waktu untuk mengunjungi Ibu, sekalian berpamitan. Kemarin dari pagi mpe siang, aku sms-an dengan Ibu kost, rasanya sungguh menyedihkan. Seperti sms perpisahan, berjanji untuk tetap menjaga rasa persaudaraan, untuk tetap menjaga tali silaturahmi. Sedihnya hiks hiks hiks……..

Harus pergi saat segala sesuatu menjadi lebih baik. Saat aku menemukan teman2 kost yg semuanya kompak, tdk ada gap seperti sebelum2nya. Formasi kost terbaik yg pernah kualami selama 5 ½ th aku jadi anak kost di sini. Kita sudah seperti sebuah keluarga. Apa yg kita miliki, kita nikmati bersama. Milikku milikmu, milikmu milikku. Lagi sama2 ga ada duit, untuk makan kita patungan, masak bareng. Lagi ga ada duit, pengin belanja sesuatu, lg obral, pengin kembaran dengan warna berbeda, yg ada duit kasih pinjam dulu. Sama sekali ga pernah ada masalah. Rasanya semua pengin nangis ketika kita dihadapkan pada kenyataan kita harus pergi.
Tapi terkadang ada baiknya juga meninggalkan sesuatu dalam keadaan yg baik, tidak ada kenangan buruk yg tertinggal, meski berat untuk melangkah, kita meninggalkan kenangan yg baik di sana. Beberapa tahun ke depan, saat melewati tempat itu lagi, pasti akan langsung ingat, aku pernah berada di sana, aku pernah memiliki masa2 menyenangkan di sana.

Tahun ini sudah cukup banyak aku menulis. Dan aku ga tau kenapa ga pernah bosen2nya baca tulisanku sendiri. He he…… rasanya sungguh menghibur mengingat saat2 menyenangkan yg pernah kualami di saat aku merasa jenuh, merasa penat.
Dan mungkin untuk sementara waktu aku break nulis dulu. Th. 2009 klo dah semangat nulis lg, baru mulai nulis lg. He he kan 2009 tinggal menghitung hari. Tapi kemungkinan aku baru bisa leluasa selepas Paska nanti, bulan April. Mpe akhir Maret begitu banyak yg harus kuselesaikan. Harus siapkan stamina. It will be everyday in office, every evening in office. Rumah jadi kaya hotel tempat numpang tidur doank. He he sapa tau bisa sekalian program nurunin berat badan, klo ga mah berat nambah terus coz makan malam sdh terlalu malam. Jangan deh….

Yang jelas th 2008 akan menjadi tahun yg ga akan pernah terlupakan dalam hidupku. Tahun di mana aku mulai menapak langkah baru dalam hidupku. Tahun di mana aku mulai mensyukuri masa2 sulit yg telah kulewati selama ini, pengorbananku selama ini, ternyata tidak sia2. Yah, aku memang harus di sini, tempatku memang di sini. Aku sudah merasa nyaman di sini. Apa yg akan terjadi nanti, who knows? Sekarang jalani saja apa yg harus kujalani.
Dan tentang satu hal, akan kutunggu sampai bln Maret, hbs itu aku akan bebas memutuskan ke mana aku akan melangkah.
Selamat tinggal tahun 2008….. selamat datang tahun 2009
Semoga tahun 2009 dan tahun2 yang akan datang lebih menjanjikan dari tahun2 kemarin.
Semangat!!!!!!


Perhitungan-Nya Selalu Tepat

Saturday, November 22, 2008
 
Belum lama ini aku baru saja menulis Tuhan tidak pandai berhitung, tapi kemarin pagi aku dihenyakkan oleh sebuah kenyataan. Tuhan memang tidak pandai berhitung menurut ukuran kita manusia, tetapi hitungan-Nya selalu tepat di saat yang tepat. Aku tidak tahu harus bilang apa mengenai hal yang satu ini.

Kemarin pagi, sebelum aku berangkat ke kantor, kudapati ‘1 message’ di hp-ku. Kubaca sekilas, dari Ibu Kostku. Aku terhenyak membacanya. Segera kukabarkan ke anak2 yg lain yg masih pada terlelap, kebetulan banyak dari mereka yg hari itu sedang off. Semua langsung bangun dan bikin rapat dadakan pagi itu juga.
‘Kost mau dijual.’
Semua pada sedih, pada pengin nangis. ‘Kita sudah merasa nyaman di sini. Sebuah tempat kost yg perfect bgt buat kita. Kita sudah pada kerasan di sini, merasa nyaman di sini. Kita ga pengin pisah. Kalau pun terpaksa pergi, kita mau tinggal sama2 lagi. Tapi nti klo ibu kost-nya ga sebaik ibu kost yg sekarang gimana?’
Mungkin Ibu kost merasakan kekhawatiran kita semua, meskipun belum kubalas sms-nya, Ibu mengirim sms lg ‘Tenang Retno. Kan masih proses. Siapa tau nanti ada solusi yg terbaik buat kita semua.’ Akhirnya aku pagi itu jadi blank. Sudah janjian urusan kantor ma seseorang pk.08.00 pagi, aku baru ingat saat dah mpe kantor, akhirnya dari kantor langsung ke sana,’Maaf, saya lupa.’

Aku memang sudah berencana untuk pergi. Aku sedang bersiap-siap untuk pergi. Tapi masih merasa berat untuk pergi, meninggalkan semua yg sudah seperti keluargaku sendiri. Kupikir aku masih bisa berada cukup lama di sana sampai aku merasa sudah siap untuk pergi. Tapi ternyata kenyataan berkata lain, memang sudah saatnya aku harus pergi. Mungkin ini sebuah tanda dari Tuhan supaya aku tidak ragu2 untuk pergi. Tapi kenapa harus secepat ini.
Membuatku jadi berpikir ekstra, harus bagaimana ini sedangkan segala sesuatunya belum siap. Tapi aku percaya, hitungan-Nya selalu tepat di saat yg tepat. Dia pasti akan mengatur untukku aku harus bagaimana. Paling ga aku harus siap2 dari sekarang, untuk pergi sewaktu-waktu.

‘Pengin tinggal sama2 terus.’
‘Ya udah, kita tinggal sama2. Tinggal sama2 aku aja yuk.’ Tapi pada ga mau, katanya kejauhan.
‘Ya udah pada belajar naik motor dulu.’
Yah….. ga tau gimana nanti. Yang terjadi biarlah terjadi. Semoga apa pun itu yang terbaik untuk kami.
Aku jadi tau, Tuhan tidak pernah terlambat. Perhitungan-Nya selalu tepat di saat yang tepat. Tuhan terimakasih, Kau mengharuskanku pergi, tapi Kau juga yang telah mengatur ke mana aku harus pergi. Hanya sekarang aku masih ragu, apakah saat aku harus pergi nanti, tempat itu sudah siap untukku.
Yah, aku harus percaya, Dia akan mengatur semuanya untukku. Mengatur dengan amat baik sesuai rencana-Nya.
Amin.

Kostku Tercinta……………

Sunday, November 16, 2008

Ngrasain jd anak kost 4x, kostku yg paling nyaman ya kostku yg terakhir ini, yg mpe sekarang msh kutempati. Dah 5 tahun boo….. Dulu2 kost paling lama paling cuma setahun. Ngrasain 1x tinggal serumah ma Ibu Kost, itu pertama kali aku jadi anak kost waktu kuliah di AA, tyt ga enak bgt, hbs tu tiap cr kost pasti yg ga ada Ibu kost-nya, jd ky ngontrak rumah aja.
Kostku  yg 1, boleh dibilang bagai di neraka…… he he…. Kata temen2ku yg suka main ke sana. Kalau siang panas bgt, klo malam dingin bgt. Atap asbes, and ventilasi kurang memadai. Byr per th klo ga salah 660rb. Dulu jg asal dpt aja, coz tdnya ma ortu ga boleh kost, dgn alasan yg mgkn buat ortuku setelah dipikir-pikir masuk akal, akhirnya boleh kost, itu pun dah mepet bgt mw ospek, kost dah pada penuh, akhirnya sedapetnya aja.
Punya Ibu kost yg antic. Mau pergi kemana pun harus pamitan. Dulu beberapa kali aku suka pergi tanpa pamit, males musti ke rumah belakang dl coz kamarku paling depan, akhirnya jd omongan. Mana tiap nyuci baju dijatah, seminggu tadinya 2x, belakangan seminggu jd 1x, akhirnya aku mending cucian ta’bawa pulang, dicuci di rumah aja. Kostku cm buat tmpt transit aja di sela2 jeda kuliah n tempat naruh buku2 wajib yg beratnya bisa mpe 1 kg, ga mungkin kubawa plg. Buku2 Hongren, berbahasa Inggris, tebal bgt, dan tiap kul wajib dibawa. N kudu ati2 bgt, klo sampe ngilangin, harganya mahal, belinya pake dollar musti pesen ke luar. So temen2ku yg rumahnya jauh, akhirnya nitip buku2nya ke kostku. Coz jarak rumah ke kostku ga mpe 1 jam, akhirnya aku sering dilaju, kalau ada jadwal kul pagi ato sore ada kursus baru dee aku bobox di kost.
Aku n temen2 kost seangkatanku pada ga betah di sini, kost habis, langsung deh pada pindah pelan2 ngangkutin barang2 biar ga ketahuan Ibu kost. Nakal ya…… Maaf Bu, kita pada pindah tanpa pamitan. Tapi belakangan aku bersilaturahmi ke Ibu ini nganter salah satu temanku eks kost ini juga yg habis diwisuda untuk berterimakasih. Dan Ibu ini menerima kami dengan baik. Dia sama sekali tdk nyinggung2 kami yg dulu pada tdk sopan pergi tanpa pamit. He he maaf Bu.

Kostku yg ke-2. Kost cewek yg bener2 bebas, sebebas-bebasnya. Ibu kost rumahnya jauh, datang cuma klo nagih duit kost doank. Aku dapet kamar yg klo siang panasnya jg minta ampun. Kamar kosong, so apa2 musti bawa dari rumah. Kamar berukuran 3x3, keramik. Bayar per th. Kalau ga salah th.2000 per thy byr 1,1 jt. Di sini anak2nya kalong semua. Tidur subuh, bangun matahari dah tinggi. Mana malam hiruk-pikuk full music. So… klo ujian dengan materi yg lumayan susah n aku bener2 belum siap, aku mending belajar di rumah, berangkat ujian langsung dr rumah. Dulu aku kerasan tinggal di sana. Di depan kost ada angkringan n mie ayam n borjo yg semuanya bisa delivery service, enak, murah lg. Th. 2000 makan di angkringan dgn Rp.600,- sudah amat sangat kenyang. He he….
Jam malem tidak ada, ngatur2 sendiri aja, toh masing2 anak  pegang kunci kamar n kunci gerbang. Anaknya rame2 n error2, yg tadinya pendiam keluar dr kost ini pasti deh klo ga jadi ketularan error ya memutuskan keluar sebelum waktunya coz ga betah. Awal2 kost di sana, kost ini bersih bgt coz ada yg suka bersih2 tiap pagi. Lama2 setelah mbak2 yg suka bersih2 ga dtg lg, kost jd kotor, mana banyak tikus n kecoa, bnyk nyamuk, banyak cucian piring-gelas kotor berhari-hari, ga ada yg bertanggungjawab nyuci. Dimana2 banyak yg rusak, 4 kamar mandi yg ada, jd tdk layak pake lg, yg dipake cuma 2, itupun pintu dah bolong2. Dah lapor berkali-kali ke Ibu kost tdk jg ada perbaikan. Akhirnya aku memutuskan pindah kost sebelum kostku habis, th keduaku kost di sana, masih sisa 4 bulan kuoper ke adik temanku. Lagian waktu itu aku lanjut kul ke STIE, cari kost yg lebih dekat ke kampus.

Kostku yg ke-3. Ni kost paling nyaman, paling luas dan paling elit yg pernah kutempati. Bayar bulanan. Fasilitas lengkap. Kamar 3x4, KM dalam pake shower, ada kasur busa, meja belajar, lemari kecil. Fasilitas kost ada dapur pake kompor gas, kulkas, tv di ruang tamu atas, mesin cuci biarpun cm bs ngeringin doank tp lumayanlah. Kost bersih bgt, ada bapak penjaga yg kdg2 klo malam suka tidur di kost. Byr per-bulan 140rb th.2002. Sebenarnya aku pengin kost di situ rada lama, tp coz ada yg sudah memesan kamar itu sebelumnya yg jg anak kost di situ, aku cuma boleh kost di situ 3 bln. Stlh membujuk bpk kost yg baik hati dan ga enakan, akhirnya aku boleh perpanjang jd 4 bulan. Kamarnya boleh dibilang adem untuk ukuran Yk yg panas. So betah ngendon lama di kmr. Aku dl kost di sana di masa2 akhir kul-ku di Stie. Tinggal nunggu wisuda n kut kursus2 doank. Hbs wisuda tdnya rasa ga rela mw melepas kost ini, berhubung aku dah sering keluar kota ada panggilan2 interview, ma bpk kost dah ga boleh perpanjang lg coz ga enak ma yg dah pesen, n ibuku dah ga mau byr uang kost lg biar aku lebih bnyk di rumah. Akhirnya dgn terpaksa barang2ku kuangkut ke rumah. Selamat tinggal kostku tercinta. Sekarang kost ini menurut cerita sudah oper pemilik, jadi kost cowok. Tdnya klo msh kost cewek, adikku ta’suruh kost di sana aja, coz aku suka tinggal di sana, kan bs sekali2 numpang, tyt dah ga memungkinkan lg. Ya sut……

Kostku yg ke-4. Ni kost yg kataku kost paling nyaman sedunia. He he. Aku betah bgt tinggal di sana. Dr pertama datang bw 3 travel bag, mpe sekarang barang2ku sdh bejibun bnyknya, jd bingung klo pindahan ngangkutnya gimana? Sekarang th ke-5ku. He he, dah rasa ky rumah sdr. Th. 2003, awal bulan Juli, pertama kali aku kost di sana. Sebuah rumah yg br selesai di-renov. Tampak apik dan bersih sekali. Ada tulisan ‘Terima Kost Putri’. Berharap masih ada kmr kosong, aku diantar tmnku mencoba menemui bpk penjaga kost. Pertama masuk, aku langsung suka. Dalamnya bersih bgt. Pengin kost di situ. Tapi kt bpk penjaga kost, kmr dah penuh. Waktu itu aku msh tinggal nebenk tmnku coz msh bolak-balik Yk-Jkt-Bdg, msh jd jobseeker. PD bakal ketrima krj di Bdg, coba cr kost di dkt kost tmnku. Minta no telp Ibu kost, waktu ku-telp, katanya kmr dah di-booking smua. Aku berharap ada yg batalin 1, so aku pesan 1 kmr ke Ibu, siapa tahu ada yg batalin. Akhirnya aku bener2 ketrima kerja di Bdg, tmpt krj-ku yg skrg. Di saat2 terakhir sblm aku benar2 stay di Bdg, tmnku yg aku sempet nebenk 1 bln, dia pindah krj ke Cimahi, so aku harus dpt kost. Dan mungkin memang jalanku di sini. Tuhan memberiku kemudahan2. Di saat2 terakhir aku sdh hrs dpt kost coz tgl 7 Juli aku dah mulai kerja di Bdg. Ku-telp ibu kost, tyt ada yg batalin kmr 1. Biarpun kmr paling kecil gpp, asl aku bs kost di situ. Akhirnya, aku kost di situ.
Th, 2003 200rb/bln+listrik 20rb. Byr 3 bln di muka. Kt ibu kost, nti ada bpk penjaga kost, yg belakangan aku tau namanya mang Dede, akan tidur di situ tiap mlm. Kulihat kmr bpk penjaga kost ini lumayan gedhe dibanding kmr yg ku-booking. Kubujuk bpk-ibu kost, agar kmr itu boleh buatku, akhirnya diperbolehkan. Anak2 kost berterimakasihlah padaku, akhirnya di kost kt tdk ada bpk penjaga kost, kan pasti bakal ga enak bgt klo ada bpk penjaga kost, mau ngapa2in jd ga leluasa. He he he.
Di th keduaku, aku pindah ke kmr yg paling gedhe di sana, kmr yg jd rebutan anak2 kost di sana. 250rb/bln+ byr listrik. Mpe sekarang aku nempati kmr itu. Dr th 2004-2008, harga kmrku cm naik 10rb. Ibu kost baek bgt, kynya ga enak mw naikin harga. Bnyk yg berharap aku cpt pindah coz nunggu kmrku. ‘Yah, doain aku cpt pny rmh sdr, biar cpt pdh, coz aku betah di sini, kynya klo blm pny rmh sdr ga kan pindah deh,’ kataku tiap ada yg nanyain kmr-ku.
Ibu kost paling baik yg pernah kumiliki. Waktu pertama tinggal di kost itu, aku termasuk angkatan 1 di sana, dl aku sering di kost sdr, coz yg lain anak2 kul, msh pd libur semester yg lamanya minta ampun. Mpe sebulan lebih. Ibu kost tdk tega, so aku tiap malam ditemani pembantu ibu kost, cewek. Mana si Ibu suka bawain makanan lewat pembantunya, kue, bubur kc. Ijo, jeruk. Terimakasih Ibu. Ibu kost yg baik sekali, selalu maklum tiap kita byr uang kost telat. Tiap ada kerusakan pasti ibu kost yg berkali-kali minta maaf dan cepet2 dibenerin. Yah, kdg2 kt yg jd rs ga enak ma Ibu ini. Ibu yg selalu berharap kita anak2 kost dtg mengunjunginya, tp kt cm janji2 aja dan ga pernah ke sana, pdh jarak boleh dibilang dekat, ga mpe 1km. Ibu, maaf ya, th ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 sy tinggal di kost Ibu, blm jg datang bersilaturahmi ke Ibu.
Kostku tercinta, yg anaknya seru2. Beberapa kali ngrasain ganti personel, br th ini kita semua bs kompak, sama sekali ga pernah ada masalah, n ga ada yg aneh2. Kenapa ya, pd saat aku benar2 merasa nyaman tinggal di sana, pd akhirnya waktu aku harus pergi semakin dekat. Rasanya berat meninggalkan kostku tercinta. Mungkin lebih baik spt ini. Pergi baik2, dlm keadaan hubungan kita yg baik. Jd kita meninggalkan sesuatu yg baik, kenangan yg baik, akan lebih membekas di hati.
Kostku yg akses ke mana2 gampang, cr makan gampang, tetangga2 semua welcome ke kita, makanan delivery service banyak. He he….. pasti akan kangen bgt dgn kost ini nanti.
Apa ga usah jd pindah aja ya………

Kenapa AKU SUKA TELAT?????????

Saturday, November 15, 2008

Mungkin ini sebuah pertanyaan yg selalu ada di benak teman2ku dari zaman SMA. Kenapa aku suka telat? Apakah karena sudah menjadi kebiasaan.
Telat….. ditambah akhiran –an membentuk kata telatan….. dibaca sama dengan ….teladan….. bukan? He he…. Berarti masih ada sisi baiknya ya……
Sebenarnya juga bukan mauku untuk datang telat, tapi karena satu dan lain hal, akhirnya aku suka datang telat, bukan bermaksud datang telat, tapi kok ya, seringnya mpe tujuan dah telat ya, yg ga telat jika di-list bisa diitung dgn jari. Dasar males!
He he…. Dulu aku pernah punya motto ‘Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.’ Sebuah motto yg kadang2 tidak mendidik, membenarkan sebuah ketidakdisiplinan.
Berikut beberapa alasan kenapa aku suka datang telat:
  1. Waktu SMA, rumahku jauh dari sekolah, ga pernah ngukur sich coz ga pernah bawa meteran, tapi kira2 ya  2 km + 12 km + 4km + 4 km. Itung sendiri berapa kilo tuh. Setelah kuliah lebih jauh lg, aku mang dulu kost, tp kdg2 ta’laju dr rmh, telat kul berarti pas ta’laju dr rmh. Jarak dr rmh ke kampus AA = jarak rmh ke SMA + 7 km. Waktu kul di STIE tambah jauh lg = jarak rmh ke AA + 6 km.
  2. Kadang suka bangun kesiangan, coz boleh dibilang aktivitasku dulu lumayan padat. Pulang sekolah pk.14.15, makan siang dulu trs lanjut Bimbel pk.15.00-18.00. Mpe rmh kdg suka ada lat. koor klo ga rapat or ada acara ma cah2 mudika sk mpe pk.22.00. Hbs tu ngerjain PR, klo ada ulangan ya buka buku bentar. So wajar kan klo kecapean trs bangunnya kesiangan, ato pagi2 musti nyelesaiin dulu PR yg blm kelar dikerjain malem. Itu pun dulu sering ga sempet sarapan.
  3. Coz antre kamar mandi. Di rumahku ada 2 KM, tp KM yg satu pada ga mau make. Dan aku selalu kebagian jatah mandi paling akhir coz katanya klo mandi paling lama. Ya…… nasib……. Pdh sekolahku kan paling jauh……
  4. Kadang2 karena keadaan, dah mau berangkat, tiba2 sakit perut, klo ga tiba2 saja air di kost ga keluar, musti nunggu dgn sabar air ngocor, lupa baju yg hrs dipake hari itu tyt blm disetrika, dah mw pegi tiba2 ada telp yg kdg2 sbenere ga penting, klo ga tiba2 ada tamu siapa lah, yg datang tanpa janji terlebih dulu. Org rmh dah pd pegi, tinggal aku doank. Mau ga mau harus nemuin dl kan. Waktu dah mepet jadi tambah mepet deh.
  5. Klo lagi janjian ma temen, terlebih 3 sohibku yg dah pada apal ma kebiasaan molorku, si Eka, Ita n Riz. Klo Ita n Eka mah setipe ma aku, sama2 tukang molor, klo Riz mah boleh dibilang tertib. Klo janjian ma Eka n Ita, musti telp 1 jam sblmnya, bilang klo dah siap mo berangkat dr rmh, klo ga, mpe rmhnya mo jemput, klo ga dia blm mandi, msh hrs nunggu dia mandi, dandan, lama kali. Si Ita ni yg dandannya lama. So biar pas aku datang dia dah siap ya blg aja aku dah mw pergi, pdh blm. He he….. Dan trix ini berlaku jg ke tmn2 yg lain. Bikin acara jam 8 diumumin acara j7, buat meminimal waktu terbuang u menunggu. Secara rata2 tmn deketku tukang ngaret semua. Kita kan sehati………… Ato jgn2 kt jd bs deket coz pny kebiasaan buruk yg sama ya?
  6. Suka saling tunggu. Klo janjian mo pada pegi kemana, pasti deh saling tunggu. Janjian mo pegi 8 org, pasti ada aja salah satu yg ga dtg2. Demi rasa setia kawan, akhirnya kt bersabar nungguin. So….. telat satu…. telat semua dech……
  7. Di rumahku rata2 apa2 dikerjain sendiri. Nyapu, nyuci, setrika, masak. So klo pg di rumah kerjaan banyak bgt. Dulu sempat beberapa kali ada yg bantuin di rumah. Tapi rata2 semua kita yg kerjain, masak sih tega ma Ibu yg beres2 sendirian. He he…. Itu pun klo ga penyakit males kita datang. Dan aku ga pandai ngitung. Kdg2 perkiraanku suka meleset, kupikir masak n nyuci 1 jam selesai, tyt kdg bs mpe 2-3 jam br kelar, jdnya molor deh. Ga tau aku yg kerjanya lelet or coz saking banyaknya cucian numpuk. Pdh ya cm nyuci bajuku sdr.
  8. Aku orang yg ga suka nunggu. So… penginnya langsung to the point. Klo mw ujian, penginnya, datang mpe kampus, lgs masuk kelas, ngerjain tes, terus pulang. Klo datang kepagian malah jd pusing, lihat teman2 pd sibuk belajar, ngerjain soal. Jd kepikiran, aku blm belajar bab ini, soal2 ini aku sama sekali belum mencoba. Ditambah ada yg tanya2 aku ga bisa jawab bikin tambah stress aja. So… siap ga siap PD aja maju ujian.
  9. Klo datang telat, ga usah bingung or pusing cari tempat duduk. Seadanya tempat yg tersedia. He he…..
  10. Waktu kul di STIE, kostku pindah jd lebih deket ke kampus. 2 menit jg mpe. Tapi ada temanku yg protes, kost tambah deket kok msh jg suka telat. Ini coz kamarku adem bgt, secara Yk kan panas bgt, jd betah ngendon di kmr. Letaknya di dalam, jauh dr jangkauan sinar mentari. Klo tidur lampu dimatiin, ga kelihatan klo udah siang. Jd tidur ya enak aja, akibatnya bangun kesiangan deh.
  11. Dulu 2x punya kecengan orangnya klo datang mepet mulu. Demi bisa ketemu dia, so disengaja dtg mepet. He he…. Alasan ya, pdh belakangan akunya yg datang lebih siang dr dia. Jgn2 dl ngecengin dia coz ngrasa sama2 tukang telat ya. Gataulah itu masa lalu, skrg ga tau orangnya di mana. Jgn2 dah merit ya……
  12. Aku tuh orangnya boleh dibilang ribet. Ke mana2 selalu bawa tas, bawaanku pasti banyak. Terbiasa serba detail, apa2 harus dibawa, takut klo perlu di jalan. So tiap mw pegi belum nyiapin barang yg mo dibawa, pasti deh ribut cari2 yg mau dibawa apa aja, dah siap mw pegi, inget, msh ada yg ketinggalan. He he… repot ya….. ‘Cuape dee……’ kata temenku. Tapi bnyk yg suka kebantu kan, toh banyakan barang2 yg kubawa yg make mah bkn aku, temen2ku yg sk ngledekin yg akhrnya make. Ada positifnya jg kan…….
  13. Memanfaatkan toleransi keterlambatan 15 menit. He he…… Kebeneran di SMA n kampusku ada toleransi keterlambatan 15 menit. Di SMA klo telat tdk lebih dr 15 menit bs lgs masuk kelas tanpa harus minta surat dr guru piket.
  14. Kebiasaan telat, klo ga telat kdg2 kok rasanya kurang seru ya, ga ada tegang2nya di jalan. So kdg2 emang disengaja dtg mepet coz memang ada urusan laen yg kdg2 sebenere ga penting2 amat.
  15. Klo datang ‘on time’ pasti deh dikomentarin…..’tumben’…… Klo pulang ke kost masih siang juga pasti dikomentarin….. ‘tumben’…… Wah kebiasaan ga baik ni…… yah, biarpun suka dtg telat, aku kan pulangnya jg telat mulu, jadi imbang…… pulang kantor telat aku ga pernah protes kok. Protes yg terungkap maksudnya. He he……

Pinter ya cari2 alasan, telat ya udah telat, jgn cari2 alasan. Berarti manajemen waktunya belum bagus. Musti banyak berbenah. Tapi memang aku akui manajemen waktuku ga bagus. Coba bikin schedule jg percuma, suka ada acara dadakan n lembur dadakan. N dari dulu itunganku ga bagus. Coba itung pake kalkulator jg percuma, coz itungan waktu ga bisa diitung pake kalkulator. Musti ngitung dua kali, bisa tiga kali malah.
Coba…… 1 1/2 jam + 20 menit…….. diitung manual hasilnya 1 jam 50 menit.
Diitung pake kalkulator 1 ½ jam musti dirubah dulu ke menit baru bisa ditambahkan. 90 menit + 20 menit = 110 menit. Mana hasilnya masih harus dirubah lagi ke satuan jam. He he….. lebih lama ngitung pake kalkulator kan.
So terpaksa ngitung manual, wajar klo hasilnya suka ga akurat coz memang ga pandai ngitung.

Yg aku heran, tiap aku punya komunitas, pasti deh komunitas yg kuikuti, anak2nya ngaret semua. Atau memang orang Indonesia banyakan gitu ya. Dan aku merasa nyaman di sana. Teman2 mudikaku. Kita ga pernah janjian datang ke gereja bareng. Tapi pasti deh, tiap misa kita datangnya selalu beriringan, masuk bareng2, ketemu di gereja dah telat semua. Anak2 Soendi, terkenal tukang telat. Klo misa hari gedhe, kita datang tdk telat, tp boleh dibilang paling terakhir dibanding umat yg lain, so kita2 biasanya harus rela, duduk rame2 nggelar tikar di Aula coz dah ga kebagian tempat duduk di dalam. Jadinya, selama misa kita cuma pada ngrumpi deh.
Kalau ketauan ayahku bakal dimarahin bener. Tapi lama2 didiemin aja, dah susah kali ya, dimarahin jg percuma, cuape sdr, ga pernah ada perbaikan.
He he….. telat….. kebiasaan yg ga bagus. Jgn ditiru and jgn dijadikan kebiasaan.
Nanti mo nyoba deh, sekali2 datang ‘on time’ klo tyt lebih menyenangkan dan banyak manfaatnya….. ya dilanjutin.
Atau jadi resolusi th 2009 aja dee……
He he…… ga penting bgt.

Dramatis...


Friday, November 14, 2008

Dramatis…….

Hari ini waktu berangkat kerja, aku melihat sebuah pemandangan dramatis. Melihatnya membuatku sedih, terharu, merinding, salut sekaligus kagum. Seorang bapak buta berjalan dengan bantuan sebuah tongkat diikuti istrinya yang juga buta berjalan di belakangnya sambil memegang pundak suaminya. Keduanya berjalan tertatih-tatih menyusuri jalan raya. Orang buta menuntun orang buta. Kalau sampai salah jalan terus tertabrak mobil gimana? Tuhan, jagalah mereka.
Mereka bukan pengemis, tak kulihat mereka berprofesi seperti itu. Mereka berpakaian seperti orang kebanyakan, bersih, tidak compang-camping. Mereka bukan tipe orang yang memanfaatkan keterbatasan mereka untuk meminta-minta. Sepertinya mereka tukang pijit. Sebuah perjuangan untuk tetap hidup. Salut dengan mereka. Dalam keterbatasan mereka tetap memiliki semangat yg tinggi untuk tetap survive. Kita seharusnya malu, kita yg boleh dibilang dikaruniai kesempurnaan, terkadang begitu mudahnya menyerah. Mendapat tekanan sedikit saja langsung down. Kita harus belajar dari mereka. Mereka yang dalam keterbatasan saja bisa, seharusnya kita yang boleh dibilang memiliki kelebihan dibanding mereka, seharusnya kita bisa lebih bisa dari mereka. So………….  Berkacalah dari mereka ini.


Gara-gara Air…….

Kemarin mungkin aku lg apes. Sore lg kesel ma seseorang, jd nggrundel sdr. Saking keselnya mah bikin aku susah sdr, air putih, minumku, se-tupperware penuh, lepas dari peganganku, tidak sampai jatuh tapi menumpahkan hampir seluruh air di dalamnya. Ya…… mau ga mau terpaksa ngepel dech… mau minta tolong OB dah pd pulang. Untung cm air putih…… untung ga mpe numpahin arsip n elektronik. Gara2 kesel jd repot sdr….. so….. sabar2….. jgn sk nggrundel….. dah kejadian berapa kali tiap kesel ma org jdny susah sdr…..

Malamnya pas mw tidur, br sadar, tyt siang wkt hjn gedhe kmrku bocor. Br tau. Bantalku basah, kasur bag. atas jg basah. Pdh br ganti sarung bantal. Untung sprei blm jd dipasang. Klo ga…. Trpaksa ganti sprei lg. Kali ini rasa malesku ada untungnya jg.
Pg ini kudapati tyt 4 buku baruku yg kubeli bbrp bulan yg lalu tp blm kubaca, br kubuka packingnya kmrn, kena bocor. Jd rada keriting dech…. Jd ky kena ompol dech…. Dan ini gara2 aku males nyampulin plastic. Ta’tunda-tunda trs. ‘Nanti aja deh, masih cape.’
Yg ini rasa malesku merugikanku sdr.
Yah…. Males…. Kadang ada untungnya kadang ada ruginya. Tp banyakan di ruginya…….
He he he…..